Website Resmi Tolak RUU APP
02Mar06
Tolak Undang-Undang Antipornografi dan Pornoaksi!
Ini dia website resmi tempat berkumpulnya kita-kita yang menentang RUU Antipornografi dan Pornoaksi. Sampaikan dukungan anda!
Kutipan dari heading halaman tersebut:
Halaman virtual ini disiapkan oleh I Made Marlowe dan I Wayan Juniartha sebagai bagian dari kampanye publik menolak RUU APP. Marlowe dan Juniartha adalah anggota tim pendukung delegasi Bali yang menemui Pansus RUU APP DPR RI pada 21 Februari 2006. [...]
Merdekakan Jiwamu!
[via Enda Nasution]
Filed under: Indonesiana | 356 Comments
hm, baju buat tolak RUU anti-pornografi bisa dibeli dimana ya? hohoh gue pengen beli..
Wah sorry bahkan gw gak tau ada bajunya.
gue juga mao kalo ada bajunya =p
Bangsa Indonesia adalah bangsa multikulturalisme, bangsa yang berbhineka dan tidak ada seorang pun yang dapat mengganggu gugat akan kenyataan ini. Keluar dari Indonesia jika anda hendak merubah hal ini.
Bande Mataram.
Sembah sujudku padamu Ibu pertiwi.
Pelajar SMU
aneh yah, ada yang suka ngusir orang dari indo seakan2 indo itu punya nya dia. “untuk memperbaiki indonesia?” nanti kalo udah di luar trus ngritik, dibilangnya dasar sok mentang2 dah di luar negri bisanya jelek2in indo doang
loh kok gak sinkron yah? :)
lagian justru karena kita “berbhineka” (which to me sounds like a plain bullshit) maka RUU APP jadi gak valid yah
UU kurang kerjaan!!
TDL mau naik, BBM selangit,anak-anak kena busung lapar, minyak bumi di Cepu mau dirampok Amerika..kok yang kaya gitu ngga diurusin..malah sibuk ngeributin betis wanita…
Urusin dulu para peleceh seksual di kereta Jabotabek. Para pemerkosa anak-anak yang cuma dihukum 7 tahun. Para lelaki yang doyan kawin sirih, padahal kawin sirih itu ilegal…mereka adalah kriminal sebenarnya..kok yang jadi sasaran hukum justru tubuh wanita…
aneh, menggelikan dan munafik
bikin saya semakin malu dan bingung hidup di negara yang katanya Bhinek tunggal Ika ini..
Aneh urusan moral yang seharusnya merupakan tugas ulama kok dimasukkan dalam urusan pemerintahan. Apa ulama kita sudah tidak mampu lagi ingatkan rakyat sehingga RUU APP dibiarkan untuk disahkan? Atau ada rencana grand disain lain.
Apa ini karena ulama lebih sibuk ngurusin politik?
RUU APP harus gol, cos negara semakin tidak karuan dengan banyaknya aksi pornografi/aksi yang mebuat anak-anak kecil udah pada gila
perkosaan terhadap wanita semakin erajalela
pelecehan terhadap wanita semakin menggila
wanita hanya dijadikan barang dagangan kaum pemodal
wanita tidak pernah diohargai sebagai layaknya manusia (laki-laki)
wanita selalu dieksploitasi atas tubuhnya
kasihan wanuita
apakah ini mau dibiarkan
atas nama seni
atas nama budaya
justru budaya adalah faktor pendorong pengerdilan kaum wanita
justru budaya yang melalnggengkan ekploitasi
untuk kenikmatan kaum laki-laki
wanita tidak pernah menikmati keindahan tubuh wanita
hanya laki-laki yang mnikmatinya
m,aka
bangsat kaum laki-laki yang mengesploitasi tubuh wanita
ini harus dihentikan sejak sekrang
dukung RUU APP
wanita sejak dulu selalu dihina
wanita sejak dulu selalu direndfahkan
wanita sejak dulu hingga sekarang tidak pernah dimanusiakan
wanita
manusia yang tidak pernah dianggap manusia
wanita
hanya dijadikan barang dagangan kaum kapitalis
wanita
dimanfaatkan tubuhnya untuk memuaskan hawa nafsu laki-laki penduata
wanita
atau perempuan sama saja
tetap direndahkan
tetap di lecehkan
tetap mendapat perlakuan tidak layaknya manusia
ditempatkan sebagai pemuas nafsu kaum laki-laki
RUU APP
melindungi wanita dan bangsa
martabat bangsa sedang diancam kaum kapitalis
martabat bangsa dihancurkan oleh kapitalis
yang selalu mengancam keutuhan negara
mereka masuk lewat mana saja
agama, isu politik
isu sara
ekonomi dan lain sebagainya
KAWAN-KAWAN
RUU APP MEMULIAKAN WANITA MENEMPATKAN WANITA PADA PROPORSINYA
DAN LEBIH JELAS LAGI BAHWA WANITA TIDAK BOLEH DIMANFAATKAN OLEH SENIMAN, KAUM PEMODAL,ATAU PENJAJAH
MARI MENDUKUNG RUU APP DISAHKAN[‘
DUKUNG RUU APP
DUKUNG RUU APP
DUKUNG RUU APP
DUKUNG RUU APP
DUKUNG RUU APP
DUKUNG RUU APP
DUKUNG RUU APP
DUKUNG RUU APP
DUKUNG RUU APP
DUKUNG RUU APP
DUKUNG RUU APP
DUKUNG RUU APP
DUKUNG RUU APP
DUKUNG RUU APP
DUKUNG RUU APP
DUKUNG RUU APP
Saya menolak RUU APP.
Alasannya:
1. RUU ini tidak penting. Moral bangsa adalah hal yang sangat penting, tapi RUU APP ini tidak penting. Polisi moral hanya ada satu: Tuhan.
Bagaimana UU ini dapat memberikan jaminan bahwa moral bangsa kita – yang menurut pencetus RUU ini bobrok -, akan menjadi lebih baik. Orang bisa saja melihat sebuah patung telanjang bulat tanpa timbul dorongan seksual, bahkan sebaliknya, ada juga orang yang hanya melihat telinga sesorang bisa timbul gairah seksual. Nah, bagaimana para anggota parlemen bisa menetapkan standar atau parameter dengan adil? Masih banyak program RUU yang lebih penting terutama yang menyangkut kesejahteraan masyarakat banyak. (a.l. ruu informasi dan transaksi elektronik, dll).
3. RUU ini diskriminatif terhadap kaum perempuan. Karena dalam uu ini perempuan ditetapkan sebagai komoditas seksual. Jangan karena beberapa manusia yang berpikiran ‘jorok’ melihat bagian tubuh tertentu dari perempuan, si perempuan yang dipersalahkan. Si manusia tersebutlah yang perlu dididik, dan bukan dibuat RUU lelucon seperti RUU APP. Didikan dimulai dari keluarga. Oleh karena itu, keluarga yang harus dibenahi, keluarga Indonesia harus dibuat sejahtera, dibuat pintar dan bijak sehingga mereka bisa mendidik anak-anak mereka dengan baik.
3. Daripada mengamburkan uang pajak rakyat, lebih baik uang sidang, uang konsumsi, teh, kopi, fotocopy, dll dari para anggota parlemen yg menggodok RUU ini dikumpulkan untuk dibelikan susu lalu dibagikan kepada anak2 bangsa yang malnutrisi dan tertimpa bencana alam.
masa depan indonesia ditentukan oleh kualitas anak bangsanya…
Salam,
Nita
Mana boleh RUU APP dibiarkan lulus,it’s serius,pikirkanlah:
modal asing/investor akan kabur
org indo sendiri yg bukan muslim terutama akan lebih suka memilih pindah keluar negeri.
Dan biasanya kalau udah begini(maksudnya udah jd negara islam..bener kan tujuan RUU ini biar indonesia jd negara islamkan?) biasanya getol melindungi para teroris,
Assalamu’alaikum Wr.Wb
RUU APP ini jelas sangat melindungi hak dan martabat perempuan. jika dinilai merendahkan, dari segi mananya merendahkan ? bila karena terlalu banyaknya pasal yang dirasa mendiskreditkan perempuan. Jelas karena selama ini banyak perempuan yang memang bertingkah laku kurang sopan dari segi pakaian dan lakunya hingga memancing nafsu birahi kaum pria yang pada dasarnya juga udah ngeres, piktor n mesum. So, jangan salahkan sepenuhnya kaum pria ini tapi salahnya juga perempuannya sebagai pihak yang “memancing – mancing” tadi.
mengapa kita tidak berpikir bahwa RUU APP ini merupakan pendidikan moral bagi kaum perempuan. walo juga pria perlu dididik agar tidak mesum. semua agama tidak ada yang menganjurkan umatnya untuk tidak sopan dalam berpakaian dan bertingkah laku, so bukankah lebih afdol jika di UU kan. karena terbukti agama selama ini belum manjur bagi rakyat indonesia, karena tenyata agama hanya sebagai legalitas di KTP Doang.
SO, SAYA DUKUNG RUU APP !!!!!
Wassalam
Hari ini di Headline Kompas mengabarkan RUU APP ada yang dirubah. Untuk yang merasa bahwa definisi RUU APP yang lama melindungi perempuan, coba dipikirkanlah sedikit lebih mendalam.
Dan saya sebagai pria jg tersingung loh dibilang pada dasarnya ngeres, piktor dan mesum! Saya ini pada dasarnya ciptaan Tuhan, apakah saya memang diciptakan mesum?
orang kurang pendidikan dan mental bobrok kok berlindung dibalik kata “pada dasarnya” (dengan kata lain: kodrat?)
dari segi mananya RUU APP mendukung wanita?? meletakkan wanita di posisi paling mulia?? dari segi mana?? apakah wanita yang berpakaian tertutup dari kepala hingga ujung kaki dapat dianggap seorang yang mulia??RUU APP melindingi hak wanita dari mana?? hak saya dalam cara berpakaian tidak dilindungi sama sekali tuh..
apakah dengan berpakaian tertutup dapat mengangkat moral bangsa?? kalo begitu kenapa di arab saudi masih banyak terjadi pemerkosaan terhadap kaum wanita padahal wanita yang disana sudah berjilbab?? satu contoh lagi kalo kalian nonton film selendang hasnah yang rcti itu (layar oke, pemainya inneke koesherawati), di film tersebut ceritanya inneke diperkosa, padahal dia sudah berjilbab..jadi nga ada jaminan kan berpakaian tertutup itu mengangkat moral bangsa..berjilbab te2p aja diperkosa..artinya pikiran kotor laki-laki bukan karena cara berpakaian wanita, tapi dari sananya yang emang kotor.jangan karena pikiran laki-laki yang kotor, perempuan yang dijadiin korban
satu hal, moral bangsa tidak ditekankan dari cara seorang perempuan berpakaian.knp kalo lelaki berpikiran kotot, mesum n bla..bla.. selalu dianggap perempuan yang memancing?? kenapa lelaki tidak bisa mencoba mengendalikan pikirannya jangan sampai terpancing??begitukan?
kalo cara berpakaian saja harus ada UU, kenapa tidak dibuat UU merancang pakaian?? kalo ada UU merancang pakaian diindonesia?? kalo udah ada UU merancanga pakain, lanjutkan aja lagi dengan UU membuat atau mengimpor kain, jadi nga bakal ada kain yang transparan..kalo semua mo diatur..alangkah bagunya dibuat juga UU berkehidupan, bersosialisasi, berpakaian, ber..lainnya yang layak..jadi hidup kita udah terjamin..begitukan??
Saya menolak RUU APP, bukan berarti saya suka pornografi, apakah anda yang mendukung RUUAPP sudah membaca draft RUU tsb?
UU sejenis telah diterapkan di negara arab 1400 tahun lamanya, tapi pembokat-pembokat dari indonesia berapa persen yang tidak pernah di perkosa disana ?
buka mata- buka hati , lihat sekitar kita apa yang lebih penting kita lakukan, beri lapangan kerja untuk masyarakat luas itu lebih berarti.
perut orang lain nggak dipikirin, selangkangan orang aja yang dipikirin
SAYA MENOLAK RUU APP, krn nanti saya tidak bisa liat cewek pake ROK MINI & KAOS KETAT LAGI di Jakarta
TOLAK RUU APP !!!!
yesus melarang
semua apa yang menjadikan bangsanya rusak
wanita harus dimuliakan
tidak boleh mempertontonkan lekuk-lekuk tubuh
tubuh wanita sangat mulia
sehingga harus dijaga
dari ulah para penjajah tubuh wanita
jangan mau wahai para wanita
tutupi tubuhmu dengan selembar kain
mata para lelaki akan jalang melihatmu
TUBUHMU ADALAH KEHORMATANM,U
JIKA SEKALI SAJA KAU BUKA
KAU TELAH TERNODA
KAU TELAH DIMANFAATKAN PARA PENDUSTA
YANG HANYA MENGEJAR KENIKMATAN SESAAT DARI TUBUHMU
tu kan sudah jelas semuanya
makanya RUU APP kagak boleh ditunda lagi
disahkan sekarang adalah kewajiban para Gembala
wahai wanita
tubuhmu hanya dimanfaatkan para penjahat
laki-laki hanya emanfaatkan tubuhmu untuk kepuasan material
jika mereka sudah puas
kau akan dihinakan
kau akan dicampakkan
para gembala di DPR
sahkan segera RUU APP
gereja mendukungmu
setelah saya pikir-pikir dengan beberapa kolega dan akademisi di kampuis-kampus PTN maupun PTS
dan juga kawan-kawan di LSM Gender
akhirnya saya bisa memahami
bahwa RUU APP memang pantas didukung untuk disahkan
wanita sama sekali tidak dirugikan dalam RUU ini
justru wanita dimuliakan dengan berakunya RUU nanti
mereka di beri kesempatan untuk memperbaiki diri dan bangsa
bayangkan saja
kalau kita para wanita embuka sebagian tubuh kita
atau kita emakai pakaian ketat
siapa yang suka
para lelaki kan???
tapi kita tidak dapat apa-apa lho
laki-laki hanya engejar keunbtungan materiil ketika melihat tubuh kita
mereka eksploitasi tubuh kita untuk keuntungan beberapa rupiah
lha kita tidak pernah di beri apap-apa dari sana
maka keudian aku berpikir
kawan-kawan pergerakan dan LSM gender
mari sama-sama mendukung disahkannya RUU APP
kalau sebelumnya aku menolak karena ketidaktahuan aku saja
sekarang aku sudah sadar
untuk para anggota dewan yang terhormat
tolong segera disahkan saja RUU tersebut
salam manis Dr. Gadis Arrivia
Bukan soal untung rugi, bukan soal agama, hanya soal kebebasan.
Be careful what you wish for.
Sayang sekali gue ga bisa menganggap anggota Dewan sebagai Gembala
Yang kinerja nya sangat amat meragukan tapi naik gaji, korupsi, dan cari popularitas itu yah? :)
Agama ada di hati tiap-tiap orang dan ga bisa dipaksakan, tidak sepantasnya menjadi penguatan dari aturan hukum di negara ini
Ingat Indonesia bukanlah negara agama!
Saya sangat setuju dengan adanya RUU APP, karena hal ini untuk membatasi ruang gerak oknum-oknum yang akan memanfaatkan sensualitas untuk kepentingan bisnisnya dan juga mengerangkeng petualang-petualang cinta yang hanya akan memuaskan nafsu syahwat sesaatnya.
Cobalah kita cermati berapa banyak sinetron-sinetron yang menjual sensualitas dan cinta murahan, perkosaan dsb yang disiarkan selama 24 jam dan ditonton oleh anak-anak kecil, kemudian ditiru dan dipraktekan terhadap keluarganya.
Coba anda rasakan, apa jadinya kalau anak kita, istri kita atau saudara kita menjadi korban pelecehan seksual dikarenakan tersangka terangsang setelah menonton suatu tayangan film atau sinetron.
Jadi marilah kita dukung RUU APP, dan lihat dari segi positifnya.
Website ini dipublish oleh sdr. Made Marlowe dan I Wayan Juniartha yang dari namanya kita tahu beliau orang-orang Bali.
Mungkin kalau di Bali, salah satu daya tarik pariwisatanya adalah dengan menjual sensualitas. Kita jangan pura-pura tidak tahu bahwa beberapa tempat di Bali setiap pengunjung dilarang menggunakan pakaian alias harus bugil. Dan inilah yang akan diperjuangkan oleh orang-orang Bali demi untuk meraup serupiah dua rupiah dengan cara menolak RUU APP.
Ah sinetron! Saya rasa, itu adalah masalah yang lain, bukankah begitu. Saya tidak ingin anak istri saya menjadi korban pelecehan, tetapi saya juga tidak mau mereka menjadi korban pengekangan kebebasan.
Menentang RUU bukan berarti saya setuju akan pelecehan terhadap perempuan, justru saya menentang. Masalahnya isi RUU tersebut merugikan perempuan sendiri. RUU di Indonesia kan suka banyak pasal karetnya, nah itu bisa jadi potensi bahaya (seperti pungli dan diskriminasi).
Jadi, RUU APP boleh-boleh saja ada asalkan kalau ada masalah yang dihukum adalah pelakunya bukan korbannya. Setuju kan.
Tambahan: Buat kalian yang suka nonton film bisa coba dicari TV Series Law and Order: SVU. Coba dilihat bagaimana hukum Amerika menangani kejahatan seksual. Sebuah film seri tentang hukum dan kriminalitas yang cukup banyak memberi insight. Anda… tidak anti Amerika bukan?
kenapa ya….bukan RUU Anti Kekerasan Seksual, tapi RUU APP?
well… jujur saya cukup kaget saat mendenger adany RUU APP apalagi saat mendengar pasal-pasalnya… bukannya saya ingin mendeskritkan salah satu pihak, namun negara ini adalah negara demokrasi, namun dengan adanya RUU APP ini, kebebasan kita jadi benar-benar terbatas. Sebenarnya, ini sama saja seperti menyuruh para kaum wanita untuk tetap diam di rumah dengan pakaian serba tertutup. Kita kaum wanita sudah mempunyai kebebasan, dan sebetulnya para kaum pria yang harusnya bisa menahan diri. Pemerintah pun lebih penting mengurus TDL dan kenaikan gaji anggota DPR yang betul-betul mengecewakan rakyat. Saya bingung kenapa harus ada RUU ini.
Yah, aku mewakili dari komunitas kaum pecinta bokep.
aku nggak setuju adanya RUU APP, aku mendukung banget masyarakat Bali untuk menolak RUU tsb, kalo perlu kita yang ngak setuju keluar aja dari NKRI.
Lama-lama negara ini seperti negara POCONG! yang kelihatan cuman mukanya aja. Tau sendiri POCONG hanya dibuat untuk orang-orang tertentu saja, kita sebagai free humanity, bebas ngelakuin apa aja, termasuk having free sex yah..
Yah gitu aja deh Semoga yang bikin RUU MANDUL…DUL…DUL..
SALAM KEBEBASAN
Yang buat RUU ini cari gampang aja. Harusnya yang punya ide bikin RUU itu mikir, kenapa terjadi pemerkosaan dan sejenisnya. Menurut gue nih : Karena ga ada hukuman yang berat buat para pemerkosa itu. Jadi mustinya, yang diurusin itu hukuman si pemerkosa.
Misal :
Hukuman pemerkosa anak BALITA 50 tahun.
5-10 tahun : 40 tahun .
10-30 tahun : 30 tahun.
30-50 tahun : 20 tahun.
>40 tahun : 10 tahun.
tapi semua harus dibuktikan dulu di pengadilan.
Jika terbukti bhw pemerkosa juga pegawai, maka hukuman badan ditambah denda menjamin kehidupan yang diperkosa sejumlah separo gajinya selama ybs dihukum.
Nah, kalo udah gitu, fotonya dipampang di TV dan Koran.
Coba lah masih ada yang berani memperkosa ga??
sabarrrrr biarkan aja DPR yg mutusin
YANG KONTRA MUNGKIN BELUM MEMBACA SEPENUHNYA APA ISI SESUNGGUHNYA YANG ADA DI DALAM RUU APP TERSEBUT, BUKAN PELECEHAN TERHADAP KAUM WANITA TAPI ADALAH MENEMPATKAN KAUM WANITA DI POSISI YANG TERHORMAT DAN TERLINDUNGI DAN JUGA MENJAGA AGAR GENERASI PENERUS ANAK-ANAK KITA YANG BELUM TAHU APA-APA TIDAK TERBIASA DENGAN PORNOGRAFI DAN AKSI DARI KECIL YANG AKAN SANGAT MEMBAHAYAKAN MASA DEPAN MEREKA, AYO BERFIKIR POSITIFLAH SEMUA.
Ada RUU gak ada RUU sama aja yang temping gimana kitanya kalau loe udah punya etika jelek kemanapun jelek aja ya gak..? kita bercermin diri kita dulu baru lihat dunia luar.
Yang gak setuju dengan atas nama kebebasan, silakan aja bertindak sebebasnya dengan berlaku apa saja. Termasuk memperkosa seluruh keluarga sendiri di depan mata keluarganya juga. Bagi mereka ini kepuasan nafsu merupakan tuhannya. Memutus nafsunya merupakan penebasan kebaebasannya. Ini adalah setan berwujud manusia.
Aku dukung UU ini. Amat mulialah wahai pejuang RUU ini. Tetaplah istiqomah. Ingat : Kebenaran tetap abadi, kebatilan tetap sirna.
Aku dukuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuung.
Sebagai perempuan, jadi bingung kalau RUU itu di sahkan..
Pakai baju yang kayak apa biar ga terjerat RUU itu yach ??? Pake jeans nanti dikira pamer “lekuk”, pake celana panjang bahan, kesorot matahari menerawang, dikira pamer siluet lagi… Apa mesti kembali ke jaman “Baju karung” lagi.. sayang juga ya..?
SEANDAINYA AKU NANTI JALAN PAKAI PAKIAN SOPAN TAPI NGGAK PAKAI BRA GIMANA YAHHH ADA PASALNYA GAK??? PADAHAL BESAR LHO PUNYAKUUUU
Walaupun komen Meta and Wiwin rada ‘polos’ tapi masuk akal tuh.
Aku juga ngga bisa liat di clause yang mana sih wanita justru dibela and dihormati seperti komennya Dr. Gadis and Maksum. Aku berani bilang gitu soalnya aku udah baca pasal2nya. Jelas-jelas isinya itu bener2 menunjukkan kalo wanita itu sumber pornoaksi. Kenapa harus wanita yang dikekang kebebasan berpakainnya sedangkan cowok2 yang pikirannya ngga bener malah ngga diapa-apain. Mau ngebrantas pornografi si OK.. tapi kayaknya ngga harus deh ngatur gimana warganya mesti berpakaian.
Harusnya pemerintah lebih memikirkan masalah2 lain yang lebih penting (ie, berantas kemiskinan, tingkatkan kualitas pendidikan, hapus korupsi/kolusi). BTW.. presiden kita bilang apa ya? Aku dah baca banyak komen dan artikel dari beberapa sumber.. kok ngga pernah kedengaran suara SBY? Atau.. presiden ngga bisa bicara karena mulutnya dah kesumbet rupiah?
Tolak RUU APP.
Jangan sok suci deh, kemunafikan sumber kehancuran.
Kenapa buat RUU APP lagi?
apakah KUHP yang kita punya belum cukup?
atau jangan2 hanya sebagai kedok biar dapet uang rapat yang lebih……
nah yo…….!!!!!!
Klo pikiran dah ngeres jangankan liat Inul goyang, liat nenek ja telanjang dah konak….
TOLAK DEH RUU APP………………
ATENTION……..WEB SITE INI KHUSUS UNTUK TOLAK RUU APP..BUKAN UNTUK DUKUNG RUU APP…yang dukung RUU APP disini pa ga bisa baca ya?
dah tamat SD belum?
Memperkosa sudah ada hukumnya, dan itu dilarang. Kebebasan yang dimaksud kan kebebasan wanita untuk hidup dengan tenang. Tidak terganggu pemerkosa maupun polisi pengincar pungli.
aku orang Bali yang sangat tidak setuju pornografi
aku merasa risih dengan semua yang terjadi di sini
bayangkan saja didekat rumahku banyak sekali para perempuan menggunakan pakaian mini
bahkan kadang mereka tanpa malu membuka baju semuanya di depan anak-anak
lha kalau ini dibiarkan terus menerus
mau jadi apa sebenarnya orang-orang Bali ini
menjual tubuh wanita untuk alasan pariwisata
menjual harga diri bangsa dengan mengorbankan anak-anak
menjual semua kekayaan negeri
termasuk tubuh wanita pribumi, SDA dengan memebaskan para turis bertelanjang ria di pantai
sungguh ini BIADAAAAAP
WAHAI PARA PEREMPUAN BALI
MARI RAMAI-RAMAI TOLAK PORNOGRAFI
JANGAN BIARKAN TUBUHMU DIJADIKAN BARANG DAGANGAN
JANGAN MAU ANAK CUCU KITA DIKORBANKAN OLEH PARA KAMUM PEMODAL
YANG HANYA MENGEJAR KEUNTUNGAN PRIBADI
MARI DUKUNG PARA ANGGOTA DEWAN UNTUK MENGESAHKAN RUU APP
KARENA ITU AKAN MELINDDUNGI KITA DARI PENJAJAHAN KAUM PRIA JAHANAM
Lucu. Tak mau tubuhnya “dijajah kaum pria jahanam” kok mau tubuhnya menjadi lahan penjajahan baru bernama pengaturan sewenang-wenang?
Yang saya pahami adalah seorang wanita punya otonomi atas tubuhnya sendiri -sama seperti pria-
Mau pakai pakaian mini, itu hak mereka, tidak mengganggu orang kan
Pendidikan untuk anak adalah tanggung jawab orang tua nya masing-masing
Pelarangan untuk tak berbugil ria di tengah jalanan (kecuali untuk orang gila) mungkin masih bisa dipahami, tapi apa hubungannya dengan memakai rok mini?
Kalo mau menghormati hak semua orang, ya buatlah kawasan khusus untuk berbugil ria kalau mau, yang tidak berbusana diluar kawasan tersebut bisa didenda
Sejak kapan wanita diwajibkan untuk menjadi penjaga moral negara termasuk anak-anak dan pria disekitarnya?
Apa ini namanya bukan “penjajahan kaum pria jahanam” yang baru?
Yang mendukung RUU APP ini munafik dan tidak kompeten sekali, terkesan goblok, tidak memiliki argument yang kuat sehingga yang kelihatan cuma pemaksaan kehendak.
Sudah lihat debat terbuka di SCTV kapan hari ? Sangat kelihatan gobloknya mereka yang mendukung. Jawaban ngelantur dan cenderung mengelak yang dipaksakan. Akhirnya apa senjata mereka ? “Marilah kita tunggu, RUU APP ini masih dalam pembahasan, belum selesai”.
Maklum kalau jawaban mereka seperti itu, karena mereka benar-benar sudah kehabisan akal dan memang tidak mampu merumuskan.
Sudahlah, ngapain sih mendukung Wak Haji Rhoma Irama yang gak bermoral kerjanya kawin melulu dan bisanya cuma mencaci maki orang lain :P Wak Haji Rhoma Irama ini langsung terangsang begitu melihat si Inul goyang, padahal si Inul kan selalu berpakaian lengkap.
Ingin bangsa yang beradab…..?
DUKUNG RUU APP
(koma)
Ingin bangsa yang biadab…..?
TOLAK RUU APP
(titik)
Yang mendukung RUU APP ini sontoloyo, ontohod, borokokok dan tidak mengerti masalah moral bangsa, hanya mengedepankan kepentingan syahwat melulu, dan
mengumbar mata melihat yang seharusnya bukan dilihat.
Sudahlah jangan mencaci orang lain, melihat orang lain hanya dari sisi jeleknya saja.
Kaum laki-laki, sadarilah bahwa dirimu sangat dilecehkan oleh RUU APP. Kamu yang punya otak, kamu yang punya burung, masak tubuh perempuan yang harus mengontrolnya?
INDONESIA ,BERAGAM BUDAYA, AGAMA, ETNIS, SUKU, TRADISI. SAYA (KAMI ORANG BALI) PEDULI INDONESIA, TIDAK MAU BUDAYA TIMUR TENGAH DIJADIKAN BUDAYA INDONESIA. TOLAK RUU APP, CUKUP KUHP SAJA, KARENA RUU INI RANCU, KAKU, BANYAK “PENGECUALIANNYA”. RUU INI BANYAK KECUALINYA. (BAGAIMANA DENGAN IBU BERCIUM DENGAN ANAKNYA, MENYUSUI, MANDI DIPANTAI (BALI), ADAT, TRADISI, DAN BAGAIMANA SAUDARA YANG DI PAPUA? (KAIN DISANA AKAN LAKU KERAS!)
TOLAAAAAK RUU APP ?10000000000000000000000000000000%
HIDUP INDONESIAKU, BHINEKA TUNGGAL IKA. DAN PANCASILA..
WAHAI DPR, KAMI BUTUH KESEJAHTERAAN, BUKAN RUU APP MUNAFIK INI!!!!
KALAU NGAKU ORANG BALI, TOLAAK!!!, INGAT LELUHUR, PITARA…
bagaimana setelah ruu app, kita buat ruu anti nikah sirih
benernya gampang aza..berdasarkan pengamatan mata batin saya :) yang menolak RUU APP biasanya punya potensi lebih,pinter -ato paling ngga lebih wise-,ato cakep (liat deh yang demo anti RUU APP ama yang mendung RUU APP cakepan mana hayooo hehe).nah..kita2 yang menolak RUU APP nabung dikit trus pindah ke negara tetangga aza yuuukk.tapi ati2 juga milih negara,ntar malah diperkosa lageee :) mending milih negara yang NGEHARGAIN warganya. ntar yang pengen ngejadiin Indonesia tercinta ini negara Islam kan juga seneng…tapi senengnya ga lama :p soalnya nyesel dah milih jalan yang salah :)
taruhan deh kalo RUU APP ini jadi disahkan, dalam 5 tahun kedepan Indonesia bangkrut (eh sekarang udah ya,bo..?)
HIDUP TANPA SENI HAMBAR
sebaiknyaaaaaaaaaaaaaaaa
segala hal tentang moral bangsa, biar pribadi-lapas pribadi yang cari sendiri
dan belajar sendiri, toh masyarakat kan juga tau sendiri mana batas-batas pakaian yang lazim, dan mana yang tidak lazim dipakai,,,,,,,
iya ga//////////
saya bena2 menolak ruu app
Jangan EGOIS, Neng!-kalo situ nyerahin moral bangsa ke masing2 individu……Ya! Jadinya kacau kaya’ sekarang…kalo anak belasan tahun memperkosa abis nonton VCD Porno yang bebas beredar, APAKAH SITU MASIH TEGA BILANG KALO MORAL DISERAHIN KE MASING2 INDIVIDU??????? LHO WONG VCD PORNOnya beredar di mana2.
LANTAS,APA GUNA NEGARA INI YANG KATANYA BERDEMOKRASI (dEMOKrASI buulSHITT!!)…KALO GA MENJAGA MORAL BANGSA DARI SERANGAN KAPITALIS, KEBEBASAN ala HeWaN!, RACUN2 MORAL yang KITA SEBUT EKSPRESI SENI??????????????
Bagi orang-orang yang menolak RUU APP berarti hati nuraninya sudah rusak.
Dia hanya mementingkan manfaat, seperti pariwisata, seni atau apalah….
dan yang menolak RUU APP juga bisa dikatakan “Manusia Bodoh”, dia tidak bisa berpikir logis, atau memang tidak terdidik… termasuk para profesor yang menolak RUU APP itu bisa dipertanyakan gelar ke-profesorannya. bukankan didipahami secara umum, walaupun otak tidak ngeres tapi media untuk berpikir ngeres (orang pake’ bikini di kuta, atau orang berpakaian tapi telanjang “memperlihatkan lekuk tubuhnya secara gratis”) tentunya akan berpikir ngeres juga…. kami dukung RUU APP dan bagi yang menolak mudah-mudahan disadarkan.
ayoo…saudara-saudara…..kita dukung RUU APP…..
kalau aku yang jadi Pansus aku akan langsung menolak argumen orang-orang yang menentang RUU APP termasuk para profesornya……
Oh ayo deh, bagi orang yg menolak ruu app mungkin fakta2 dibawah ini cuma “lelocon” berkedok “bhineka”:
1. seorang ibu diperkosa anak kandungnya sebanyak 4x stlh melihat aksi “hot” penyanyi dangdut
2. Anna, seorang bocah diperkosa tetangga nya
3. kambing2 menjadi objek sex “Anak2″
4. seorang ayah memperkosa anaknya krn “stimulus” tak terbendung dr luar
5. seorang kakek mencabuli anak berusia 6 thn
6. seorang “bayi” diperkosa
…dan banyak kasus tak terungkap lainnya..
yang mana hal tersebut berawal dr “GOYANG,PAHA, PAYUDARA,WAJAH GENIT (Dg dalih SEXI)…Krn pikiran kotor berubah menjadi Tindakan kotor itu disebabkan oleh “Air KOtor” berlebel pornografi &pornoaksi…
Tapi saya yakin, peristiwa naas yg merusak masa dpn seorg manusia, memecahkan sebuah keluarga, tak lbh berharga dr sebuah “BUDAYA”.”KEBEBASAN”.”PARIWISATA”..dimata kalian para KORBAN memang “TAK BERHARGA”
SAYA TURUT BERBELA SUNGKAWA TERHADAP SENIMAN INDONESIA, Karena :
1. Ide udh mentok, shg lagi2 nge”jual” brg2 seni yg emang udh bagus dr sononya, yaitu :wajah cantik, paha mulus, wajah merangsang, payudara…brg2 itu ya, gak di”seni”in”jg udh bagus..dsr gak kreatif. Kl mau kreatif, cb kalian bikin objek jelek jd kreasi “SENI”..seperti tanah liat jd guci indah..Nah itu baru namanya kreatif
2. BTW, Emang gak ada lg yg bisa kalian buat selain buka baju seorang wanita?
3. Bumi Indonesia yg begitu kaya & indah tp juga memberi inspirasi kalian kecuali “MESUM”ya?
Ada yg mau bikin RUU Anti Pikiran KOtor Laki2 ?..Gak masuk akal! jd dukunglah RUU APP, lebih masuk akal
Mengapa perempuan kita senantiasa ditindas ? Sekarang penindasan terhadap perempuan malah akan di resmikan dengan adanya RUU APP. Apakah ulama-ulama kita sudah tidak bisa lagi mendidik moral, sehingga harus ada RUU APP ? Hai “KING of DD”, menyembunyikan perempuan dan setelah muak, baru mengakui sbg istri dan kmd mencampakkannya itu merupakan tindakan bermoral, dan tdk melecehkan perempuan ?
to sensei:
Dunia fotografi tidak sesederhana itu. Dan ya, banyak fotografer Indonesia yang memotret alam dan lainnya. Tetapi ada juga yang namanya spesialisasi potret model dan itu menunjuk keahlian tersendiri. Buktinya apa: karena ada banyak buku ditulis untuk mengajarkan itu. Setidaknya saya tahu kalau fotografi itu bukan cuman model bagus tetapi juga pencahayaan, pose, composition, color tone, fokus dan lain sebagainya. Dan ya, fotografer juga tidak hanya membuka baju wanita. Menurut saya pribadi seni memotret dengan baju dan tanpa baju itu juga berbeda dan ada banyak faktor yang mempengaruhi. Menurut saya fotografi itu seni, seni yang sulit dipelajari dan karnanya saya menghargainya.
to Novi:
Saya rasa, itu lebih berhubungan dengan pornografi anak, yang menurut konvensi International harus diberantas. Lagian berapa juta rakyat Indonesia yang -tidak begitu- (ya dan berapa pesen dari mereka yang berada di Bali/Papua yang cukup jelas menolak). Atau mungkin ada fakta lain?
Menurut saya Inul adalah seseorang yang pantas diteladani. Alangkah kasihan dia bila ditahan RUU.
Sungguh argumen yang menggelikan bagi pendukung RUU APP
Bahwa pornografi harus diatur, semua juga setuju, jangan bisa tergeletak di jalanan seenaknya
Dari semua contoh kasus yang diberikan diatas, apa tidak cukup untuk melihat ke AKAR permasalahannya?
Lihatlah lebih dalam daripada sekedar mengurusi wanita ataupun seniman yang memiliki selera berbeda dibanding anda sendiri, hargai hak orang lain!
Yang rusak adalah MENTAL orang2 yang melakukan pelecehan seksual!
Kenapa mereka tidak dididik?
Anda pikir masalah bisa selesai dengan menutupi tubuh para wanita?
Kalo mental udah rusak, dan yang namanya horny ya mereka bisa melampiaskan dengan seenaknya kepada korban yang dinilai lebih lemah, mao itu anak kecil, anggota keluarga, atopun wanita lemah yang sehari-hari berpakaian sopan
Kalo mental mereka baik, mao horny juga bisa diarahkan ke jalur yang lebih positif daripada melecehkan perempuan
Lagian kalo orang bisa merkosa cuman gara-gara karya seni, sepotong pemandangan paha ato payudara, itu udah jelas mentalnya rusak
Kenapa wanita yang mesti dijadikan kambing hitam?
Yang kita perlukan adalah RUU Anti Kekerasan Seksual!
GUA MENOLAK RUU APP
KARENA NANTI GUE GA BISA LIAT CEWEK2 PAKE PAKEAN SEKSI KAGI
PAKI ROK MINI, PAKE BIKINI, PALE BAJU FULL PRESSED BODY
KARENA GUE SUKA BANGET LIAT BODY CEWEK SEKSI APALAGI YG PUTIH MULUSSS
POKONYA KALO ADA RUU APP INDONESIA JADI KAGA ASIK
JADI KAYAK DI ARAB AJA
TOLAK TOLAK TOLA RUU APP
aku cuma mo bilang RUU APP=air mani org 2 ortodoks
wanita bukan objek bung!
kami tak butuh aturan 2 kalian!
emang elo siapa ngatur2 hidup orang?
kejahatan seksual di arab paling tinggi didunia INGAT TUH
TOLAK &TERUS TOLAK RUU APP
SAMPAI TETES DARAH TERAKHIR!!!!!!!!!!!!!
HARAP DIBACA OLEH SEMUA KALANGAN!!!! (KHUSUSNYA ANGGOTA DPR PERUMUS RUU APP DAN ORANG-ORANG YANG MERASA BISA MASUK SURGA KALO MENDUKUNG RUU INI)
betapa guoblognya tu orang-orang di DPR sama pemuka-pemuka agama plus orang-orang yang setuju ama RUU ini…..sekarang yang menurut dia porno,seksi atau sensual kan belum tentu sama dengan pendapat gw…EMANG SI PEMBUAT RUU AJA YANG PIKIRANNYA NGERES!!…contohnya buat gw pusar cewek tu gak seksi kok…trus goyang yang erotis itu yang kayak apa?…dan kenapa juga cuma cewek yng jadi objek..padahal yang buat RUU ini ada yang cewek juga lho…kasian banget kan bangsa ini…mau jadi pahlawan ya?….boleh…tapi pake otaklah….gak usah deh pake bawa-bawa agama atau atas nama moral atau pake nama Tuhan buat ngesahin tindakan kita…Tuhan tu gak perlu dibela koq…buat gw kita gak sepenuhnya bertanggung jawab koq atas kehidupan orang lain…tugas kita sebagai pribadi adalah kita cuma perlu ngingetin seseorang kalau dia salah,itu aja koq…kalau dia tetap nekat dan sebagainya itu kan urusan dia ama Tuhannya…memangnya kita siapa bisa membatasi atau menjaga semua orang di dunia supaya gak berdosa?…jangan dong kita mengambil kedaulatan Tuhan untuk menghakimi orang…kalo negara yang menghukum berdasar UU yang udah ada,gw setuju aja tapi jangan karena kita memaksakan pandangan dan konsep kita,YANG JELAS-JELAS NGACO,apalagi dipaksain jadi sebuah RUU yang menyangkut hidup orang banyak… lagian menurut gw UU yang ada udah cukup kuat koq buat memberantas pornoaksi&grafi cuma aparatnya aja yang guoblog!!…sekali lagi ya…semuanya karena aparat pemerintahnya yang guoblog..kerjaannya cuma nerima SUAP di lapangan…padahal dari dulu udah banyak tabloid-tabloid semi porno dan tempat VCD yang punya barang-barang tersebut…kenapa gak dari dulu aja diberantas?….KALAU APARATNYA TEGAS DARI DULU,GAK PERLU LAGI DPR DAN ANTEK-ANTEKNYA MERUMUSKAN DAN MENYETUJUI RUU APP YANG ADA SEKARANG INI!!!!!…MAKANYA OTAK TU DIPAKE JANGAN BUAT MIKIRIN TUNJANGAN MELULU….MENDINGAN TU OTAK DIPAKE BUAT MIKIRIN GIMANA CARA MEREVISI RUU INI SUPAYA BISA DITERIMA SEMUA PIHAK….makasih
gw juga punya keluarga yang masih lebih muda dari gw…
dan gw pun gak mau mereka terjerumus ke dalam pornografi/aksi…
tapi tetap gw gak setuju ama RUU APP kalo isinya gak jelas…
Drpd buat UU APP gimana kalo buat UU yg mengatur tentang org biar ngak nikah lebih dr 1, biar anaknya bisa diurus dengan benar baik pendidikan moral maupun materialnya, biar ngak jadi gelandangan, jadi anak-anak tuh tanggung jawab ortunya. Gimana anaknya mau bener pikirannya, imannya kalo ngak pernah diurus sama ortunya. Hrsnya dihukum tuh kalo org cerai dan kawin lagi dan menelantarkan anaknya seenaknya.
Saya Menolak UU APP , karena tidak sesuai dengan perkembangan jaman.
porno itu relatif, tergantung pikiran kita masing – masing . goyang inul di larang .sementara ada poligami award , dan roma irama bebas kawin cerai.
di Indonesia ini banyak orang -orang munafik, yang berarti maling teriak maling.
apakah kawin cerainya roma irama disebabkan oleh goyang ngebornya inul.?
bagaimana negara ini maju ,jika orang- orang berpikiran kotor dan munafik kayak dia ikut memikirkan negara ini ,dengan mendukung UU APP.
Saya MENOLAK RUU APP!!!! Meski saya wanita, saya tidak akan pernah mendukung RUU tsb! Karena apa? Pertama, RUU tsb benar2 membatasi ruang gerak para seniman,dan mematikan warisan-warisan budaya di Indonesia. Apa Anda tidak berpikir bahwa nantinya RUU tersebut akan menyebabkan revolusi budaya di Indonesia? Kedua, bukankah tanpa mengenakan pakaian minim pun, para pria tetap bisa “MENELANJANGI” wanita hanya dengan tatapan mereka?? Apa ada pasal yang mengatur batasan penglihatan seseorang?? Sungguh RUU yang tidak masuk akal! Bahkan ada yang mengatakan bahwa RUU ini melindungi martabat kita sebagai wanita, tapi bukankah sudah ada UU yang mengatur perlindungan terhadap pelecehan seksual dan tindak kekerasan pada anak dan wanita, jadi buat apa membuat UU yang serupa lagi padahal UU yang sebelumnya saja tidak 100% berhasil. Ketiga, saya ingin menegaskan bahwa “BALI TIDAK PERNAH MERAUP RECEH DEMI RECEH DARI AKSI PORNOGRAFI”, masyarakat bali tidak pernah membuka tempat yg mengharuskan pengunjungnya bugil…hey kita punya Tri Kaya Parisudha, dan pasal suci lainnya…jangan seenaknya mengklaim kita hanya bisa meraup keuntungan dari pornografi!!! Jika ada pun, itu bukan masyarakat Bali, mereka hanya org2 yg tak bermoral dan bersembunyi di balik nama pulau dewata ini. Mana ada org waras yg mau mengebom rumahnya sendiri! Keempat, RUU ini akan mematikan aset pariwisata kita! mana ada turis yang mau berenang dengan pakaian ala astronot! Kelima, jika pakai hipster aja dilarang, bagaimana dengan hotpants, rok mini, gaun terbuka yang menjadi andalah fashion para model? Butik2 karya desainer kenamaan Indonesia? Apa mereka harus gulung tikar?…Sebenarnya RUU ini mempunyai masalah yg amat kompleks…yah…saya tidak setuju dengan pornografi…tapi saya lebih tidak setuju lagi bila RUU ini disahkan… apa kita harus terus2an mengcopy peraturan2 dari negara tetangga (Palestina, Arab) yang belum tentu cocok dengan negara kita?? Mana makna dari bhineka tunggal ika???!!! Pemerintah pun harusnya menyelesaikan masalah2nya terdahulu! Korupsi gimana bung? Utang kita masi numpuk kan? Yeah…persis lagu Iwan Fals…masalah moral…masalah akhlak…biar kami cari sendiri…urus saja moralmu…urus saja akhlakmu…peraturan yang sehat yang kami mau!!!!
Yang gw liat dari beberapa postingan. Keliatannya yang mendukung RUU APP orangnya itu-2 aja. Meskipun pake nama yang beda tp gaya postingannya sama. Terutama yg menyamar jd made suryani.
Om org geblek, org Bali jarang dan hampir ga pernah menyebut JAHANAM. Kami lebih memilih biadab atau kurang ajar untuk mengantikan kata ‘naskeleng’. So you must be a fake person.
Walaupun apa yang dikatakan orang lain. Bali sudah bersatu untuk menolak RUU APP.
Ada pejabat yang mengatakan Bali tidak menolak RUU APP. Komentar dari org-2 tolol itu berbeda dengan yg terjadi di Bali.
Jika mau melindungi perempuan. Buat RUU anti perkosaan dan pelecehan perempuan.
Jika RUU APP disahkan, sama dengan menhukum perempuan karena membuat laki-2 konak. Kan aneh!!!! Yg salah siapa????
Sama juga dengan menghukum orang yg membawa pisau karena ada orang yang menjadi ingin membunuh setelah melihat pisau… Yang psikopat itu siapa yah? Yg bawa pisau atau yg ingin membunuh???
CAMKAN baik-2 : Mikir pake otak dong!!!!!
Masa hukum jadi terbalik.. Orang akan dinyatakan bersalah sampai dia bisa membuktikan dirinya tidak bersalah ( asas pembuktian terbalik ).
I live in Bali, so don’t fool others with your false comment.
Peace….. TOLAK RUU APP
Ada batu di balik udang….
Yang bikin RUU APP pasti orangnya mesum semua deh,,, knapa sih harus tubuh wanita yang disalahkan atas semua dosa?? Astaga,,, harusnya mereka malu. Berpikirnya kok dangkal banget sih. Coba deh, ada ga yang bisa menjamin kalo dengan disahkannya RUU ini, pemerkosaan n pelecehan seksual terhadap wanita ga bakal ada lagi di Indonesia? Gue juga sering ngalamin gimana tubuh gue ‘ditelanjangin’ sama abang-abang itu padahal gw lagi pake seragam sekolah yang rok dan kaos kakinya panjang sampai ga kelihatan kakinya, plus kemeja yang sama skali ga ketat. Harusnya mereka itu yang dihukum, bukan wanitanya. Anak-anak SMP aja bisa mikir, kok yang katanya orang-orang pinter itu ga bisa ya? Apa Indonesia mau dijadiin negara Islam? Jangan egois dong,, plis,,,plis,, kalo Indonesia ini mo dijadiin negara Islam, trus gw mau ngungsi kemanaaa??
Memperbaiki moral bangsa????
Apakah yang menyusun ruu ini orang suci semua? Yg moralnya baik?
Orang jadi anggota dpr aja PAKAI uang koq mau-maunya mengajari SELURUH bangsa Indonesia ttg moral yg baik.
Wahai penyusun RUU APP perbaiki dulu moralmu shg jadi suci, jadi saint/santo dulu baru nyusun RUU KEMORALAN BANGSA.
–Negara koq gak bisa membuat penduduknya nyaman–.
Indonesia……. what a country?
Saya senang mengikuti banyak perdebatan tentang RUU Pornografi dan Pornoaksi
di media masa untuk mengetahui bagaimana argumentasi kedua kubu dalam
mempertahankan opininya. Tetapi menurut saya belum ada diantara mereka yang
argumentasinya menyentuh permasalahan sesungguhnya. Perdebatan seringkali
berdasarkan kepentingan masing-masing. Satu pihak ingin menekankan suatu
pemahaman tentang hal “Porno” yang merusak moral, pihak lain menekankan
masalah siapa yang akan menjadi calon “korban” UUAPP?”.
Saya juga ingin mengungkapkan opini tentang Porno sekedar untuk sumbang saran.
Tetapi sebelumnya saya mau sharing pengalaman hidup saya sewaktu masih kecil.
Saya baru merasakan rasanya buah semangka pada usia 12 tahun karena sejak kecil
ibu melarang saya makan buah semangka. Larangan itu mengacu pada rasa kuatir
ibu kalau-kalau saya terjangkit penyakit Muntaber dan meninggal. Pemahaman
yang beredar di masyarakat waktu itu kalau kita memakan buah semangka dicampur
gula menyebabkan Muntaber yang berakibat fatal. Saat itu memang ada wabah
muntaber dan banyak korban meninggal.
Maka dibuatlah peraturan tidak boleh ada buah semangka dirumah kami, alasannya
meskipun buah semangka yang tidak dicampur gula tidak berbahaya, tetapi bisa
saja kita lalai tanpa sengaja memakan buah semangka setelah minum air gula.
Setelah dewasa saya berpikir kenapa mesti takut dengan buah semangka?
Penyebab muntaber adalah bakteri cholera. Lebih baik menjaga kebersihan dan
menjauhkan makanan dari lalat? bukankah Tindakan ini jauh lebih masuk akal
daripada melarang kehadiran buah Semangka? Lagi pula peraturan ibu tidak bisa
menjamin kami tidak terserang muntaber dan meninggal. sebab masalahnya bukan
pada buah semangka dan air gula.
Saya tidak menyalahkan ibu karena ia kurang pengetahuannya tetapi dari
pengalaman itu saya belajar untuk mengkaji lebih jauh semua persoalan yang
saya hadapi untuk mencari titik permasalahan yang sesungguhnya.
Berkaitan dengan soal Porno perlu dilihat dan disadari kenyataan bahwa:
Pemahaman yang melekat di benak masyarakat kita, kata Porno sama dengan
ketelanjangan (terutama pada bagian tubuh manusia yang merangsang munculnya
berahi).
Padahal tidak semua yang telanjang selalu porno. Sebenarnya arti kata porno
adalah suatu tulisan (gambaran) tentang orang yang sedang berhubungan kelamin
atau persundalan (secara khusus bisa bermakna perZinaan atau penyalahgunaan
hubungan kelamin Extramarital /premarital seperti pelacuran dan perselingkuhan).
Saya tidak tahu persis bagaimana munculnya pemahaman yang menganggap Porno
sama dengan ketelanjangan? barangkali logika masyarakat secara gampang
menganggap bahwa Ketelanjangan bisa menimbulkan nafsu berahi dan akhirnya
dapat memicu pikiran porno, begitulah kira-kira.
Jika memang benar demikian, bagaimana halnya dengan masyarakat di pedalaman
yang masih telanjang? apakah tiap hari mereka berpikiran porno? Setiap budaya
dan norma masyarakat di masing-masing daerah /suku berbeda dalam menyikapi
masalah ketelanjangan. Saya pikir ilmu sosial budaya atau ilmu tentang etika
moral yang dapat menjelaskan hal ini dengan tepat!.
Dari kacamata keagamaan tidak semua agama mempunyai pandangan yang sama
mengenai ketelanjangan. Terbukti banyak bangunan ibadah yang bergambar orang
yang telanjang.
Di dalam sejarah dunia kita tidak pernah ada yang menceritakan tentang rusaknya
moral generasi muda suatu bangsa karena gambar /sesuatu yang telanjang.
Dari sisi Psikologi juga tidak pernah ada pernyataan /peneliti yang mengatakan
bahwa melihat suatu ketelanjangan akan mengganggu perkembangan jiwa seseorang.
Malahan onani (masturbasi) dianggap normal. Tidak menggangu kesehatan.
Di kehidupan sehari-hari masyarakat kita, kejahatan dan kekerasan sexual
sering dikaitkan dengan hal-hal “porno”(baca=telanjang), padahal sebenarnya
lebih dekat dengan gangguan jiwa (psikopat=penyakit jiwa).
Gangguan jiwa dan kekerasan sexual biasanya justru berhubungan dengan persepsi
dan pengalaman sexual yang salah atau kekerasan, bahkan sering erat sekali
dengan perkembangan kepribadian yang terganggu (minder, tertutup dll) yang
kadang tak ada hubungan sama sekali dengan hal porno dan ketelanjangan.
Menolak ketelanjangan dengan alasan porno /tabu, sama dengan menolak kenyataan
tubuh manusia. Mungkin justru orang-orang yang menolak ketelanjangan akan
mengalami gangguan kejiwaan Karena mereka akan berada dalam suasana dualisme
antara pikiran (yang menolak karena takut bersalah /berdosa terhadap Dogma
/norma agamanya) dan perasaan (yang sebenarnya ingin dan senang sekali melihat
ketelanjangan).
Mungkin perlu direnungkan kembali jika ada dogma agama yang menyamakan porno
dengan ketelanjangan atau menganggap ketelanjangan pasti akan memicu pikiran
porno, supaya perasaan berdosa ummatnya tidak lagi salah tempat.
Tingkat rangsangan sexual tergantung pengalaman individual. Seorang pria di
pedalaman yang masih belum berpakaian tidak tergerak untuk memperkosa anak
tetangganya yang sedang bermain dengan bertelanjang bulat. Tetapi di kota
besar dimana semua orang berpakaian justru banyak kasus pedofilia, pemerkosaan,
pelecehan sexual, dan lain-lain. Di koloni kaum nudist tidak pernah terdengar
kasus pemerkosaan. Tanya kenapa? Mungkin suasana di lingkungan masyarakat
yang berpakaian membuat orang saling curiga (penasaran) tentang apa yang ada
dibalik hal yang ditutupi, lalu mulai berimajinasi membayangkan perkara-
perkara yang tidak baik.
Kalau seorang anak kecil melakukan hubungan sebadan dengan temannya itu
masalahnya berbeda. Ia melakukan hal itu Karena kebodohannya, sebenarnya ia
tidak tahu apa yang dikerjakannya dan hanya disuruh /meniru. Permasalahan
sebenarnya adalah siapa yang menyuruh /siapa yang ditiru? dan bagaimana pula
mereka bisa melihatnya? siapa yang bertanggung jawab?
Apakah kita mau melepas tanggung jawab dan menyalahkan media? atau menyerahkan
tanggung jawab ini kepada negara /suatu badan “polisi kesusilaan”?
Kalau dua remaja melakukan hubungan sexual sebelum menikah setelah menonton
Film Porno, ini masalahnya lain lagi, mereka melakukan karena rasa ingin tahu
/coba-coba lalu ketagihan. Sebenarnya bukan Film porno yang membuat mereka
melakukannya tetapi karena ketidaktahuan mereka tentang akibat perbuatannya.
Tidak mengerti apa makna sesungguhnya tindakan bersanggama.
Yang mereka diketahui adalah bahwa apa yang dilakukannya dapat memberikan
kenikmatan. Sekalipun tidak pernah menonton Film Porno toh mereka tetap akan
melakukannya karena meski tidak diiming-iming atau diajari, semua orang pasti
ingin dan bisa melakukannya secara naluriah.
Sesungguhnya tindakan seksual bukan hanya untuk menyenangkan diri sendiri.
Dalam arti yang lebih luas adalah untuk mengungkapkan cinta dan membahagiakan
orang lain. Ini adalah Tanggung jawab Moral bagi siapapun yang melakukannya.
Jadi bila tindakan itu hanya sekedar melampiaskan rasa keingintahuan, iseng
atau hanya untuk melampiaskan hawa nafsu berahi maka akan menjadi suatu
pelanggaran moral yang berat. Disini terasa pentingnya pendidikan sex remaja
untuk memberikan pemahaman mengenai sexualitas yang baik dan benar, karena
disfungsi seksual akan menyebabkan disfungsi sosial pula. Dengan memberikan
pendidikan sex sejak dini akan mempersiapkan generasi muda masa depan menjadi
dewasa secara seksual (Sexual Quotient), sehingga kelak tak menyalahgunakan
tanggungjawab sosial mereka untuk sekedar mereguk kenikmatan yang egois.
Kalau ada remaja atau orang dewasa melakukan perkosaan /pelecehan sex setelah
melihat gambar telanjang /dianggapnya porno, sebenarnya ia telah melempar
tanggung jawabnya untuk mengendalikan diri dan menyalahkan orang lain atas
ketidakmampuanya menahan diri. Kita jangan terkecoh ikut-ikutan menyalahkan
media atau orang lain yang dianggap sebagai penyebab kelakuannya.
Sebenarnya walaupun seseorang melihat hal yang porno dan terangsang ia tidak
berhak melakukan pelecehan atau kekerasan sexual terhadap orang lain. Dan lagi
meski tidak melihat hal yang dianggapnya porno seseorang dapat saja melakukan
pemerkosaan.
Kita seringkali menyederhanakan masalah kekerasan /pelecehan sexual dengan
mengkaitkannya pada hal Porno (ketelanjangan) saja. Rupanya cara ini paling
mudah untuk menunjuk kambing hitam. Dan selanjutmya minta dibuatkan peraturan,
agar semua hal yang dianggap sebagi pemicu kekerasan sexual seperti porno dan
ketelanjangan harus dijauhkan dari hadapan kita supaya tidak menimbul berahi.
Pengendalian diri atau minta orang lain mengawasi tingkah laku kita? Apakah
kita sudah tidak mampu mengendalikan diri atau belum cukup dewasa untuk bisa
bertanggung jawab?.
Menurut saya kasus Pemerkosaan adalah Pelanggaran Berat Hak Azasi Manusia!
permasalahan bukan tentang porno atau pada apa yang menjadi penyebab dorongan
untuk melakukannya tetapi betapa seseorang tidak lagi menghargai orang lain.
Para pelaku lebih mengikuti dan mendengarkan keinginan yang mendorongnya
daripada mendengarkan keinginan korbannya, karena tidak ada rasa hormat
terhadap hak orang lain untuk menolak.
Apakah dengan KUHP sudah cukup tuk menghukum dan menghentikan para pemerkosa?
Barangkali jika memang diperlukan KOMNASHAM sebaiknya diberi lahan lebih luas,
tidak hanya menangani pelanggaran hak asasi yang terjadi dalam skala besar
saja, tetapi juga untuk hal kecil dan sederhana yang dapat menimbulkan dampak
psikologis yang cukup besar dan luas.
Jika tidak ada penghormatan terhadap hak asasi? Saya ragu apakah UUAPP dapat
menurunkan tingkat kejahatan sexual dan menjaga moral generasi muda kita?
Mungkin orang-orang tidak akan berani melakukan pelecehan atau kejahatan sexual
karena takut melanggar UUAPP, tetapi tetap saja tidak mengerti mengapa tidak
boleh melakukannya. Maka mereka akan mencari celah-celah kelemahan hukum.
Sekali lagi permasalahan sebenarnya bukan pada hal yang Porno (ketelanjangan).
Jadi kenapa kita takut dan menolak ketelanjangan atau hal-hal yang merangsang?
bukankah lebih baik kita belajar mengendalikan diri dan mengajarkan kepada
seluruh generasi bangsa ini bahwa menghargai Hak azasi orang lain lebih utama
daripada hak azasi kita sendiri, serta membudayakannya di dalam seluruh sendi
kehidupan masyarakat kita. Saya pikir cara ini lebih sehat dan memungkinkan
untuk dilakukan daripada melenyapkan porno (Ketelanjangan) dari hadapan kita
selain hal itu sangat sulit, dampaknya justru negatif dan kontra produktif.
Barangkali kita perlu UU “Penghargaan hak azasi orang lain”. Saya yakin bukan
hanya masalah pemerkosaan tetapi juga masalah korupsi dan pelanggaran lain
yang mungkin akan terkena undang-undang ini.
Perdebatan Masalah Porno memang mengasyikkan dan tak akan ada habisnya.
Saya tidak ingin menolak RUUAPP juga tak hendak mendukungnya. Sebab saya
laki-laki tidak akan menjadi sasaran RUUAPP bila disahkan menjadi UU.
Saya senang menyaksikan perdebatan mengenai hal ini. Usulan saya untuk anda
yang menolak RUUAPP, argumentasi dan perjuangan anda jangan hanya untuk
kepentingan kaum perempuan saja, meskipun kebanyakan yang menolak RUUAPP
bergerak dalam perjuangan hak perempuan. Sebaiknya tujuan perjuangan
diarahkan dan didasarkan pada penghormatan hak asasi manusia yang lebih luas.
Jadi tidak hanya untuk kepentingan sendiri karena takut menjadi korban UUAPP.
Untuk anda yang mendukung RUUAPP perlu dipikirkan kembali dasar argumentasi
/alasan yang lebih mendasar, ilmiah dan universal sehingga dapat diterima
oleh semua golongan. Sebaiknya dikaji lebih jauh benarkah ketelanjangan dapat
merusak moral generasi muda? harus diteliti sejauh mana dampaknya? Mungkin
harus membuka lagi referensi dari para ahli (sexologis dan etika /Moralis).
Apakah terapi dengan UUAPP dapat mencegahnya? Sudah sedemikian parahkah
kondisi yang mengancam generasi muda kita sehingga mendesak adanya UUAPP?
Kalau ada banyak kasus perkosaan bukan berarti semua pemuda kita bobrok.
Mereka itu hanya sebagian kecil dari seluruh generasi muda kita dan saya
pikir masih lebih banyak kaum muda kita yang bermoral baik, mampu bertanggung
jawab, menghargai hak asasi orang lain dan juga senang melihat gambar-gambar
orang telanjang.
Mudah-mudahan tulisan saya ini dapat memberikan masukan dalam membahas
masalah Pornografi dan Pornoaksi
Purworejo, 25 Maret 2006.
Anton
ayoooooooo kita dukung disahkan nya RUU APP,
hanya orang2 yang ingin berniat mertontonkan tubuh wanita, melakukan pelecehan thd wanita yang menolak UU RUU APP
ayoooooooo kita dukung disahkan nya RUU APP,
hanya orang2 yang ingin berniat mertontonkan tubuh wanita, melakukan pelecehan thd wanita yang menolak UU RUU APP
PADA SUATU MASA DATANGLAH SUATU UJIAN YANG MEMECAH BELAH MANUSIA. UJIAN TERSEBUT DATANG DARI SISI GELAP MANUSIA YANG SERAKAH, SERAKAH AKAN KEBENARAN YANG HANYA DIMILIKI SANG HYANG WENANG, YANG MAHA KUASA, YANG MAHA TAHU, ALLAH AZZA WA JALLA.
MEREKA MENABRAK SEMUA SIFAT YANG MEREKA ANGGAP LAIN, SISI-SISI YANG MEREKA TAKUTKAN AKAN MUNCUL DARI DALAM SANUBARI MEREKA.
SESUNGGUHNYA MANUSIA MEMBANGUN TEMBOK BESAR UNTUK MELINDUNGI SISI DALAMNYA YANG LEMAH DARI PENGARUH LUAR YANG TIDAK IA KENALI, AKAN TETAPI MANUSIA LUPA SISI GELAP DALAM DIRI MEREKA.
MANUSIA MELAKUKAN APA SAJA UNTUK MENYENANGKAN HATINYA BAHWA ‘SETAN’ DILUAR DIRI MEREKA BISA MEREKA BUNGKAM DENGAN PERATURAN YANG TERBUAT DARI SEDERETAN TINTA DI ATAS KERTAS, DENGAN SOKONGAN ANGGUKAN PERKUMPULAN MANDUL YANG ANGGUKAN ITU BERARTI SETUJU ATAUKAH AKIBAT RASA KANTUK…
HEHEHEHEEEHHHH…
SUATU IRONI GETIR…
JANGAN SAMPAI KITA SUATU SAAT BERCERITA PADA CUCU KITA:
“KONON PADA DAHULU KALA DI SUATU MASA, DIMANA ADA SEBUAH BANGSA BERNAMA INDONESIA, DI DALAMNYA HIDUP RATUSAN SUKU YANG TERSEBAR PADA RIBUAN PULAU-PULAUNYA….”
Kepada DR. Indah Arivia, bener ga sih omongannya?
kmaren tolak kok skarang dukung sih?
RUU nya masih byk cacatnya lho..
byk celah yg bisa dimanfaatin birokrasi, orang sakit jiwa di pemerintahan..
Pasal2nya msk dlm ranah privasi, itu kan melanggar HAM!
kl perlindungan anak saya setuju, tp itu kan sdh ada dlm UU pers dan penyiaran.
Implementasinya ga bener, kl memang ingin melindungi perempuan, mulai dari diri sendiri, bkn dari orang lain, pa lg menyalahkan keadaan..
Saya sebagai laki-laki TULEN, merasa dilecehkan oleh berberapa pasal dalam RUU APP ini, seolah saya keledai dungu yg tidak bisa mengandalikan penis dan otak saya hanya karena melihat paha dan sebagian dada…
Saya kecewa pada anda, saya berharap anda tetap pada pendirian yang dulu..
Atau jangan2 ini ngaku2 DR. Gadis Arivia }; (
jd curiga!
Kita serahkan saja RUU APP kepada wakil2 kita di DPR, bukankah kita telah mewakilkan pendapat dan suara kita kepada mereka????
Kembalilah kepada tugas masing2 yang guru jadilah guru yang baik , yang dokter jadilah dokter yang baik begitu pula profesi2 lainnya. OKE ???
Aaaaaarrrggghhh!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! Ga bisa ga bisa ga bisa ga bisa ga bisa!!!!!!!!!! RUU INI GA BOLEH DISAHKAN!!!!!!!!!! Oh tidak… Sekotor itu yah tubuh perempuan sehingga harus ditutupi sedemikian rupa??? SEKOTOR ITUKAH TUBUH PEREMPUAN????? SEKOTOR ITUKAH TUBUH KAMI???????? TOLONG JANGAN PANDANG TUBUH KAMI SEBAGAI SESUATU YANG MENJIJIKKAN!!!! Kenapa harus repot-repot, KALO KAMI MENJADIKAN TANAH INDONESIA INI PENUH DOSA, buang saja semua perempuan dari sini, dan kami kan bisa pindah ke tempat lain yang lebih bisa menghargai perempuan!!!! Ga usah bikin RUU munafik!!!!
DUKUNG RUU APP, brikan petisi di http://www.petitiononline.com/ruuappri/petition.html
Dari semua comment yang aq baca, mungkin comment panjang punya sdr Anto yang menurut aq paling dalem, dan mengena. So salut buat you.
Emang bener, RUU APP bikin heboh bgt. Seumur-umur (umur gw 21) br denger ada peraturan yang bikin heboh plus aneh bin ajaib kaya’ gini. Serius. Kenapa gw berani bilang aneh bi ajaib? Soal nya baru kali ini gw liat ada draft peraturan yang dimana ‘berniat’ melindungi krbannya (pihak perempuan/wanita), tapi malah memasung dan mengkriminalkan sang korban. Aneh khan? Emang gw ga’ kuliah di fakultas hukum, tapi gw tau yang nama nya peraturan kaya’ gini udah melenceng dari niatan awalnya. K’lo mau melindungi sang wanita/ korban, ya beri hukuman pada pelaku pelecehan seberat-berat nya donk. Khan lucu k’lo nanti ada pelecehan seksuil, yang ditangkep justru korbannya karena pake baju yang ‘dianggap’ seksi….
Sekarang balik lagi ke RUU nya, draft dari RUU yang saya baca sangat samar (Jadi buat sdr MAKSUM, yang baca RUU APP juga banyak yang nolak ko’). Mungkin bagi beberapa orang yang mendukung, dia memiliki pemikiran yang positive sehingga batasan yang dia miliki sangat beralasan. Tapi ingat, BATASAN YANG ADA PADA RUU INI SANGAT SAMAR. Sekarang coba pikirkan atau bandingkan batasan-batasan yang anda miliki (para Pro RUU) dengan teman-teman sesama anda secara luas. Jangan hanya pada lingkup anda sendiri. Saya pastikan pasti ada perbedaan. Ini lah yang menurut aq rada rancu. Yang namanya peraturan, batasan tuh harus jelas dan tidak berubah2. Karena, jangan sampai RUU ini ditafsirkan berbagai macam oleh instansi yang nantinya bakal menjadi pelaksana/eksekutornya. Karena berpotensi menjadi premanisme, lahan bagi para penikmat pungli, dll.
Selanjutnya, kenapa sih harus perempuan yang diatur. Yang terkadang punya otak kotor khan kita para lelaki, masa yang diatur harus perempuan? Sesuperior itu kah kita di mana harus laki2 yang mengatur lawan jenis? Dan lagi, sebejat itukah para laki2 sehingga kita tidak bisa menahan nafsu melihat lawan jenis, sehingga para wanita yang harus diatur? Nonsense, omong kosong. GW sebagai cwo’ merasa tersinggung apabila RUU ini di sahkan. Gw masih punya iman, gw masih punya moral, dan gw ga’ perlu UU macam itu untuk mengakomodir nafsu gw. Kenapa, gw masih bisa inget Allah SWT yang Maha Melihat. Terakhir, gw masih takut sama dosa.
Bangsa kita adalah bangsa yang sangat HETEROGEN (tau heterogen khan? K’lo ga’ tau, sekolah aja lagi di SMP). Terlalu banyak suku2, adat budaya, dan agama. Kita ga’ boleh merasa paling benar, paling banyak pendukungnya, paling superior. Inget, Bhineka Tunggal Ika, tuh bukan menyatukan semua suku2 bangsa mengikuti suku yang superior. Bhineka Tunggal Ika tuh menggandeng suku2 bangsa yang ada untuk sama2 membangun Indonesia yang satu. So jangan sok Superior, jangan sok berkuasa, dan jangan sok paling benar.
Kesimpulannya, gw menolak yang nama nya pornografi, dan GW JG MENOLAK RUU SAMPAH SEPERTI INI. Wahai anggota dewan yang (merasa) terhormat. Lihat lah bangsa ini secara menyeluruh. Jangan kau rusak bangsa ini hanya karena tuntutan pendukung mu.
WASSALAM…..
Nita Says:
March 13th, 2006 at 7:57 pm e
Saya menolak RUU APP.
Alasannya:
1. RUU ini tidak penting. Moral bangsa adalah hal yang sangat penting, tapi RUU APP ini tidak penting. Polisi moral hanya ada satu: Tuhan.
[Jawab: Emangnya tuhanmu bakal bawa-bawa borgol di pantai Kuta sana, atau di rumah-rumah bordil, atau di Studio2 Foto seronok? Kok anda memperbudak tuhan anda sendiri sih? Justru tuhan itu “pemberi tatanilai” dan manusia adalah pelaksana/implementator/eksekutor-nya…]
Bagaimana UU ini dapat memberikan jaminan bahwa moral bangsa kita – yang menurut pencetus RUU ini bobrok -, akan menjadi lebih baik
[Jawab: Ya mangkanya dibikin Undang2-nya, biar orang tidak leluasa ngumbar kepornoan…].
Orang bisa saja melihat sebuah patung telanjang bulat tanpa timbul dorongan seksual, bahkan sebaliknya, ada juga orang yang hanya melihat telinga sesorang bisa timbul gairah seksual
[Jawab: Lha mangkanya telinga juga musti ditutupin, biar anda tidak jadi napsu gara2 liat tuh telinga….].
Nah, bagaimana para anggota parlemen bisa menetapkan standar atau parameter dengan adil?
[Jawab: Mangkanya standarnya dibikin bersama di DPR, yaitu para wakil rakyat.... Kan and sendiri yg dulu ikut pemilu, memilih DPR anda….. Nah, DPR anda itulah yg bikin standar bersama atas dasar musyawarah… Kalau ternyata hasil musyawarahnya mengesahkan RUU itu ya anda harus legowo dong…..(?)]
Masih banyak program RUU yang lebih penting terutama yang menyangkut kesejahteraan masyarakat banyak. (a.l. ruu informasi dan transaksi elektronik, dll).
[Jawab: Kalau anda termasuk penjaja ke-porno-an maka porno itulah dagangan/komoditas utama anda, dan itulah yg anda pandang sebagai hal yg harus paling dilindungi. Tapi kalau anda anti komoditas ke-porno-an dan anda punya komitmen untuk mengembalikan kehormatan dan kehormatan bangsa maka pasti anda akan memandang RUU ini sangat penting. Ingat, kebutuhan hidup bukan Cuma kebutuhan seorang diri anda. Di luar diri anda ada kebutuhan hidup secara kolektif yg memerlukan pengaturan tata pergaulan dan moralitas. Kebutuhan nidup bukan Cuma reformasi dan elektronika, tetapi perlu bermoral dan bermartabat. Demikianlah bangsa yg mau beranjak dari sekedar kebutuhan PERUT dan BAWAH PERUT non..]
3. RUU ini diskriminatif terhadap kaum perempuan. Karena dalam uu ini perempuan ditetapkan sebagai komoditas seksual.
[Jawab: Itu de facto non, bukan hanya kata teks RUU ini. Justru RUU ini akan mengubah fakta eksploitatif thd wanita menjadi TIDAK eksploitatf. Kok anda malah sewot sih? Anda masuk kategori wanita liar kali ya, yg tak mau ada pagar moralitas dan martabat ya?].
Jangan karena beberapa manusia yang berpikiran ‘jorok’ melihat bagian tubuh tertentu dari perempuan, si perempuan yang dipersalahkan. Si manusia tersebutlah yang perlu dididik, dan bukan dibuat RUU lelucon seperti RUU APP.
[Jawab: Untuk mencegah pencurian bukan hanya diperlukan hukuman bagi pencuri (sebab ini bukan mencegah, ini sudah kurasi), Untuk mencegah pencurian diperlukan juga pengamanan dalam menyimpan aset, supaya tidak diincar maling (ini tentunya kalau asetnya memang tergolong mahal dan harus diamankan dari para maling). Tapi saya nggak tahu kalo Non NITA ini seluruh kehormatan dan kewanitaannya kayaknya bukan aset yg berharga kali ya, jadi tidak butuh perlindungan hukum, tidak butuh pengamanan, tidak berlu ditutupi, tidak perlu dijaga ketat sebagai sebuah kehormatan. Digelar saja sepanjang jalan, biar semua orang menikmatinya, biar kaum “ngeres” mengincarnya dan siap2 memperkosanya, atau biar saja dikerubungi laler ijo. ICH... jijik!!!].
Didikan dimulai dari keluarga.
[Jawab: Bagaimana keluarga mendidiknya akalu di tengah keluarga itu setiap saat tersaji kepornoan di TV dan di majalah2, di koran2, di komik2, di laci meja belajar anak2. Coba pikir. Gimana dong konsep pendidikan yg menurut Non Nita bakal berhasil?]. Oleh karena itu, keluarga yang harus dibenahi, keluarga Indonesia harus dibuat sejahtera, dibuat pintar dan bijak sehingga mereka bisa mendidik anak-anak mereka dengan baik. [Jawab: di tengah masyarakat yg permisif terhadap kepornoan tidak akan lahir manusia yg terdidik dan bijak. Yg bakal ada adalahmanusia2 yg ketika hidupnya susah maka mereka akan berpikir NGERESSS, mereka mudah menjual kehormatan, dan hal itu akan dianggap lumrah. Boro2 membenahi keluarga jadi manusia2 pintar dan bijak. Pikiran NGERESS sih potensial ada di tengah masyarakat SEJAHTERA maupun NON SEJAHTERA. Jadi critical point-nya keliatannya bukan di situ deh Non].
3. Daripada mengamburkan uang pajak rakyat, lebih baik uang sidang, uang konsumsi, teh, kopi, fotocopy, dll dari para anggota parlemen yg menggodok RUU ini dikumpulkan untuk dibelikan susu lalu dibagikan kepada anak2 bangsa yang malnutrisi dan tertimpa bencana alam.
[Jawab:dan pada saat yg sama anda dan konco2 anda tetap umbar/ jual/obral maksiyat yg dapat mengambrukkan martabat bangsa, gitu? Padahal biaya pembuatan RUU itu akan sangat tidak berarti dibandingkan akibat pikiran dan aksi/ perbuatan NGERES-mu dan potensial merusak seluruh tata nilai dan moralitas bangsa, tau… ]
masa depan indonesia ditentukan oleh kualitas anak bangsanya…
[Jawab: Tentu saja kualitas anak bangsa yg suka ngobral kehormatan wanita adalah kualitas anak bangsa yg sangat RENDAH. Iya kan? Hanya orang tak bermoral yg TEGA mengeksploitasi hal2 yg A MORAL. Orang begitu itu siap menjual emaknya, adiknya maupun bini dan anaknya, demi dolar/rupiah]
Salam,
Nita
Salam juga,
Komeng
pembuat web ini adalah sudeh jelas putra bali .yang dario kecil sudah terbiasa hidup dari maksiat.ya ALLAH timpakan lah TSUNAMI DI Bali aghar mereka tersadar atas perbuatan mereka.Amin……….
Argumentasi Penolakan
Ada beberapa alasan yang sering dikedepankan oleh para penolak Undang-Undang Antipornografi dan Pornoaksi (RUU APP)-jika diberlakukan. Di antaranya: Pertama, UU APP, jika diberlakukan, akan membunuh kreativitas para seniman. Jika kita telaah lebih dalam, ternyata kreativitas yang dimaksud oleh kelompok yang menolak lebih diarahkan pada kreativitas penciptaan seni semata-mata (itu pun dengan ukuran-ukuran seni yang tidak jelas), bukan pada kreativitas penciptaan ilmu dan teknologi guna peningkatan kesejahteraan hidup. Kreativitas jelas tidak boleh dilarang, namun perlu diarahkan, jangan sampai merusak tatanan kehidupan bermasyarakat; sebut saja penciptaan seni yang mengeksploitasi seks dan sensualitas. Lagi pula, jika para seniman hanya bisa tumbuh kreativitasnya ketika karyanya mengesploitasi seks dan sensualitas semata-mata, itu menunjukkan bahwa mereka tidak kreatif alias jumud. Sebab, mereka seolah tidak mampu menghasilkan karya-karya kreatif, kecuali yang mengeksploitasi kepornoan.
Kedua, UU APP akan mematikan pariwisata. Alasan ini juga perlu dikritisi. Jika alasan penolakannya adalah khawatir industri pariwisata akan mati dengan adanya UU APP, berarti secara tersirat industri pariwisata kita memang hanya menjual kepornoan, bukan industri yang menjual keindahan panorama alam, kelezatan makanan, kenyamanan tempat wisata, dan keramahan masyarakat. Padahal unsur-unsur inilah yang seharusnya dijual sebagai pariwisata, bukannya unsur-unsur yang berbau seks dan kepornoan, baik pornografi dan pornoaksi.
Ketiga, UU APP akan memberangus kebudayaan. Banyak pihak menilai, jika UU APP disahkan maka masyarakat Papua yang biasa memakai koteka, para wanita Jawa yang biasa pakai ‘kemben’, para wanita Bali yang biasa berpakaian terbuka, dan lain-lain dikhawatirkan akan dilarang. Untuk menjawab argumen ini tentu kita harus sepakat terlebih dulu, kebudayaan seperti apa yang harus dipertahankan dan harus dilestarikan. Kebudayaan yang harus dilestarikan tentu haruslah kebudayaan yang mencerminkan ketinggian martabat manusia dan selaras dengan nilai-nilai yang telah digariskan sang Pencipta, Allah SWT. Kebudayaan Jahiliah atau rendah serta tidak sesuai dengan martabat dan nilai-nilai yang digariskan sang Pencipta jelas tidak perlu dilestarikan. Kebudayaan yang mengumbar aurat atau mengeksploitasi perempuan demi memuaskan hasrat seksual laki-laki, misalnya, jelas tidak perlu dilestarikan hanya karena alasan seni, menjaga tradisi leluhur, memelihara kearifan (baca: budaya) lokal, dan lain-lain. Bukankah lebih baik, misalnya, orang-orang Papua yang terbiasa memakai koteka mulai kita ajari berpakaian yang ‘benar’ dan lebih ‘beradab’, yakni dengan pakaian yang menutup aurat.
Keempat, UU APP, jika diberlakukan, tidak mendidik masyarakat. Sebab, masyarakat nantinya melakukan perbuatan-perbuatan bermoral sekadar dilandasi keterpaksaan sebagai akibat diterapkannya hukum, bukan karena faktor kesadaran pribadi. Padahal kesadaran pribadi inilah, menurut mereka, yang seharusnya dikembangkan.
Alasan seperti ini juga mengada-ada. Sebab, jika logika ini dipakai, buat apa kita susah-susah membuat UU Anti Korupsi atau UU Anti Narkoba, misalnya. Sudah saja masyarakat dibiarkan memiliki kesadarannya sendiri untuk tidak korupsi dan tidak menggunakan narkoba. Tentu naif, bukan?! Sebab, justru salah satu fungsi hukum atau undang-undang-di samping untuk merekayasa masyarakat-adalah juga untuk mendidik masyarakat supaya mereka tahu mana yang benar dan mana yang salah; mana yang bermoral dan mana yang tidak; mana yang baik dan mana yang buruk; dst. Artinya, adanya hukum atau UU justru demi terciptanya kebaikan dan kemaslahatan bagi masyarakat.
Kelima, kalau tujuannya adalah melarang industri pornografi maka tidak diperlukan produk hukum lagi; diefektifkan saja UU yang sudah ada seperti KUHP dan UU Pers. Alasan ini juga cenderung mengada-ada. Kita tahu bahwa KUHP dan UU Pers kita tidak berdaya dalam menjerat pornografi dan pornoaksi. Karena itu, adanya UU APP ini justru harus kita pahami sebagai pelengkap atau pemerkuat UU yang sudah ada.
Keenam, tubuh manusia adalah keindahan yang merupakan anugerah dari Tuhan sehingga perlu disyukuri dan ‘dinikmati’. Argumentasi ini jelas merupakan logika orang ‘kurang iman’. Seharusnya ketika dikatakan bahwa tubuh adalah keindahan hasil ciptaan Tuhan maka harus juga dipahami bagaimana Tuhan mengatur tubuh manusia. Jelas, Allah SWT, sang Pencipta sekaligus pemilik tubuh manusia, telah melarang kita untuk ‘memamerkan’ keindahan tubuh kita di tempat umum. Allah SWT justru telah memerintah kita untuk menutup aurat kita rapat-rapat di muka umum. Allah SWT, misalnya, telah mewajibkan kaum wanita mengenakan kerudung atau khimâr (Qs. an-Nur [24]: 31) sekaligus memakai jilbab atau pakaian sejenis abaya yang longgar dan tidak tipis (Qs. al-Ahzab [33]: 59) ketika mereka hendak keluar rumah.
Ketujuh, kekhawatiran mayoritas menjadi tiran atas minoritas. Yang dimaksud mayoritas tentu Islam, sedangkan yang minoritas adalah non-Islam. Artinya, dalam pandangan mereka, jika UU APP ini disahkan maka Islam akan menjadi tiran dan menindas non-Islam. Jelas ini adalah kesalahan fatal. Sebab, tatkala Islam diterapkan secara sempurna maka kebaikan dan kemaslahatan bukan hanya untuk kaum Muslim semata, tetapi juga untuk seluruh umat manusia. Sebab, demikianlah apa yang telah dijanjikan oleh Allah SWT:
Tidaklah Aku mengutusmu (Muhammad) kecuali sebagai rahmat atas seluruh alam. (Qs. al-Anbiya ‘[21]: 107).
Lagi pula, dalam agama-agama samawi manapun, pornografi dan pornoaksi adalah terkutuk. Karena itu, alasan di atas sebenarnya lebih ditujukan untuk memojokkan Islam, bukan semata-mata menolak UU APP saja.
Kedelapan, UU APP akan memicu perpecahan (disintegrasi) bangsa. UU APP dianggap akan mendorong beberapa daerah untuk melepaskan diri dari negeri ini. Alasan ini pun mengada-ada. Sebab, pengesahan UU APP justru akan semakin mempererat tali persaudaraan, bukan memecah-belah. Sebab, semangat dalam UU tersebut adalah demi kebaikan bersama. Walhasil, alasan disintegrasi hanyalah ‘gertak sambal’ semata, sebagaimana tatkala akan disahkannya UU Sisdiknas dan UU Kerukunan Umat Beragama.
Saudara Anton: komen anda sangat bagus sekali. Benar-benar memberi insight yang baru tentang masalah ini. Menurut saya pandangan anda sangat bagus sekali. Memang benar kita seharusnya tidak perlu takut akan ketelanjangan karena kita lahir juga telanjang. Tubuh kita ciptaan Tuhan dan kita tidak perlu malu atasnya (afaik ini juga pandangan orang-orang dari kalangan nudis). Ketelanjangan bukan porno, itu sesuatu yang alami.
Saudara Joko. Kalau yang anda maksud saya, maka saya dengan terbuka mengatakan bahwa saya orang Jakarta (yang lahir, besar, dan masih tetap di Jakarta). Oh Tsunami di Bali? Kadang saya memang heran dengan beberapa orang yang begitu kejam pikirannya. Saya rasa kepedihan Tsunami di Aceh/Sumatra Utara sudah sangat dalam bagi Rakyar Indonesia (dan Dunia!). Saya yakin tidak ada orang lain yang ingin melihat bencana seperti itu dalam waktu dekat. Jangan asal ngomong lah, sebuah kertas RUU tidak sebanding dengan jiwa manusia.
Saudara Zaid. Maaf, tetapi saya kebetulan memiliki Agama yang berbeda dengan anda.
Benernya,aku bukannya menolak keseluruhannya..Malah,bagus lagi,akhirnya Indonesia bisa punya undang-undang APP kayak gini..Tapi,kayaknya sifatnya terlalu over banget deh..Masa,kita gak boleh lagi pake tank top atau rok mini?Gimana sama masalah mode fashion kita nantinya?Lagipula,kayaknya hal” kayak gitu gak penting banget buat diurusin..Kalo menurutku,APP tuh cukup diberantas di Media Elektronik,atau di majalah” yang gak bener aja..Itu udah cukup kok..Karena,Aksi Pornografi n Pornoaksi kan,bisa dibilang 80% didapat dari media kayak HP,atau majalah..Iya,kan?
Bahkan,seorang anak umur 13 tahun aja,udah bisa ngedapetin gambar” kayak gitu,melalui HP,dengan GAMPANGNYA!Dan..
Kita cewek..wanita ibu atau semua panggilan buat seorang wanita..kan,punya ciri khas masing-masing..Model kita berpakaian juga beda-beda..Jadi,kenapa mesti disamakan dengan cara yang gak penting kayak gini..Iya gak?
saat seorang seniman mengetengahkan seksualitas seorang manusia dalam karya seninya, seniman itu menganggap bahwa seksualitas adalah anugrah Tuhan kepada manusia dan harus dihayati dengan benar. Jadi, seni TIDAK SESEMPIT ITU.
Seni tidak pernah merusak tatanan kehidupan bermasyarakat, seperti yang dikatakan ZAID.
Jelas, yang mendukung RUU ini cuma orang-orang munafik yang sok suci. Yang tidak mengerti bahwa tubuh manusia seharusnya adalah hadiah dari Tuhan secara cuma-cuma, indah.
Plis banget dong, plis plis plis, buka mata. Yang menolak RUU ini juga ga setuju pornografi, yang menolak RUU ini juga punya agama, beriman. Saya juga punya perasaan bagaimana wanita ditindas, diperkosa, dilecehkan, tapi sebenernya banyak jalan yang bisa dilakukan untuk melindungi wanita. Tolong jangan pandang tubuh manusia (khususnya wanita) sebagai sesuatu yang kotor.
Dan jangan pernah berargumentasi tentang RUU ini dengan membawa ayat-ayat Islam, karena negara kita bukan negara agama Islam, RUU ini kan KATANYA untuk membawa kesejahteraan bagi semua rakyat Indonesia yang terdiri dari 5 agama, yang mengatur BUKAN ISLAM.
Islam sendiri mengajarkan yang baik, tentu saja, tapi saya benci dengan orang-orang yang menganggap bahwa Islam adalah agama yang paling benar seluruh jagat raya dan karena itu semua agama selain Islam harus dihapuskan. Saya benci benci benci dengan orang Islam yang radikal dan berpikiran sempit. Semua orang tahu bahwa Islam harusnya menjadi agama yang membawa ketenangan dan kedamaian bagi dunia, tapi tolong dong dihayati dengan benar. Jangan sombong. Jangan berasa udah pasti masuk surga karena pakai jilbab atau pakai peci.
Kenapa sih, dunia ini aneh? Kenapa sih dunia ini ga pernah adil? Plis, jwab deh pertanyaan dari seorang anak kelas 2 SMP ini. Saya masih bego, mungkin semua yang saya omongin itu salah, mungkin saya cuma satu-satunya anak SMP disini yang udah berani sok pintar menentang RUU ini. Saya ga pernah bisa mengerti, ga pernah bisa berpikir realistis, selalu menolak untuk percaya bahwa ketidakadilan akan terus ada di dunia sampai kapanpun, sekeras apapun saya berusaha.
Tapi yah gimana dong, saya cuma takut negara ini bakal jadi negara Islam, bukan negara Indonesia lagi, karena Indonesia sejak dulu terkenal dengan beragam suku dan agama.
tugas penyempurnaan akhlak bangsa adalah tugas kita semua yang hidup di dunia sebagai seorang khalifah. selayaknya kita harus menjaga kehormatan dan kesucian diri dan orang lain. karena wanita adalah penentu baik dan buruknya suatu bangsa. itu mengapa disebutkan bahwa tanah dan bumi kita adalah ibu pertiwi. junjunglah harkat dan martabat wanita dengan MENDUKUNG PENGESAHAN RUU APP. Wahai kaum wanita kami menghormatimu, kami menjungjung tinggi hak-hakmu, kami menyayangimu, karena ibu kami adalah seorang wanita.
Menjunjung hak dengan menguranginya?
saya sebagai salah satu artis seni, yang bergerak dalam bidang fotografi, bagi saya uu app ini, terlalu membatasi kebebasan dari masyarakat, terutama wanita..
salahkan seorang wanita yang mempunyai tubuh yang indah? yang meski dia memakai pakaian yang tertutup (celana panjang, baju lengan panjang) tetap menunjukan bahwa dia seorang wanita, yang cantik, dan seksi? seksi di sini adalah yang dimaksud dngan memiliki keindahan tubuh yang sempurna. salahkan seorang wanita untuk memiliki itu? bukankah tetap saja, baik berpakaian seperti apapun, pria akan tetap dapat berpikiran porno. bahkan hanya dengan membayangkan cantiknya wajah seorang wanita, anda dapat berpikir yang negatif bukan?jadi..menurut saya, tidakah lebih baik apabila kita mencari sumbernya?yaitu bagaimana dari pikiran dan persepsi anda mengenai sex dan pornografi. jujur, di indonesia, pendidikan mengenai sex adalah hal yang jarang. di sekolah2 tidak diajarkan hal2 ini, di dalam keluarga indonesia pun hal ini masi jarang, jadi dari manakah seseorang dapat mempunyai tanggapan benar atau salahnya dalam cara mereka berpikir dan memandang sex atau porno?bahkan secara kasar cobalah tengok, negara2 lain, mari kita liat, sebuah negara yang membebaskan porno, amsterdam contohnya, apakah indonesia lebih baik dari negara tersebut? semua itu kembali pada manusianya, bagaimana lingkungan mengajarkan mana yang benar dan mana yang salah.saya hendak bertanya sebodoh apakah seorang wanita untuk berjalan di pasar yang banyak preman atau pria2 kasar dan ia mengenakan pakaian yang tembus pandang?tapi juga seberapa banyak wanita yang hendak membanggakan tubuhnya yang indah dalam sebuah pesta jamuan makan, dimana ia mengenakan backless ataupun gaun yang berleher v?wanita pun tau, dimana ia harus menempatkan diri, sebenarnya pengajaran seperti inilah yang seharusnya diterapkan. saya memandang dari dunia fotografi, bahwa pemahaman akan nude foto adalah dimana seorang fotografer hendak menunjukan keindahan dari seorang wanita, pada dasarnya kita lahir, tanpa pakaian, tanpa apa2. yang sebenarnya manusia adalah diri kita dan apa yang ada di dalam tubuh, jiwa dan roh kita, tanpa selembar benang pun. tapi semenjak manusia jatuh dalam dosa maka timbul pikiran dan persepsi mengenai porno. kembali lagi kepada mereka yang memandang akan masalah tersebut. bagi saya, jika saya diperhadapkan dengan sebuah foto nude (dalam arti benar2 foto yang berkualitas dalam dunia fotografi, bukan foto2 ngasal seperti foto2 pada majalah porno) saya akan menilai, dan mencoba mengagumi keindahan tersebut, melihan warna, komposisi dan cara mereka bisa menunjukan keindahan dalam sebuah gambar.masalah mengenai apakah saya akan naik birahi atau tidak adalah masalah pribadi saya pada saat saya melihat hal itu, mungkin pada saat dimana seseorang timbul rasa untuk bercinta, maka pikiran itu akan keluar tapi saya yakin dengan pendidikan yang saya dapatkan baik spiritual maupun rohani, saya tidak akan keluar dan memburu seorang wanita untuk diperkosa, maupun dilecehkan. maka bagi saya kembali hal ini adalah bagaimana persepsi seseorang dapat dibentuk pada awalnya. pengajaran baik dalam sekolah dan keluarga serta lingkungan. itu yang menurut saya harus diperjuangkan. pemberantasan dvd porno, silahkan, saya mendukung, tapi janganlah hendak memberantas suatu masalah dengan hanya melihat pada “batangnya” dan bukan “akarnya”..hendak dikemanakan tarian bali? patung2 bali? yang seharusnya kita banggakan, yang merupakan sisa2 kebudayaan kita yang masi dapat dihargai oleh dunia luar, selain kebobrokan pemerintahan kta, moral masyrakat yang hancur, korupsi dan lain sebagainya. tanyalah pada masyrakat dunia, sisa apa yang masi bisa mereka hargai dalam indonesia.kegotong royongannya?keramah tamahan mereka? maaf, saya rasa semua itu hampir punah, dan bagi saya hanya sisa sisa kebudayaan indonesia baik seni maupun keindahan alam saja yang masi dapat dibanggakan.mari kita liat indonesia secara general, pada kenyataan masa kini, dimana kah indonesia?mari kita coba introspeksi diri, dan coba mengerti bahwa sebenarnya masalah ini adalah masalah cara pandang dan persepsi masyarakat.hendaklah itu yang perlu dipecahkan bukan bukan main asal buat peraturan yang memeksa untuk memberhentikan segala kesalahan yang memang sudah kita(bangsa indonesia) buat sejak awalnya.carilah akar dari permasalahannya.
saya tidak akan berbicara mengenai menentang maupun mendukung, tapi saya berbicara sebagai individual yang merasa sebagai manusia indonesia yang berpendidikan dan yang hidup sebagai bagian dari masyarakat indonesia dan mempunyai tanggung jawab individual terhadap negara indonesia.
Mari kita semua kembali ke nurani. Mencoba berpikir menyeluruh secara jernih. Tidak sepotong-sepotong, tidak mementingkan diri sendiri.
Planet-planet di alam semesta ini punya aturan, makanya bisa harmoni.
Kehidupan juga punya aturan, makanya bisa serasi.
So, APP juga perlu diatur.
Yang setuju dengan adanya UUD 45, dengan KUHP, KUHAP, UU Anti Korupsi, UU Sisdiknas, UU Kependudukan dan perundangan yang lainnya, PASTI SETUJU JUGA DENGAN UU APP. Walo bidang beda, tapi inilah aturan yang akan melindungi hak asasi manusia.
Mementingkan diri sendiri itu penting! Sudah banyak yang berkata, “Jangan tidak mementingkan diri sendiri”. Biarlah aku yang menjadi “sang ego”. Tanpa “ego”, kita sudah jadi komunis.
Kebebasan seseorang itu dibatasi kebebasan orang lain. Baiklah kebebasan orang lain dibatasi kebebasanku juga. Agar terjadi keseimbangan yang serasi.
yah yang namanya udah nggak ngerti tentang seksualitas emang susah diajak ngomong, karena otaknya udah ngeres duluan negatif duluan biar gimana juga bakal melakukan hal2 yang bejat. Ingatlah kendalikan pikiran karena semua sumber kebaikan dan kejahatan ada disana, tergantung orangnya mau dibawa kemana.
orang jahat karena kita yang bilang jahat kan? coba kalo maling pas ketemu kita ngasi kita uang banyak dan kita lagi butuh banget pasti malingnya dibilang baik, tapi pas dia di malingin jahtalah maling itu, dan kalo dia kepepet kemudian maling maka baiklah profesi maling itu hehehehehe…..
jadi gimana selanjutnya pikir ndiri aja!!!!
NB: ikutan ya molak RUU APP!
Kalau hanya tujuan RUU APP membentuk moral manusia dan mencegah tindak kekerasan terhadap wanita.. yah mestinya jgn dengan mengesahkan RUU APP dong, dibuat hukuman paling berat. contoh : pemerkosaan diberikan hukuman selama 40 thn atau seumur hidup. maka orang akan berpikir ratusan kali utk melakukannya dengan resiko demikian.
dengan ditegakkannya hukum tindakan kekerasan terhadap wanita dll mudah mudahan dapat teratasi, dengan mengesahkan RUU APP, jadi apa negara kita ini ? negara bermuka dua ? sok suci dan pahlawan ?
Jadi jgn di jadikan topeng RUU APP sebagai alat penyuci negara ini… masih banyak yg perlu dipertimbangkan buat negara ini..
SAYA Menolak keras RUU APP !
salam setengah merdeka..
bla bla bla bla…. *ampe berbusa*
makasi..
Wah,
Gimana dengan kebhinekaan kita yang teramat sangat indah ini.
Bukankah keindahan, ke elokan budaya kita bisa punah gara2 RUU APP.
maksud dan tujuan uu app ini sangat baik,yaitu dalam konteks membatasi…….tapi????apa yang menjadi tolok ukur pemerintah dalam membuat ISI uu ini,apa pencapaian maksimal yang hendak diraih dengan uu ini?,sejalankah dengan ideologi bangsa kita…falsafah?……
RUU APP tuch….ngebingungin…..pusing……..pusing…..pusing…pegimane kalo urus dulu ntu elpiji yang mo naek…ane kasih tau neh bang pemerintah ye…kalo emang otaknye orang udeh pengen mesum…..kagak bisa ditahan-tahan…seharusnye kan nyang namenye manusie takkut ame ntu…tuh hukuman tuhan….nah mangkenye kalo yang namenye udeh konak ditambah imannye lemah tapi si amennye kuat…kagak ngepek deh….MARDEKAAAAA
HEI BUNG BIKIN ATURAN KOQ SEENAK PANTAT SENDIRI, EMANGNYA YG BIKIN INI NEGARA MBAHMU? LAGIAN APA SIH YG NGGAK PORNO KALO EMANG OTAK LU KOTOR? JANGANKAN MANUSIA,ANJING PUN TELANJANG BISA BIKIN SYAHWAT KALO OTAK SITU EMANG KOTOR.UDAH DEH NGGAK USAH MUNAFIK JADI ORANG,KALO INGIN MEMPERBAIKI SESUATU JANGAN NYURUH ORG LAIN DULU,SURUH DIRI SENDIRI AJA
gw bner2 gak setuju ama neh RUU kenapa????
1.coba eh pikir gmana orang irian yang biasa make koteka!!!apa itu sepenuhnya salah mereka???bukankan karna mereka menganggap itu suatu kebudayaan bagi mereka.knp sampai sekarang mereka masih make koteka karna mereka masih primitif dan keprimitifan mereka itu di sebapkan karna amat sangat kurangnya pendidikan/pengetahuan bagi masyarakat irian.nah…seharusnya ini yang jadi pemikiran bagi pemerintah, bagaiman membuat rakyatnya pintar sehingga dapat mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk.
2.bagaimana nasib warga bali yang sebagian basar pendapatannya berasal dari wisatawan asing yang senang berjemur menggunakan bikini?????pasti wisatawan asing pada kabur karana adanya RUU ini.trus masyarakat sana mau makan apa lagi.pengangguran makin banyak deh kalo udah gitu pasti ujung2nya pada demo dan bilang pemerintah gak becus!!!trus gimana devisa negara??? pasti defisit lagi….defisit lagi…..yach gak???
3.trus mnurut gw neh yg bwat RUU udah gila deh!!gmn kalo orang mau berenang????apa dia harus pake baju selam apa trus pake penutup kepala???kayak pocong donk kliatan muka doank.
gw jg setuju ama salah satu pendapat yang ada di sini kalo urusan moral mah urusannya setiap individu sama TUHAN nya masing2 dan harusnya gak ada yang boleh ngatur2.dan gw jg saranin kalo jdi orang jangan suka ngurusi orang lain mending kita urusin diri kita dulu udah bner apa kagak?kita itu cuma bisa ngasih nasehat/memberitahu mana yang baik/buruk mnurut kita!!tapi kita gak bisa maksa orang untuk nerlaku sama seperti kita atau memaksa orang melakukan apa yang kita nasehatka iya gak se????
Hm… dengan kata lain, orang yang mendukung RUU APP itu bilang kalo orang Papua itu biadab, nggak bermoral, dan selama ini melakukan tindak kriminal ya?
Hebat sekali apresiasi kalian terhadap suku bangsa lain.
Saya heran, bagaimana reaksi “PARA MULUT BESAR” itu andai yang disahkan justru RUU ANTI-POLIGAMI yang jauh lebih melecehkan wanita daripada sekedar wanita yang bercelana pendek. Hm… let’s think about it
Telkom, Bandung
Lalu orang Bali yang biasa mandi di sungai itu… hm… semuanya bakal masuk penjara.
most of you are stupid person!!!
Komentar di sini ga bisa dijadiin bahan makalah, tidak berdasar dengan kuat, tidak berdiri pada logika ilmiah yang baik, tidak menimbang baik buruknya suatu keputusan, bisa dibilang asal ngomong.
i’m not at the both side
and i’m searching for good reason to choose and stand up
i don’t know what to speak anymore
you’re not helping
RUU APP kan banyak yg isinya konyol.. kayak ciuman ada bates waktunya… rok mini kagak boleh…
knp ga sekalian:
pelajaran mengenai reproduksi manusia dihapus dari kurikulum program belajar 9tahun?
kan enak tuh… org2 bakal kagak tau gimana bentuk tubuh lawan jenis…. biar sekalian generasi bangsa Indonesia ga tau cara reproduksi.. kan dengan demikian menekan jumlah pertumbuhan penduduk… ya ga?
Klo ada yg berpendapat bahwa seni yg mempertunjukan bugil itu haram….. bukankah bugil (=tubuh manusia) itu adalah citra dari Yang Maha Kuasa?
YMK menciptakan kita manusia dengan seni toh, bukan dengan asal2an.. klo asal2an bentuk kita2 ini yah .. kayak daging berjalan aja…
IMHO, RUU APP kayaknya sangat kondusif untuk membuat kaum Adam menjadi gay/homo. Why? yah liat aja cewek dilarang macem2.. sedangkan cowok boleh macem2
contoh: binaragawan cwok knp ga disuruh pake baju lengkap?
saya menolak RUU APP.
Saya menolak Rancangan Undang-Undang Anti Pornografi Pornoaksi. Tanya kenapa? Mari kita lihat, dari Segi mana RUU APP mendukung wanita? Meletakkan wanita di posisi paling mulia? Apakah wanita yang berpakaian tertutup dari kepala hingga ujung kaki adalah wanita mulia? Apakah benar RUU APP melindungi hak wanita jika jelas hak wanita dalam berpakaian tidak dilindungi? Apakah berpakaian tertutup da-pat mengangkat moral bangsa? Tidak, moral bangsa tidak dinilai dari cara seorang wanita berpakaian. Wanita berpakaian tertutup bukan berarti wanita itu bebas dari pelecehan atau pemerkosaan. Bukankah banyak wanita berpakaian tertutup diperkosa? Kalau memang harus diberlakukan berarti perancang-perancang busana terbuka yang sudah go international maupun yang belum, harus gulung tikar.
RUU APP membatasi ruang gerak para seniman dan intertainer. RUU APP juga akan mengubah budaya atau adat Indonesia. Jika RUU APP disahkan, bagaimana dengan orang Papua yang biasa memakai koteka atau perempuan Jawa dengan ‘kemben’nya?
RUU APP mungkin akan mematikan pariwisata Indonesia, mana ada turis yang mau berenang dengan memakai pakaian ‘astronot’. Selain itu, kan banyak wisatawan yang berjemur di pantai untuk menyehatkan warna kulitnya. Pasti diantara kita banyak yang berpendapat bahwa budaya ‘buka-bukaan’ di Timur ditularkan dari Barat. Salah. Ketika ada yang menyatakan hal itu pada orang Barat, orang Barat akan mengerutkan dahi dan menyangkal. Mereka malah meniru dari budaya Timur, yaitu dari pakaian-pakaian adat atau relief-relief dalam candi-candi. Sejumlah candi yang kita miliki merayakan kelamin dan seks. Bahkan sampai hari ini, di sejumlah daerah, laki-laki dan perempuan mandi dalam satu tempat tanpa ikatan dan tanpa birahi.
Berkaitan dengan soal porno perlu dilihat dan disadari kenyataan bahwa: Pemahaman yang melekat di benak masyarakat kita, kata porno sama dengan ketelan-jangan (terutama pada bagian tubuh manusia yang merangsang munculnya birahi). Padahal tidak semua yang telanjang selalu porno. Sebenarnya arti kata porno adalah suatu tulisan (gambaran) tentang orang yang sedang berhubungan kelamin atau persundalan (secara khusus bisa bermakna perZinaan atau penyalahgunaan hubungan kelamin Extramarital /premarital seperti pelacuran dan perselingkuhan). Logika masyarakat secara umum menganggap bahwa ketelanjangan bisa menimbulkan nafsu berahi dan akhirnya dapat memicu pikiran porno. Jika memang benar demikian, bagaimana halnya dengan masyarakat di pedalaman yang masih telanjang? Apakah tiap hari mereka berpikiran porno?
Di dalam sejarah dunia tidak pernah ada yang menceritakan tentang rusak-nya moral generasi muda suatu bangsa karena gambar atau sesuatu yang telanjang. Dari sisi Psikologi juga tidak pernah ada pernyataan atau peneliti yang mengatakan bahwa melihat suatu ketelanjangan akan mengganggu perkembangan jiwa seseorang.
Di kehidupan sehari-hari masyarakat kita, kejahatan dan kekerasan seksual sering dikaitkan dengan hal-hal porno, padahal sebenarnya lebih dekat dengan gangguan jiwa (psikopat=penyakit jiwa). Gangguan jiwa dan kekerasan sexual biasanya justru berhu-bungan dengan persepsi dan pengalaman seksual yang salah atau kekerasan, bahkan sering erat sekali dengan perkembangan kepribadian yang terganggu (minder, tertutup dll) yang kadang tak ada hubungan sama sekali dengan hal porno dan ketelanjangan.
Tingkat rangsangan sexual tergantung pengalaman individual. Seorang pria di pedalaman yang masih belum berpakaian tidak tergerak untuk memperkosa anak tetangga-nya yang sedang bermain dengan bertelanjang bulat. Tetapi di kota besar dimana semua orang berpakaian justru banyak kasus pedofilia, pemerkosaan, pelecehan seksual, dan lain-lain. Di koloni kaum nudist tidak pernah terdengar kasus pemerkosaan. Tanya kenapa? Mungkin suasana di lingkungan masyarakat yang berpakaian membuat orang saling curiga (penasaran) tentang apa yang ada dibalik hal yang ditutupi, lalu mulai berimajinasi membayangkan perkara-perkara yang tidak baik.
Sesungguhnya tindakan seksual bukan hanya untuk menyenangkan diri sendiri. Dalam arti yang lebih luas adalah untuk mengungkapkan cinta dan membahagiakan orang lain. Ini adalah Tanggung jawab moral bagi siapapun yang melakukannya. Jadi bila tindakan itu hanya sekedar melampiaskan rasa keingintahuan, iseng, atau hanya untuk melampiaskan hawa nafsu maka akan menjadi suatu pelanggaran moral yang berat. Disini terasa pentingnya pendidikan seks remaja untuk memberikan pemahaman mengenai seksualitas yang baik dan benar, karena disfungsi seksual akan menyebabkan disfungsi sosial pula. Dengan memberikan pendidikan seks sejak dini akan mempersiapkan generasi muda masa depan menjadi dewasa secara seksual (Sexual Quotient), sehingga kelak tak menyalahgunakan tanggungjawab sosial mereka untuk sekedar mereguk kenikmatan yang egois. Jadi bukankah menekankan pentingnya pendidikan seks lebih baik daripada menegas-kan cara berpakaian dengan cara paksa tanpa kesadaran pribadi yang belum tentu sukses?
-Sabrina-
*57935*
Pada dasarnya manusia akan menolak jika harga dirinya direndahkan. Contoh, apakah anda sekalian rela jika ibu kalian, saudara perempuan kalian, bibi dan lainnya ditelanjangi didepan umum, bagi yang berakal sehat tentu tidak jawabannya. Tapi karena pengaruh negeri kafir dengan selimut “mode” nya maka dibuat lah arus pemahaman bahwa membuka aurat di depan umum tidaklah mengapa. Cobalah kita sadari bersama, kenapa kita merasa asing dan jijik jika kita telanjang di tengah umum, dan naluri dan nurani kita selalu menuntun untuk menutupi aurat kita dengan sesuatu indah, baju yang bagus misalnya?
Tidak ada satu orangpun yang beragama dan berakal yang akan mendukung “telanjang didepan umum” dan menghalalnya.
Kemudian ada yang mengatakan ini bukanlah suatu yang penting, dan yang mengatakan perempuan lagi. Coba lihat, banyaknya korban perkosaan itu laki-laki atau perempuan? kalau sudah begitu siapa yang disalahkan, laki-laki atau perempuan? tentulah para laki-laki ini tidak terangkat sahwatnya jika tidak ada pemicunya, dan salah satu pemicunya dari banyak pemicu yang lain adalah baju yang dikenakan oleh para wanita dengan menampakkan bagian-bagian yang tidak sepantasnya diperlihatkan.
Dulu, wanita mengelu-elukan bahwa mereka memiliki derajat yang juga harus dihargai, tapi bagaimana dengan sekarang? mana harga diri mereka? dengan berpakaian seperti itu maka kaum wanita ini akan direndahkan dan diinjak-injak dengan sendirinya. Tidakkah para wanita ini sadar? dan tidakkah para laki-laki yang memiliki istri, ibu ataupun saudara perempuan menyadarinya?
Memang benar jika ada yang mengatakan hukum yang paling adil dan paling benar adalah hukum Allah subhana wata’ala. Tapi sayangnya yang sering mengatakan ini tidak mengetahui bagaimana hukum Allah itu diturunkan, sehingga dari mulutnya yang keji itu mengeluarkan kalimat yang benar untuk sesuatu yang batil/salah.
Takutlah kalian kepada Allah, dan tetaplah teguh berjalan dijalan-Nya yang lurus, hingga maut menjemput kita dalam keadaan Islam, insya Allah.
aku pikir untuk masalah ini adalah tergantung dari bagaimana kita menilai.KUHP sdh cukup menjadi alat control social ga usah ditambah2 yg lain.ini adalah fenomena kehidupan, bila ditentang dengan cara seperti itu hasilnya ga akan bagus.negara tidak berhak mengatur akhlak seseorang. kita semua pny jalan hidup masing2.doakan saja supaya para produser bokep insyaf semua, cewek2 yg pakai rok mini jg pada tobat.untung ruginya kan dirasain sendiri. kalau udah ngrugiin org lain kan udah ada kuhp.tinggal bagaimana penegakannya yg benar dan adil.
To Anggi:
Apakah anda benar2 berpikir kalau wanita yang berpakaian seksi itu melecehkan dirinya sendiri? Menurut saya tidak. Lihat saja cewek2 yang berada di Red Carpet. Kebanyakan dari mereka bisa tampil anggun namun tidak mengundang berahi.
Pertanyaan saya, apa cewek2 yang pernah ditulis di tabloid2 murahan secara sensual(?) benar2 merasa dilecehkan? Kalau begitu, mbok jangan tampil. Kan itu terserah pada si individu.
To note: pertama kali Playboy muncul di Amerika, ya kontroversial, seperti sekarang. Tapi itu kan 40 tahun yang lalu! Indonesia kok terlambat segitu jauhnya?
I do believe that freedom of expression is everyone’s to own, and the state EVEN MORESO OTHER INDIVIDUALS to forcefully shun it!
Saya mau tetap bisa berbaju biasa, tanpa harus menggunakan loose-fitting dresses.
Saya mau tetap mengenakan backless dresses tanpa harus masuk penjara.
Tenang saja, kalau RUU ini tidak disahkan, tetap tidak akan ada orang yang berakal yang jalan2 di tengah keramaian topless kok. Really.
urus saja dulu RUU traficking kalau negara bener-bener mau melindungi perempuan!!!
tanya nurani terdalam
kebebasan yang kebablasan,
anggota tubuh yang terbuka di umbar kemana-mana
dijajakan tanpa biaya
apakah membawa kedamaian???
Buat apa sich dibuat UU tentang porno²an gitu? Kenapa harus takut moral rusak apabila dalam keluarga sudah diajarkan tentang hal² yang benar. Kalau memang mempunyai pikiran yang lurus, walau semua wanita telanjang di pinggir jalan maka tidak akan menggoda iman kita. Sebaliknya walau semua wanita diharuskan membungkus diri dari ujung kaki sampai ujung rambut, kalau memang sudah bobrok pikirannya ya tetep aja pikirannya jorok. Makin diatur semua gerak-gerik kita, makin berontak jiwa kita!!! Indonesia itu terdiri dari banyak kelompok dan suku… So kenapa negara ini harus memberlakukan aturan² yang dianggap benar oleh salah satu kelompok? Apakah karena kelompok itu adalah mayoritas? Toch kita semua kan bayar pajak tho??
TOLAK RUU APP… GO TO HELL PENDUKUNG RUU APP!!! KE HUTAN AJA KALIAN… DISANA GAK ADA GODAAN!!!
RUU APP?Apaan sih…Kok pada ngeributin???Makanan baru apa?Enak gak?Kayak apa sih bentuknya?Isinya apaan?kasih tau angel isinya yang lengkap donk!
sebenernya masalah pornografi dan pornoaksi tuw dateng dari diri masing-masing. jadi mulai sekarang,plizz dey yang cewek harus menjaga kehormatan apalgi kan cewek diciptakan Tuhan mempunyai tubuh yang bgs jadi ya harus dijaga. jangan mau tubuhmu dijadikan barang komoditi yang dipertontonkan ke orang banyak, cukup sama suami aja lah.kebanggaan akan punya tubuh yang oke kan bukan menjadi salah satu alasan untuk berpenampilan seronok dan dipameran ke orang lain kan?. wes ta, tampil yang biasa2 aja gak usah aneh2.
buat yang cowok, jgn suka liat2 yang begituan. bikin otak jadi ngeres tau!!klo bs tahan hawa nafsumu.
intinya, saya menolak pornografi dan pornoaksi!!
klo UU APP, saya msh munyeng mo ndukung ato gak
Nih pemerintah bisa kerja apa ngga sich????? Ekonomi sedang morat marit nya “dia” malah ngurusin RUU APP. Masyarakat jgn terlalu dibodohi dengan RUU APP, sebenarnya RUU APP ini diangkat agar masalah seperti kenaikan harga BBM, 9bahan pokok meningkat, impor beras, semua yg berdampak negatif terhadap ekonomi bangsa Indonesia dapat ditutupi.
Kalo mau ngomong moral bangsa kita rusak, rusak mana ama Amerika? Kalo situ bilang Amerika rusak, kenapa dia bisa maju sedemikian hebatnya. RUU APP ITU BUKAN MENGATASI MASALAH TETAPI “MENGAKALI” MASALAH DEGAN MASALAH LAIN.
Kalo ada orang menolak ditawari makanan ada dua kemungkinan
yang pertama dia sedang puasa
yang kedua dia sedang sakit gigi
kalo ada orang yang menolak yang berbau porno
ada dua kemungkinan,
yang pertama dia seorang sufi
yang kedua kepalanya baru saja terbentur batu
g setuju dgn ruu app karna melanggar ham
Seharusnya pemerintah urusi dulu hukum yang mengatur tentang tindak kekerasan seksual maupun pelecehan terhadap wanita. Paman memerkosa keponakan sendiri koq cuma dihukum dalam hitungan tahun bahkan bulan, padahal perbuatannya telah menyebabkan kerusakan permanen pada si korban yang akan membekas seumur hidup. TKW2 kita diarab saudi banyak yang diperkosa,padahal mereka sudah memakai jilbab,tapi coba tengok di Desa saya di ubud, walaupun berbagai produk kerajinan seni banyak menggambarkan ketelanjangan, bahkan alat kelamin, ga ada tuh, terjadi pemerkosaaan di sana.
Yang namanya nafsu manusia, makin dikekang dan gak dilatih,makin liar lah ia selama ia masih hidup dalam keduniawian. ia butuh penyaluran. Itu sah dan sehat selama tidak merugikan orang lain dan berlebihan
Saya Juga Ga setuju akan media hiburan pornografi, dalam hal ini berupa rekaman kegiatan seks secara eksplisit yang dijual bebas, bahkan anak anak SD SMP pun bisa beli, tapi yang namanya manusia,ga bisa memungkiri hasrat biologisnya, mau diberangus total ga bakal ada habisnya. Usul saya, mending tiru negara-negara maju di sana, dimana hal-hal begituan dilokalisasikan, jadi yang bisa ngakses cuman orang-orang dalam batas umur tertentu dengan bukti berupa KTP. kalau dibilang menghalalkan kemaksiatan…yah,terimalah faktanya bung! Indonesia sampai sekarang berusaha sok suci, ternyata lebih bejad dari pada negara2 yang katanya kafir lah..atheis lah…disana, explisit porn material ga bisa bebas ditemuin di pinggiran jalan. di sini??? tahu sendiri lah…
Saya juga heran sama yang mendukung RUUAPP sambil mengutuk-ngutuk bali dan memaksiatkan bali, curiga sebenarnya mereka adalah penolak RUU APP yang berkonspirasi menyaru sebagai pendukung RUU APP. Habis orang yang berargumentasi dengan cara seperti itu bukannya merendahkan martabatnya sendiri ya??
Bagi pendukung RUU APP, coba deh, bacapembahasan sdr.Anton. menurut saya itu Pembahasan yang paling gak emosional dan rasional yang bisa di baca.
Atau mungkin RUU APP bisa diubah jadi RUU regulasi dan distribusi media porno?
Ass
Saya sangat setuju sekali dgn RUU APP,karena sesuai dgn ajaran agama saya(Islam) yg melarang adanya pornografi n pornoaksi. Menurut saya hal ini sgt wajar karena sebagian penduduk Indonesia beragama Islam. Saya pikir seluruh agama di dunia juga mengajarkan hal ini,jadi. So, bwt kamu2 yg menentang?apa sich alasannya?klo merasa g menyalahi RUU APP knapa marasa takuuuuuuut?
saya ngk setuju dengan RUU APP karena kita ditentang buat berkreasi sesuai yang kita ingin kan..
seperti hal nya para penata busana, mereka dibatasi untuk membuat baju2 yang sedikit merik perhatian orang-orang dan sedikit indah..
sama hal nya dengan para model juga..
mereka dilarang untuk menunjukkan kebolehannya di atas catwalk..
padahal itu kan hak dari setiap orang..
knp yang harus diatur RUU APP, knp gak urusin hal yg lbih kritis dolo?
Realis aja y
milih nonton cewe eros apa ngliat mentri korup
milih mendelik ce seksi ap ngliat DPR 5D?
Datang
Duduk
Diam
Dengkur
Duit
?
Kalau agama,
Tuhan menciptakan tiap manusia tu indah
apa karena keindahan itu dipersepsikannya beda alhasil kluarlah RUU APP ini.
Adalagi
Salah satu HAM adalah ‘kebebasan berekspresi’
Sudah tradisi
Anak-anak jaman sekarang, semakin dilarang malah semakin mencari/berani. Udah gak perlu di kasi contoh. Banyak toh?
_______________________________________
-Apa sedangkal itu pemikiran kita?-
gini-in aj
yang terlibat kasus pemerkosaan dipampangin tampang mukanya di jalan2 umum dikasi 1 layar lebar buat ngasi liat tampang2 “Raper of the week”
nah malu kan?
yang mau ambil resiko jadi “terkenal” ya silahkan
Perumpamaan=> Ada 2 toko berdagang produk yg sama. Toko A yg pintar, berpendidikan, dan beriman, dipenuhi dengan customer yg berbelanja. Sedangkan toko B yg bodoh, licik, kejam, pikirannya kotor melulu, dan tidak pernah beribadah, tokonya tidak dipenuhi dengan customer. Suatu hari toko B merasa kesal benar kenapa toko A begitu ramainya, dengan segala cara toko B mengusir toko A. Alhasil toko A yg berpendidikan dan rendah hati itu pindah beberapa blok dari toko B. Merasa susah tidak ada saingan lagi toko B berkata pada diri sendiri “Akhirnya toko saya bisa ramai karena toko A sudah pergi”. Kenyataan setelah toko A pindah toko B pun tidak ramai pelanggan. Alhasil toko A yg berpendidikan, beribadah itu tetap ramai pengunjung. Kesimpulan nya kalo salah pada diri sendiri kenapa orang lain yg di persalahkan? Mengapa si Toko B tidak mengintrospeksi diri dan membekali diri dengan pendidikan dan beribadah kpd yg di atas.
Otak dia yg mesum koq org lain yg dipersalahkan. Kalo begitu berenang pake helm, jas, jeans, sepatu aja sekalian. Porno itu relatif, tapi kalo BODOH dan IDIOT itu mutlak yaitu Perancang sekaligus pemberi ide RUU APP.
DPR koq yang kayak gini diurusin, apa emang otaknya cuman sampe selangkangan doank???? Perlu diingat masih banyak yg mesti diurusin, kemisikinan, busung lapar, gizi buruk, lapangan pekerjaan, dan masih banyak lagi. Kalo situ ga bisa kerja di DPR mendingan cuci WC di rumah saya aja deh………..:P
hmm… baru tau ada website gini….
aku co n nga muna ttg semua ini…. mau bikin uu kyk gitu? nga salah tuh? uu buat jaga keamanan seseorang aja belom bener, kurang tegas jg bagi aku … makanya nga ada yang jera… gimana mo bikin uu kyk app ini coba
isi nya aja banyak yg bikin org ngerasa di ikat kebebasan nya, di kemanain tuh hak utk ekspresikan diri… perbaikan moral? dgn pake baju tutup habis? kacian tuh pada yg buka butik …
mao bicara ttg agama… lebih di tegaskan penguatan iman di banding ttg buka buka an…. toh pada dasarnya manusia di ciptakan naked tuh …. cuman karena iman nga kuat aja sampe makan buah terlarang ….
toh negara tetangga yang dimana uu nya dgn dasar agama aja nga ada uu app sampe segitunya ….
apalagi mo bandingin fashion tetangga sama punya qta, beneran mo liat pake cd warna apa nga susah kali… toh jarang ada berita perkosa perkosa an…..
karena yang penting dari diri sendiri aja, nga bisa nahan napsu
nga usah muna deh semua … yakin nga kalian tuh para babe nga macem2 di luar ?
yakin nga para org2 sok sibuk yang mengunakan agama utk nolak app ini punya iman kuat ? nyatanya sampe ngerusakin benda milik orang laen … apa bener kayak gitu?
katanya mo mendukung uu yang bisa memperbaiki negara, dgn cara bgt? i dont think so ….
so please deh yah, jgn muna ….
empty vessel make most sound …..
Apakah anda tdk keberatan jk hak memakai jilbab dilarang? Jk iya, mestinya anda memahami kenapa banyak org yg menentang RUU APP. Jilbab & pakaian sensual sama2 hak asasi yg hrs dihargai.
Frequently Ask Question :
1. Mengapa FPI hanya mengobrak-abrik PLAYBOY? Mengapa mereka tidak mengobrak-abrik pedagang VCD Porno di glodok?
Jawaban=> PLAYBOY banyak duitnya sedangkan pedagang VCD porno Glodok orang “kere” semua.
2. Mengapa Bang Haji Rhoma Irama mengkritik Inul itu mengumbar sensualitas?
Jawaban=> Bang Rohma sudah kalah pamor dengan Inul. Dipikirkannyalah dengan pikiran licik cara menjatuhkan pamor Inul oleh Bang “Haji” mumpung Rohma Irama.
3. Mengapa di usulkannya RUU APP?
Jawaban=> Karena DPR takut dibilang makan gaji buta. Mau ngurus ekonomi kemampuan tidak ada. Yang sampe otak mereka hanyalah yang porno2 aja deh…..
gimme a break?!!
please deh…
Ruu APP tu BULLSHIT!
Apalagi si KOMENG (hipocrite!!)
Suka2 Nita donk mau ngasi pendapat, kok loe yang sewot??
Kalian semua mikir deh..
Kalau RUU APP ini disahkan, otomatis wanita2 di negara ini akan berpakaian tertutup. TAPI, BELUM TENTU dengan disahkannya RUU APP ini, akan MENGURANGI, bahkan MENGHENTIKAN PEMIKIRAN KOTOR dari para pria. Kita semua tahu, perbuatan bejat belalu berasal dari pikiran..
Kenapa ga sekalian aja matiin sambungan internet di Indonesia? Kan dari internet, bisa browsing gambar2 porno. So, kita kembali ke zaman purba..
Begitu banyak majalah yang bergambar & berisikan gambar2 porno, mengapa hanya majalah PLAYBOY yang dipermasalahkan?? Tuh orang2 yg demo cuma mau cari sensasi aja!! Kalau ga mau di julukin munafik, datengin toko2 buku di indonesia & kios2, bakar tuh semua majalah porno!! Biar lu puas!
Jangan lupa, buku2 yang mengusut Produktivitas Makhluk Hidup dibakar aja semuanya!! Kan bisa aja, ada anak lg belajar trus horny akhirnya merkosa tetangga..
Trus, sekalian aja bikin UU ANTI PEMELIHARAAN MAMALIA!!
Kan mamalia bisa ngasi pertunjukan seks waktu kawin. Bisa mengundang hawa napsu tuh..
Jangan lupa, sekalian aja tutup KUTA!! Pasti banyak tuh turis2 mancanegara yang jalan2 pake bikini.. bahkan topless.
Tangkap tuh semua turis, biar aja ga ada turis lagi yang mau dateng ke kuta.
Ya kan KOMENG? Ini kan yang elo mau?
Biar Indonesia bangkrut.. Knapa? Karna ga ada pemasukan, bego!! Buntut2nya elo dan kawan2 hipocrite itu protes lagi ke pemerintah, bilang kalau pemerintah ga becus, sampe akhirnya bangkrut, Kriminalitas bertambah.
And, its all your fault!! Such a bunch of LOSER.
TOLAK RUU APP
dear DHEA, ANGGI and Fransisca..
Kita adalah wanita, bukan binatang.
Binatang memikat lawan jenisnya dengan feromon (semacam bau khusus) yang mereka hasilkan..
Tapi, kita wanita, tidak memiliki bau itu. Karena itu kita memakai bahasa tubuh (body language) agar dapat memikat lawan jenis. Tentu saja dengan cara yang anggun dan elegan.
Bila tubuh kita ditutup (bukan berarti harus buka2an), Bagaimana masa depan kita?
gak penting banget sih, hari gini ngomongin pornografi.
masih banyak yg lebih penting geto lokh…
Perempuan menggugat
Seberapa banyak sih perempuan yang tidak merasa secure dengan adanya RUU APP bila dibandingkan dgn perempuan Indonesia seluruhnya ? Jelas segelintir wanita tsb tidak merasa secure, wong mereka terbiasa dengan mempertontonkan sensualitas mereka di ranah publik. Bahkan periuk nasinya dari hasil mempertontonkan tubuhnya tsb.
Justru mereka lah yang merendahkan derajat perempuan Indonesia. Tapi mereka dgn lantangnya menyuarakan seakan-akan mewakili perempuan Indonesia seluruhnya.
Selain itu mereka juga beralasan RUU APP sangat diskriminatif thd perempuan, krn perempuan dianggap sbg objek dan pelaku pornografi.
Coba lihat lagi RUU APP, dalam pasal-pasal TIDAK SAMA SEKALI mengatakan perempuan/wanita.
Kecuali di penjelasan, dijelaskan bagian-bagian sensualitas. Sekarang perempuan dan laki-laki memang secara fisik berbeda khan ? Tidak mungkin kita berargumen dgn persamaan gender utk masalah ini. Bentuk tubuh perempuan dan laki-laki jelas berbeda, begitu pula bagian-bagian yang membangkitkan birahi juga berbeda.
Bila mereka mempertentangkannya, harusnya mereka menggugat TUHAN !
Kenapa perempuan diberikan bentuk tubuh seperti ini ?
Kenapa perempuan mempunyai banyak sekali bagian tubuh yang indah dan sensual yang menarik hasrat kaum laki-laki ?
Kenapa diciptakan gender yang berbeda ? Kenapa tidak hanya satu gender saja, sehingga kaum perempuan tidak perlu capek-capek memperjuangkan persamaan gender dalam segala hal, termasuk bentuk fisik ?
Kenapa perempuan diciptakan ?
Kenapa perempuan (Hawa) diciptakan dari tulang rusuk laki-laki (Adam) ?
Perempuan dan laki-laki dikaruniai hasrat/birahi dalam memandang lawan jenisnya. Dan perempuan dikaruniai lebih banyak bagian tubuh yang indah yang menarik bagi kaum laki-laki. Saya setuju bahwa tubuh perempuan itu mengandung nilai seni dan sensualitas yang tinggi bila di pandang oleh kaum laki-laki yang normal maka hasrat kaum laki-laki itu akan terpancing.
Tapi pertanyaannya apakah itu harus dipertontonkan ke ranah publik ? Yang jelas itu men-drive hasrat birahi kaum laki-laki.
Apakah mereka berhak menjual bentuk tubuhnya untuk diperlihatkan ke kaum laki-laki hidung belang ?
Apakah kita wajib melindungi kaum perempuan yang justru merendahkan kaum perempuan itu sendiri ?
RUU APP BUKAN menyeragamkan budaya, BUKAN menyeragamkan dalam berpakaian, BUKAN untuk memaksakan aturan suatu agama.
RUU APP dapat mengangkat suatu kaum/suku yang masih berpakaian / pola hidup yang tertinggal dan kurang beradab, bukan untuk menangkapnya, kenapa ? Karena mereka bukan dgn sengaja mempertontonkannya. Tapi ini merupakan tugas kita untuk menjadikan mereka lebih beradab dalam era globalisasi ini
RUU APP ini justru utk mendefinisikan Pornografi dan Pornoaksi krn di UU yang ada tidak jelas batasan melanggar kesusilaan.
RUU APP ini hanya meminta warga negaranya berpakaian secara sopan, tidak untuk memancing birahi lawan jenisnya (baik laki-laki dan perempuan)
RUU APP melindungi kaum perempuan Indonesia dari pihak-pihak yang justru merendahkan kaum perempuan dengan dijadikan objek yang laku dijual dan dibeli oleh kaum laki-laki hidung belang.
RUU APP melindungi moral anak-anak kita dari bahaya pornografi yang nantinya mereka tidak fokus dalam belajar dan membangun masa depan bangsa dengan keilmuannya bukan dengan mempertontonkan tubuhnya atau bahkan melacurkan dirinya.
Janganlah kalian EGOIS karena saat ini kita dapat menikmati keindahan tubuh perempuan.
Janganlah kalian EGOIS karena saat ini job order untuk tampil dan terkenal dengan mempertontonkan tubuh kalian.
Janganlah kalian mengeruk profit dari mempertontonkan tubuh perempuan yang justru menghinakan/merendahkan kaum perempuan.
Lihatlah masa depan bangsa… lihatlah masa depan anak-anak bangsa yang masih lucu dan lugu dan mereka sedang giat belajar.
Jangan ganggu dan usik mereka oleh media pornografi.
Jangan hina harga diri mereka ketika mereka tahu ibunya mempertontonkan keindahan tubuhnya demi kaum lelaki.
Bila mereka terganggu, mereka tidak akan fokus belajar demi ilmu untuk masa depan mereka dan masa depan bangsa.
Mereka akan terjerumus ke fantasi mereka dengan melihat media pornografi akhirnya mereka akan terjerumus ke dalam dunia free sex.
Akhirnya perempuan juga yang akan menjadi korban: hamil. Dan berikutnya perbuatan dosa lagi yang mereka lakukan, yaitu Aborsi
Atau lahir seorang anak yang tidak diketahui Bapaknya, atau Bapaknya tidak bertanggung jawab.
Kasihan kaum perempuan bila menanggung beban seperti itu.
Apakah mereka bisa membangun negaranya ?
Tanggung jawab siapakah ini ?
Jelas tanggung jawab kita sekarang ini. Sama seperti kita memberantas Narkoba agar kita tidak hilang generasi penerus. Sama seperti kita mempertahankan Sumber Daya Alam untuk anak cucu kita kelak. Sama dengan menyelesaikan hutang negara agar anak kita tidak terbebani oleh hutang negara. Sama dengan kita melestarikan hutan saat ini demi anak cucu kita.
http://ruuapp.blogspot.com/2006/04/perempuan-menggugat.html
hoammm….
nga kah mending pikirin nasib rakyat kecil … BBM naik mulu, tarif ini itu naik mulu, korupsi sana sini, banyak yg kekurangan gizi, keamanan aja masih kurang, bagi yg di jakarta tau sendiri kan street crime nya segimana, bukannya mikirin cara naikin taraf ekonomi malah sibuk bikin uu ttg org berpakaian.
untuk saya mungkin nga sepintar senior2 di atas atau yg di luar, yg sdg memperjuangkan opini masing2.
hanya org yg merasa banyak kejangalan dalam pembahasan ruu ini, banyak baca koran yg banyak isi nya aneh2, sampai ada yang memberi ancaman untuk mengusir seseorang dari jakarta, pengrusakan properti org laen..
logika nya mau memperjuangkan ruu yang di harapkan bisa memperbaiki moral bangsa dgn membawa nama agama masing2 … tp cara nya sampe merusak atau keren nya anarkis ( gitu yah tulis nya? tau ah … )
itu kah yg bisa memperbaiki moral … buat saya seh yg memperjuangkan ini dgn cara begitu aja sudah menunjukan nga ada moral sama sekali dlm oknum2 ini ….
perasaan masih banyak yang perlu di urus, contoh nya aja nasib korban2 tsunami aja nga tau udah keurus apa belom, belom di hitung oknum2 tertentu yg mungkin, mungkin neh yah!, melakukan korupsi untuk kepentingan dia sendiri, janji2 sewaktu kenaikan bbm aja qta belum tau apa sdh benar2 di laksanakan dgn adil atau belom…
masih banyak deh yang mungkin aku nga tau tapi senior2 sini yang tau …..
lebih penting kayak nya menanamkan pengetahuan dlm diri masing2 n anak anak kecil yang sedang belajar sekarang ttg hal ini, dari pada ribut2 sampe di jalan2, atau ngerusak properti org laen, bisa bisa ntar malah jadi ribut beneran, kan yg rugi qta semua, jatoh korban lah, malu malu in agama masing2 lah karena berbuat anarkis…
mau ngurus warga biasa ? toh di daerah ku jelas2 masih banyak babe2 yg “main dokter2an”, toh masih banyak aparat yang mengunakan kesempatan buat korupsi, yg paling gampang aja aparat masih banyak yg bawa kendaraan asal2an….. copet sana sini, traficking jg banyak….. ga ada habisnya deh, mending step by step dari pada buntut nya bullshit
lucu kali yah calon dari indonesia buat ikutan miss universe semua pada bikini minim punya qta pake yg tutup habis wakakakka…. kayak nya seru deh ….
dah deh para senior sekalian mendingan duduk minum kopi sama pisang goreng, ngobrol baik2 dari pada tojos2an, mending kan duduk yang manis….
yg ngerasa iman kerupuk, liat paha langsung tegangan tinggi banyak doa deh, kalo nga kuat nahan yah maen sabun atau hand lotion deh, atau nyari “ayam” daripada maen perkosa aja kan….. nga usah jadi orang muna deh qta, bener qta negara yang masih pake dasar adat dan norma, tapi ini racun dalam perkembangan jaman, bukan sesuatu yang bisa di halang dgn uu, malah bisa di jadikan lahan korupsi untuk oknum tertentu, mending lebih banyak ibadah buat kuatin iman masing masing
Aku tak bisa percaya pada kata-kata orang yang:
bicara tentang kebenaran
dengan dasar yang tidak benar
untuk membenarkan diri
karena merasa paling benar.
KAMI PARA MONYET INDONESIA MEWAKILI SEMUA ELEMEN BINATANG DI INDONESIA MENOLAK RUU APP KARENA
TELAH MERENGUT KEBEBASAN KAMI SEBAGAI MONYET TELAH MERENGUT HAK -HAK KAMI SEBAGAI MONYET RUU APP HANYA PANTAS UNTUK MANUSIA BUKAN UNTUK MONYET
KAMI MONYET INDONESIA MENOLOK KERAS RUU APP
-
kami monyet kami pantas untuk telanjang
karena kami BINATANG
Saya nggak setuju dgn RUU APP ini, krn isinya yang multitafsir yg pada akhirnya akan menimbulkan pertentangan antar masyarakat, saya beragam islam namun saya tidak setuju Indonesia dijadikan talibanya asia, Islam bukan untuk diformalkan namun untuk diamalkan. Arab saudi yang dianggap paling islam ternyata negaranya berbentuk kerajaan, padahal di islam tidak ada sistem kerajaan. so kita ga usahlah mencontoh Arab, toh selama ini islam indonesia mempunyai budayanya sendiri tanpa harus mengekor kepada negara timur tengah.
RUU APP ini sangat tidak logis, masa ada aturan mengenai larangan Onani di depan umum, lagian siapa yang mo onani di depan umum? trus larangan memperlihatkan bagian tubuh seperti payudara, betis, dada di depan umum, gimana atuh klo ada wanita yang lagi menyusui anaknya apa mo dibui? kasihan.
RUU APP ini akan disahkan Juni, dan aku yakin DPR YANG TOLOL itu akan menyerah kepada keinginan Fpi, Fbr, Mmi de el el. nah saya harus siap-siap pindah nih ke bali or ke Papua. dasar DPR Belegug siah!
bangsa ini memang sudah cukup terjerat dalam yang namanya pornoaksi dan pornografi.
tp, kyknya ga bijak kl kita bikin peraturan yang seenaknya n tampa mikir panjang deh.
misal : di sebuah sekolah nilai matematika anak2 jelek semua, nah bukan berarti matematika dihilangkan dari sekolah itu kan?yang bijak adalah diadakan kelas tambahan, biar nilainya pada bagus.
sama halnya dengan app. kl moral bangsa dah jelek, bukan app nya yang diberesin, tp moralnya yang diberesin, dan mohon pemerintah dukung hal ini, tidak menjerumuskan masyarakat ke 1 agama, biarkan masy memilih agamanya masing2, yang penting moral terjaga.
apa sih kerennya negara yang terlihat bermoral, tp dalam hatinya mereka busuk, korupsi dimana2, n kl ga ketahuan, melakukan hal2 yg biiippppp.
bangsa yang barbar membentuk negara melalui peraturan, bangsa yang bijak membentuk negara melalui kesadaran, kesadaran akan yang baik dan yang benar.
peraturan melarang, tp tidak membuat orang sadar. kesadaran membuat seseorang paham, n karena paham, ia tidak akan melakukannya.
jd, kelihatan lah ya, apa yang seharusnya pemerintah kerjakan.
kl masih ga dikerjain apa yang harusnya dikerjain?
ya, ga ngerti lah ya.
tanya ken apa…….
Post comment baru
Kesini: Gravatar, supaya comment kamu disini punya avatar sendiri.
This Info: Remember Forget after I post
Name:
[required]
Email:
[required - not shown]
URL:
[optional]
Comment: bangsa ini memang sudah cukup terjerat dalam yang namanya pornoaksi dan pornografi.
tp, kyknya ga bijak kl kita bikin peraturan yang seenaknya n tampa mikir panjang deh.
misal : di sebuah sekolah nilai matematika anak2 jelek semua, nah bukan berarti matematika dihilangkan dari sekolah itu kan?yang bijak adalah diadakan kelas tambahan, biar nilainya pada bagus.
sama halnya dengan app. kl moral bangsa dah jelek, bukan app nya yang diberesin, tp moralnya yang diberesin, dan mohon pemerintah dukung hal ini, tidak menjerumuskan masyarakat ke 1 agama, biarkan masy memilih agamanya masing2, yang penting moral terjaga.
apa sih kerennya negara yang terlihat bermoral, tp dalam hatinya mereka busuk, korupsi dimana2, n kl ga ketahuan, melakukan hal2 yg biiippppp.
bangsa yang barbar membentuk negara melalui peraturan, bangsa yang bijak membentuk negara melalui kesadaran, kesadaran akan yang baik dan yang benar.
peraturan melarang, tp tidak membuat orang sadar. kesadaran membuat seseorang paham, n karena paham, ia tidak akan melakukannya.
jd, kelihatan lah ya, apa yang seharusnya pemerintah kerjakan.
kl masih ga dikerjain apa yang harusnya dikerjain?
ya, ga ngerti lah ya.
tanya ken apa…….
iya, ada guyonan juga sekarang mengenai ruu app
hati2 buat wanita yang mengendarai mobil
kl ga pake seatbelt, nt ditilang, melanggar peraturan lalu lintas
kl pake seatbelt, ditangkap krn memperlihatkan lekuk tubuh yang seksi
hehehe
gimana ya nasib bangsa ini nt nya?
hai penganut syaitannnnnnnnnnnnn mari kita dukung RUU APP bila tidak………….
akch……..
dunia ini akan diambil kembali oleh – NYA
dunia akan dileburkan………….
dunia hanya sebuah kelereng baginya…………….
maka kau…………. takkan ada artinya…….
syaitannnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn
bakar saja rok minimu……….
cekalian aje.. ngga pake` rok…….
Saya sangat tidak setuju dengan RUU APP,karena apa…?? sebab udah ada KUHP yang mengatur tentang Pornografi dan pornoaksi,jadi buat apa lagi membuat Undang Undang yang tidak jelas batasannya mengarah kemana.Moral itu adalah urusan individu,urusan kita sendiri,kita yang mengatur diri kita bukan pemerintah…!!! Jadi kita mempunyai HAK dan KEWAJIBAN untuk mengatur perilaku pribadi kita sendiri sesuai dengan Undang Undang yang Berlaku.Atau ada unsur unsur tertentu dengan maksud hendak menaikkan suatu ajaran keyakinan tertentu.Kita ambil contoh yaitu : Dirusakya kantor majalah PlayBoy oleh FPI,kalau dikaji secara Hukum pihak FPI bisa dituntut oleh pihak management majalah PlayBoy karena telah melakukan pengrusakan terhadap sarana dan prasarana majalah PlayBoy dengan ancaman hukum pidana.Kalau menurut saya,seharusnya yang didemo itu bukan pihak management majalah PlayBoy tetapi pemerintah dong,sudah tahu ada RUU APP,tapi kenapa malah diberikan izin,apa memang sudah sangat sangat sangat bobrok sistem pemerintahan kita ????
wahai FPI JANGAN NGURUSIN RUU APP,tapi teroris itu tangkapin…
HAI ORANG-ORANG SEKULER YANG PENGIN MERUSAK BANGSA INI…
KALAU RUU APP MAU DISAHKAN DAN ELOE SEMUA MAU PERGI KELUAR INDONESIA, PERGI SAJA SANA…
KALIAN BISA PERGI KE NEGARA YANG MBAYAR KALIAN SEPERTI AMERIKA ATAU AUSTRALIA ATAU SINGAPURA…SEKALIAN PERGI BERSAMA-SAMA KORUPTOR…
lHA WONG MEMANG KALIAN NGGAK PUNYA KEBANGGAAN TERHADAP INDONESIA…
INDONESIA MEMANG SEBAIKNYA BERISI ORANG-ORANG YANG BAIK-BAIK AJA..NDAK BUTUH ORANG BEJAT KOK..
ORANG BEJAT KOK HARUS BERI TEMPAT….
wah ini forum kenapa jadi saling maki maki?
emang salah kok kasus demo ktr playboy, membawa nama agama merusak hak milik orang lain? tapi kok orang2 yang masuk kesini buat dukung app ini nga ada yang mo ngaku kalo itu salah yah……?
apakah itu yang di sebut orang baik2?
mendukung ruu app yg di bilang untuk memperbaiki moral bangsa dgn cara begitu?
membawa agama untuk menghakimi pornografi dan pornoaksi, tapi dgn cara yg nga bener, eh malah mengatakan orang laen yg nga bener, gimana ceritanya neh? emang ada agama mengajarkan begitu? nga kah org sendiri yang menjelekan nama agam yang di bawa itu?
mungkin emang ada cewek2 yang pakai busana yang tidak pada tempat nya, tapi itu hak mereka kok, moral orang kenapa di urus, kalo misalnya moral sendiri masih kayak krupuk coba?
sampe mau ngusir orang dari suatu tempat karena ada kesalahan yg di lakukan, merusak properti orang itu lagi… gimana cerita nya gitu?
emang nga ada habis nya ngomongin ini, mao berhenti nulis disini lagi tapi baca2 kesel sendiri juga …
kayaknya emang mending dunia ini di ambil kembali oleh NYA jadi yg di ATAS jg nga pusing liat qta2 gitu. jd pertanyaan nya, apa yg dukung ruu app ini, yg ngerasa bener melakukan ini akan di lindungi sewaktu dunia ini di ambil kembali oleh NYA?
kalo aku seh udah pasti nga, toh aku bukan orang alim
2 fakta yang ada dalam diskusi ini:
orang gila yang tidak bisa mendengarkan nasehat,
dan
orang sinting yang ingin menasehati orang gila
Andai di dunia ini Tuhan kita mengijinkan untuk, siapa2 yang berbuat salah/bathil akan modar atw mati dan yang berbuat kebajikan/baik akan panjang umur, niscaya di bumi ini akan sweejuk dan damai
jadi pengen tau isi lengkap selengkap nya neh ruu app, ada yang tau dimana aku bisa baca isi neh ruu app selengkap nya ?
buat kiddo :
blog.idur.info/download/ruu.pdf (download di sini)
perdebatan RUU APP kini telah berubah menjadi perang SARA. dengan dalih mayoritas seseorang bisa menindas orang lain. ini menunjukkan memang moral bangsa ini sudah rusak, bukan hanya soal kesusilaan tapi juga adat istiadat dan sopan santun, dengan agama sebagai tameng utama. padahal issue RUU ini bukan masalah setuju pornofrafi atau tidak. siapa yg setuju pornografi sih? ada doktrin uang salah mengenai penolakan RUU APP ini, yang mengatakan bahwa “menolak berarti pro-pornografi dan mereka adalah orang2 bejat dan kafir?”kini manusia telah berupaya menjadi tuhan2 baru rupanya.
Padahal kalau mau membaca RUU tersebut dan mau berpikir dengan akal sehat, maka kita akan melihat ada sebuah kesalahan besar yg telah dibuat bandan legislatif. di dalam RUU tersebut terdapat banyak celah untuk digugat kembali di koisi yudisial karena hampir semua isinya bertentangan denga UUD 1945 serta KUHPidana. salah satu yg sering di lupakan orang2 adalah yg menjadi tujuan utama perlindungan terhadap anak, tapi apa yg terjadi merujuk RUU tersebut usia dewasa telah ditingkatkan menjadi 13 tahun ini tidak sesuai dengan KUHAP mengenai peradilan anak. beberapa pasal juga menyebutkan bahwa pelaku pornografi/ pornoaksi bisa juga anak2, tentunya dengann memperinci di setiap pasal, apa sih yang dipikirkan anggota DPR tentang anak2 indonesia saat ini, sepertinya mereka(anggota dpr) tau benar bahwa anak2 indonesia gemar melakukan hubungan seks, sodomi, pesta seks, dan perbuatan cabul lainnya. ini gila!
disahkannya juga RUU ini berarti negara ini juga mengakui kaum homoseksual, karena beberapa pasal sepertinya mengakui kaum ini, yg berarti keberadaan mereka menjadi legal, dan harusnya pernikahan kaum homoseksual pun harus diakui di indonesia. apa MMI, FBR, dan kelompok pro telah benar membaca dan paham benar RUU ini. saya rasa tidak. coba anda baca baik2 pasal yg menyangkut hal ini dan pahami implikasinya dimasa mendatang.
mengutip perkataan inneke bahwa “RUU ini dibuat atas dasar kasih sayang”, apakah benar Kasih sayang itu ada dalam RUU ini, apakah kasih sayang itu berarti bahwa pihak yang merasa dirinya mayoritas berhak menindas kaum minoritas, apabedanya dengan kaum tirani, apa merupakan kasih sayang bila seseorang harus merasa terancam jiwanya, apakah kasih sayang bila teror2 itu terus berlangsung, apakah kasih sayang bila perempuan di teriaki pelacur dan bejat hanya dilihat dari penampilannya. jika ini yang di maksud kasih sayang, sepertinya saya harus lebih banyak lagi belajar tentang kasih sayang.
masih banyak kecacatan RUU ini, nanti bakal muncul polisi2 moral yang menangkapi siapa saja yang dianggap menunjukkan sssensualitas, erotisme dan ketelanjangan. apa nanti bakal ada perempuan2 anak yang mati dibakar massa atau kelompok2 suci.
sebenarnya RUU APP ini tidak perlu ada, KUHP sudah cukup menampung masalah ini. Heran undang2 yang dibuat penjajah ratusan tahun lalu ternyata bisa lebih bermoral dari pada Undang-undang yang dibuat anak bangsa dan lebih bis mengakomodasi kepentingan bangsa. polisi cukup bertindak tegas karena KUHP sudah jelas mengaturnya. perubahan dan kompromi terhadap RUU APP pun bisa dianggap sebuah kenistaan dan terlalu bermain2, karena jika tujuannya sesuai dengan pembukaan RUU itu maka tidak perlu ada kompromi tentang pornografi dan pornoaksi. usul saya adalah negara ini butuh sebuah badan rating, yang mengatur rating sebuah produk,pelanggaran terhadap rating tersebut akan menjadi sangat jelas nantinya batasan2 yang selama ini diperdebatkan. bukan dengan memutilasi tubuh bangsa ini.
yah paling ga kalau RUU APP ini disahkan negara ini akan menjadi negara paling “suci” di dunia. bisakah?
RUU itu belum disahkan kok ribut!!!
yang ribut ini udah baca RUU dimaksud nggak?
Dukung RUU !!! Tolak RUU !!!
Saya tak punya pendapat, kalau anda punya pendapat-usulkan aja dengan surat ke DPR-DPRD, bukan dengan ribut-ribut tak menentu!
Mengganggu orang tidur saja!
Bangsa Indonesia adalah bangsa yang kaya dengan tradisinya.Dan telah terbukti bahwa tradisi yang ada di Indonesia telah diakui sebagai keindahan oleh angsa lain. Tetapi yang mengherankan, kenapa ada sekelompok orang yang menganggap tradisi kita buruk / jelek dan mau MENUKARNYA dengan TRADISI TIMUR TENGAH.
Apakah dia tahu sebenarnya bahwa jilbab/cadar itu adalah pakaian orang Timur Tengah? (Orang Israel pun berjilbab,walaupun mereka bukan Muslim)
Di Timur Tengah mempunyai Iklim Padang Pasir sehingga membutuhkan pakaian yang tertutup penuh karena jika ada angin bertiup, maka pasir dari padang pasir akan menempel di tubuh yang berkeringat karena di sana panas sekali pada saat siang hari. Makanya mereka (orang Timur Tengah) membutuhkan pakaian yang melindungi mereka dari iklim Padang Pasir yang tidak bersahabat.
Bukan untuk melindungi dari LAKI-LAKI MATA KERANJANG.
Terbukti di Arab Saudi yang umumnya kaum perempuannya berjilbab, apakah tidak ada lagi pemerkosaan?
Malahan Wanita-wanita pekerja dari Negara kita mereka perkosa. Dari pengalaman ini kan bisa dinilai bahwa walaupun perempuan di sana sudah ditutup dengan pakaiannya yang rapat tetap saja diperkosa. Jadi bukan kerena salah perempuannya, tapi kalo memang orang tersebut pikirannya kotor tentu mikirnya engga jauh-jauh dari itu juga.
Maka dari itu, untuk apa kita repot-repot mikirin pakaian yang akan kita pakai, apalagi di zaman sekarang banyak gelandangan yang tidak mempunyai pakaian.Apa mereka akan ditangkap karena tidak mempunyai pakaian yang “layak”? Untuk makan pun mereka sudah susah, apalagi disuruh mikirin pakaian segala.
Lebih baik kita memperkuat dan mendisplinkan diri kita masing-masing baik rakyat kecil maupun yang besar dan berkuasa agar hidup benar dan Takut akan Tuhan. Jangan kerjanya menghakimi orang lain.
Anda TIDAK berhak menghakimi orang lain walaupun orang tersebut salah. Hanya Allah yang berhak menghakimi ciptaannya. Masalah Moral adalah urusan pribadi antara manusia dengan Allah.
Apakah anda mau menyamai Allah dan merasa lebih berhak dari Allah?
wis ora usah pada ribut dukung dan sahkan segera ruu app biar para perempuan indonesia kelihatan lebih cantik dan bermartabat lagi. kenapa sih ada orang yang inigin memperbaiki nasib perempuan malah diributkan, ada orang yang ingin membangun moral bangsa indonesia tercinta ini malah rame-rame dihujat yang katanya tidak indonesianislah, mertusak kebionekaanlah dan macem-macem.
Beginilah gaya orang-orang yang TIDAK BERIMAN.
Sudah jelas2 kita dianjurkan menutup aurat.
kenapa musti ditentang Undang Undang itu.
Sepatutnya anda mendukungnya.
Saya kecewa dengan anda yang anggota DPR … Untuk anda tidak dari daerah SUMBAR… kalo dari sumbar anda sudah kami usir secara adat.
PLEASE DEH
BUAT WAKIL2 RAKYAT YANG TERHORMAT
BUAT APA SEH NGURUSIN CARA BERPAKAIAN ORANG
ORANG MAU TELANJANG KEK MAU TERTUTUP KEK
ITU KAN TERSERAH MEREKA
MORAL BAIK ATO BURUK TIDAK TERGANTUNG DARI APA YANG DIPAKAI (BUAT CEWEK) DAN APA YANG DILIHAT (BUAT COWOK)
BIARPUN BAJU UDAH TERTUTUP JUGA KAYAK INNEKE KOESHERAWATI APA BISA JAMIN DIA SUCI, WONG TETEK UDAH DIUMBAR KESANA SINI
DAN BUAT MEREKA YANG MELIHAT BAHWA GOYANG INUL (READ:RHOMA IRAMA) ITU PORNOGRAFI, ADUH PRIMITIF BANGET YA MEREKA, GUA (COWOK) NGELIAT GOYANG INUL MAH MALAH GAK HORNY, MALAH LUCU, TRUS HERAN AJA KOK BISA MUTER2 KAYAK GITU…
GUA SETUJU BANGET AMA SALAH SATU POSTER YANG NOLAK, KALO SAMPAI INI UU DISAHKAN, PALING LAMA 5 TAON INDONESIA BAKAL JADI NEGARA MACAM TIMUR TENGAH YANG GAK ADA DAMAI2NYA..
MBOK YA BELAJAR DARI SITU, KOK NEGARA PRIMITIF YANG DITIRU, BUKANNYA NEGARA MAJU MACAM US (BUKANNYA I AM A US SUPPORTER LOOO), EROPA, ATO KALO DI ASIA MACAM SINGAPORE, JAPAN, CHINA, BAHKAN MALAYSIA…MALAYSIA AJA NGAK NGURUS BO SOAL PAKAIAN INI ITU..
GUA SAYANG AJA AMA KEBAYA..MASA KEBAYA MAU MASUK MUSEUM, TRUS KEBAYA KARTINI CUMA BISA DILIHAT DI BUKU SEJARAH…
BUKAN NGE-SOK BICARA ATAS NAMA SENI ATAU BUDAYA, BUT YOU KNOW IN MALAYSIA MEREKA SANGAT BERHARAP BAHWA KEBAYA MENJADI SALAH SATU BUSANA NASIONAL, TAPI TIDAK BISA KARENA INDONESIA TELAH MEMAKAI LEBIH DULU…
DAN BAGI MEREKA YANG NGGAK NGERTI SENI, PLEASE NGGAK USAH KOMENTAR KENAPA KOK PEREMPUAN SELALU MERUPAKAN OBYEK SENI YANG PALING MEMBERIKAN INSPIRASI…:):):)
KALO SAMPE DISAHKAN, GUA MO NABUNG DUIT TRUS LARI DEH KELUAR NEGERI…NGAJAK NYOKAP AMA ADE GUA…MASA NYOKAP AMA ADE GUA DISURUH PAKE BAJU KURUNG KAYAK ORANG AFGHAN..YANG BENER AJA
SEGINI DULU YA BUAT MEREKA YANG NGERASA DIRINYA WAKIL2 RAKYAT
to: para orang beriman dan bermoral
apakah ada merasa iman dan moral anda cukup tinggi utk mempertanyakan atau menghujat orang lain?
apakah cara cara kalian demo sdh bener? merusak ? mengusir? membawa nama agama utk melakukan ini sdh bener?
apakah kalian yakin para babe babe yg di duduk di hot seat nga macem2 di luar? punya iman n moral yang kuat?
aku nga bukan orang yang beriman atau bermoral seperti apa yg di harapkan, dan aku juga tdk setuju dgn pornografi, tapi ruu ini banyak yg aneh …. not make sense, apalagi oknum tertentu yg pro sampai mau ngusir org tertentu yang kontra? merusak hak milik orang laen?
lets think about it again n again n again ……
rahmat> rasanya RUU itu bukan masalah buka tutp aurat, saya setuju jika aurat perlu ditutup tapi tidak perlu menghakimi orang lain beriman atau tidak. sekali lagi RUU APP ini masalahnya ada pada subtansi, saya yakin ada pasti sudah baca sehingga mendukung RUU ini. menolak karena masalah ke bhinekaan dan negar kita adalah negara pancasila juga dirasa tidak masuk akal. sila 1 kan sudah jelas negara ini negara yg berketuhanan yg maha esa(jadi ini bukan soal agama tidak perlu mengkaitkan dengan agama apalagi suku, jangan pernah memulai Rasisme)
lalu masalahnya apa?
jika dilihat manfaat apa benar UU ini bermanfaat? baru di buat saja sudah banyak terjadi ketimpangan (bisa dilihat dr post2 dimanapun)
Dalam RUU ini campurtangan negara terhadap wilayah pribadi masyrakat sangat besar dan berlebihan pasalnya pun tidak masuk akal terlalu berlebihan, perubahan yang dilakukan DPRpun sungguh konyol. coba anda bayangkan pasal ciuman dimuka umum telah dihapus(sumber berita RCTI, apa ini berarti orang2 boleh bebas berciuman dimuka umum? ini kan gila. lalu lihat lagi pasal tentang pengecualian. pornografi diperbolehkan apabila dilakukan
1. untuk seni pd tempat kesenian yg mendapat izin. Dimana sih tempat kesenian, yg saya tau bebrapa tempat kesenian di indonesia ini sudah banyak yang di rubuhkan untuk di jadikan hotel, apartement,dan mall.
2. dalam acara olah raga di tempat olah raga. Jadi kita boleh melakukan pornoaksi dan pornografi dalam acara olah raga? jangan2 nanti ada lomba pornoaksi di PON.
3. mendapat izin dokter, alasan medis. bisa2 dokter kebanjiran order surat izin untuk nonton film porno.
banyak pasal2 lain yg tidak masuk akal.
untungnya bab sangsi dan denda yg bermilyar2an juga dihapus. pasal itu juga gila, seperti tarif mucikari. pelaku pornoaksi yg berupa tindakan ketelanjangan dendanya sampe 2 milyar, tapi lihat dong pada pesta seks yang berkisar 750juta lebih murah 1,25 milyar.
RUU APP ini joke dalam sistem perundang2an, kurang tau yang buat ini bener2 ngerti hukum apa engga? mungkin juga basisnya bukan sarjana hukum, karena RUU ini sangat2 bertentangan dengan perundang2an yang berada diatasnya. kalau saya jadi tim sukes menolak RUU APP saya akan membiarkan RUU ini jadi baru saya ajukan ke Komisi Yudisial untuk dibatalkan, dalil2nya sangat mudah di bantah).
saya menolak Pornografi dan pornoaksi, tapi tidak sudi undang2 yang sangat memasung cara hidup/pilihan hidup orang lain. apa bedanya dengan cara zaman2 penindasan dulu.
terus terang sayang sendiri muak dengan pendukung RUU APP yang tidak membaca RUU tapi berani bertindak sebagai tuhan2 palsu yang bisa mengukur kadar keimanan orang lain, menunjuk orang lain sebagai kafir, menghina agama, suku, gender lain.
saya juga tidak yakin undang2 ini bakal menjadikan bangsa ini alim. undang2 bukan kitab suci dibuat manusia yang pasti pernah berbuat dosa.
tahun ini saja DPR RI menduduki peringkat pertama korupsi di negeri ini, apa RUU APP adalah penembusan dosa mereka. yang jelas saya tidak akan pernah mau di ajarkan moral oleh orang2 tidak bermoral!
ayolah kalian semua(yang pro atau kontra) berpikir jernih, baca RUU itu lihat pasal baik2, baca Undang2 diatasnya.
tirani, mobokrasi, anarki, diktator memang sampah!
menurut saya masalah moral bukan dari cara berpakaiannya. Karena kalau mau bicara moral benahi dulu donk moral yang suka korupsi sebab dari pada ngurusin moral porno yang cuma beberapa persen mendingan ngurusin yang lebih kakap dong!
Dan lagian app melarang melihatkan bagian sensual katanya?
Lha kalau yang sensual matanya masak jalan di depan umum tutup mata? =p THX.
Hmm, ini blog terseru yang pernah saya masukin dengan Tema RUU APP..
Coba deh saya kupas satu-satu :
1). Bahasan apakah ketelanjangan = porno? yang dimulai oleh Sdr.Anton memang cukup masuk akal. Pada awalnya manusia diciptakan telanjang, lantas terjerumus ke dalam dosa dan menjadi berpakaian. Tapi logika ini dalam konteks kehidupan modern sudah tidak bisa digunakan. Pakaian ada untuk melindungi dari penyakit dan menutup diri. Menjadi porno bila ada bagian2 yang sengaja tidak tertutupi (lihat definisi pornografi dan pornoaksi pada bagian penjelasan RUU APP). Semangat Ruu ini tidak memaksa orang untuk berjilbab (buat anda yang menuduh seperti ini, dapat saya katakan tuduhan ekstrim). RUU ini memiliki semangat untuk membatasi kebebasan individu (sepakat dengan saudara ak) dengan kebebasan individu lain. KUHP sudah mengatur pasal2 tentang pemerkosaan dll.. Namun, kita seringkali lupa bahwa penyebab pemerkosaan dll tersebut adalah kebebasan berekspresi yang kelewatan. Mungkin ada sebagian dari kita yang tidak terangsang melihat bagian2 tubuh tertentu perempuan (terutama yang well-educated) namun bagaimana sebagian dari kita yang lain? Basis pembuatan UU seharusnya mengakomodasi kemungkinan terburuk tadi.
2) Ada argumen : “korban pelecehan ko malah dihukum”. Dalam artian perempuan kok (dianggap) dihukum? Seperti saya katakan di atas, pelaku pelecehan (baik laki/perempuan)telah memperoleh bagiannya di KUHP. Lantas bagaimana dengan penyebab pelecehan tadi? UU ini tidak membedaan antar laki dan perempuan, oleh sebab itu, debat jangan dibawa ke arah pembedaan gender.
3) URusan TDL, BBm lebih penting?? Saya pikir semua urusan penting dan setiap urusan memiliki komisi2 yang mebidaninya masing-masing. Hmmm, jadi pemimpin bangsa ini memang sulit. Karena banyak masalah =)
4) UU ini hanya menghasilkan keterpaksaan dan bukan keikhlasan??
Untuk penyataan ini, sepakat dengan jawaban kalau begitu buat apa ada undang2 lainnya? Bukankah negara memiliki fungsi memaksa,sesuai sifatnya. Negara kita adalah rechstaaat (negara hukum) menurut UUD 1945
5) Kotek saudara2 kita di Irian? Pakaian adat?
Saya pikir RUU ini telah menjawab masalah itu di bagian pengecualiannya (pendidikan, budaya, OR)
6) Urusan moral urusan individu?
Saya kurang sepakat.. Kalau begitu bagaimana dengan moral beberapa penguasa yang suka korupsi? Ada peraturannya juga tho? Individu memang memegang otoritas lebih, tapi wewnang negara untuk membatasi juga ada.
7) Semangat dari RUU ini patut dihargai. karena berusaha memperbaiki dekadensi moral bangsa ini. Namun saya juga sepakat ada beberapa hal yang harus diperjelas batasannya. Karena sebuah UU layaknya fix dan tidak mengandung sesuatu yang bersifat “karet” (seperti pasal karet). Saya jadi tergelitik dengan pertanyaaan bagaimana kalau ibu mencium anaknya dan itu telah menjadi kebiasaan di keluarganya? (pertanyaan di blog ini pada bulan Maret) Yah sepertinya masih ada bagian yang harus dilengkapi
Selamat berdiskusi dengan kepala dingin
Salam!
kpd sdr “gitu aja kok repot” & rekan2 lain yg (masih) mendukung RUU APP,
1. Jk pemerkosaan disebabkan oleh perempuan berpakaian minim, pastilah di Kuta, Legian, atau pantai2 wisata lain di seluruh dunia jumlah kasus perkosaan sangat tinggi dibandingkan daerah2 lain. Tapi tidak kan? Perkosaan itu disebabkan oleh budaya patriarki, yg menempatkan perempuan sbg subordinat laki2. Jk tdk percaya, coba tunjukkan satu saja pelaku perkosaan yg tdk berjiwa patriarkis. Jadi, budaya patriarki inilah yg hrs kita atasi.
2. Memakai pakaian sensual itu ibaratnya membeli mobil mewah. Sama2 intimidatif, tapi merupakan hak asasi. Pemerintah tdk mungkin melarang warganya membeli mobil mewah. Yg hrs dilakukan pemerintah adlh menindak tegas org yg berbuat jahat kpd pemilik mobil mewah. Begitu juga dg hak berpakaian sensual. Masuk akal kan?
3. Kenapa tdk membuat RUU Anti-Pelecehan Seksual, atau RUU Anti-Diskriminasi thd Perempuan, atau RUU Anti-Kekerasan?
4. Tapi hukum yg dibuat oleh negara hrs memperhitungkan kepentingan semua pihak. Bukan hanya kepentingan pihak2 tertentu yg ingin memaksakan nilai2nya, sbgmana RUU APP ini.
5. Ketua MUI Cholil Ridwan pd tgl 13 Maret 2006 menyerukan agar pakaian tradisional yg ia anggap “pornoaksi” disimpan di museum saja. Bayangkan…
6. Tiap individu memang memiliki batasan moral tersendiri. Yg penting hal tsb tdk merugikan org lain. Berpakaian sensual kan tdk merugikan siapa2.
7. Justru RUU APP ini kontraproduktif. Seandainya hanya mengatur distribusi agar tdk dikonsumsi anak di bawah umur, pastilah tlh disahkan dg lancar skrg. Sayangnya, ada pihak2 yg menyusupkan kepentingan primordialnya shg menimbulkan penolakan yg meluas, & distribusi pornografi malah terbengkelai.
Mari berdiskusi dg kepala dingin. Salam!
aduh pada nolak y!kenapa sih? apa karena isinya ?
yang jelas kita ini orang beragama jadi sebenarnya kita butuh banget RUU ini ,kalo ada isinya yang kurang baik tolong deh dibantu benahin .karena padakenyataannya udah banyak korabannya anak2,orangtua,dan teman2 kita .
kpd sdr/i enim,
aduh, baca dong tulisan saya di atas posting anda, atau tulisan rekan2 lain yg anti-ruu app ini. seandainya yg dibuat adlh ruu distribusi pornografi (hanya mengatur agar pornografi tdk dikonsumsi anak di bawah umur) atau peraturan pemerintah berdasarkan berbagai uu yg sdh ada, pastilah tdk ada yg menentang & sdh disahkan dg lancar.
masalahnya, ada pihak2 tertentu yg hendak menindas kebebasan berekspresi/berpakaian lewat ruu app ini. mungkin mereka ini justru sebenarnya tdk terlalu concern dg distribusi pornografi.
lain kali, baca dulu posting lain sblm komentar ya.
udah-udah jangan pada berantem…sekarang perbaiki moral kita dulu aja,kita gak bakal masuk syurga hanya gara2 mendukung RUU APP ‘n kita juga gak bakal masuk neraka hanya gara2 menolak RUU APP,masih banyak yang mesti kita benahin buat bekal di akhirat nantinya,,,,OIA buat sodara joko,jika ada orang yang ngebalikin doa itu buat anda gimana coba?semua bencana itu datangnya dari TUHAN,tanpa ada yang memintapun kalo TUHAN menghendaki maka apapun bakal terjadi.Ingat ada pepatah yang mengatakan “mulutmu adalah harimaumu”.
“BERSATU KITA TEGUH BERCERAI KITA RUNTUH”
jangan sampai kita cek cok hanya gara2 RUU yang gak jelas,,,
“SALAM DAMAI BUAT SEMUANYA”
“INDONESIA HARUS TETAP BERSATU”
trim’s
Pendukung RUU APP ini dalam mengeluarkan argumennya sangat tidak dewasa dan kelihatannya selalu membawa label-label keimanan, apa mereka bisa nilai keimanan seseorang. Saya kasih tahu nih bahwa Keimanan itu berhubunganya dengan hati dan hati seseorang tidak bisa diukur oleh manusia kecuali oleh Penciptanya. Kalau mo mengeluarkan pendapat itu harus pake otak ama logika dan jgn pake emosi donk!. Lagian Pendukung RUU APP ini udah baca secara cermat belon Pasal-pasal RUU APP yang ortodoks itu. Kalo udah baca baru kasih pendapat, jangan karena anti pornografi lalu dukung. Kita yang nolak bukan pendukung pornografi tapi yang kami tolak adalah RUU APP yang sangat kuno dan menyuruh kita hidup di padang pasir.
RUU APP ini sangat mengerikan, bayangkan dendanya milyaran bo!. kalo disahkan saya yakin banyak rakyat indonesia yang melarat atau harus rela jadi penghuni lapas kaya maling. negara ini aneh kok yang pake baju aja harus diatur dan harus seragam (kaya anak SD aja) sementara para koruptor terus dibiarin. menurut saya yang mesti diundangkan terlebih dahulu itu adalah UU anti sogok-menyogok, soalnya udah menjadi budaya umum di negara ini untuk dapat memperoleh sesuatu itu harus nyogok, seperti jadi pejabat, PNS, anggota DPR, karyawan swasta, dapet tender dll. jadi udah RUU APP ini distop dulu dah, dan kita konsentrasi membabat pejabat yang korup dan konglomerat yang maling.
enim Says:
aduh pada nolak y!kenapa sih? apa karena isinya ?
–> Ya memang isinya harus diakui masih ambigu. Tapi semangat keluarnya RUU ini harus dihargai. Kalau mau baca lengkap RUU silakan download di blog.idur.info/download/ruu.pdf
Radix WP Says:
1. Pemerkosaan akibat budaya patriarkis
–> Di seluruh pantai di dunia mungkin anga perkosaan kecil. Tapi angka free-sex tinggi. Dan Anda sepakat dengan budaya itu? Lagipula, ada fakta yang tidak bisa dielakkan; bagaimana seseorang (dari mulai anak kecil hingga dewasa) nekat memperkosa orang lain setelah menonton VCD2 porno yang menggambarkan perempuan2 berpakaian minim. Ini adalah hubungan sebab akibat, dan salah satu sebabnya adalah terangsang dengan melihat film2 tadi. Bagaimana kalau melihat yang asli? Apalagi… Sekali lagi RUU ini tidak ada hubungannya dengan perbedaan gender. Jadi bab budaya patriarkis saya fikir jauh relevansinya dengan RUU ini.
2.Memakai pakaian sensual itu ibaratnya membeli mobil mewah
–> Sepakat. Dan peraturan pembatasan mobil mewah (atau boros BBM ya?) adalah dengan menaikkan harga BBM. Atau baru2 ini mau diluncurkan pembatasan penggunaan BBM. Nah, bagaimana dengan pakaian sensual? Sepakat juga itu hak pemakai. Tapi ketika efeknya (perkosaan, pencabulan, dll) menimpa orang lain. Maka itu tidak mutlak menjadi haknya. Liberalis sekaliber Adam Smith saja mengakui adanya keterbatasan hak individu karena adanya hak individu lainnya. Buat Anda yang memakai pakaian sensual merasa wajar2 saja. Tapi buat saya yang kelak memiliki anak, saya lantas berpikir.. Apa nanti kata anak saya??
3. Kenapa tdk membuat RUU Anti-Pelecehan Seksual, atau RUU Anti-Diskriminasi thd Perempuan, atau RUU Anti-Kekerasan?
–> Sebagian pasal di RUU APP ini sudah mengakomodirnya. Dans ebagian pasal di KUHP juga> Intinya : pasal2 di RUU APP butuh pembenahan, bukan ditolak bulat2
4. Tapi hukum yg dibuat oleh negara hrs memperhitungkan kepentingan semua pihak. Bukan hanya kepentingan pihak2 tertentu yg ingin memaksakan nilai2nya, sbgmana RUU APP ini.
–> Nah, nah coba sebutkan pihak itu?
5. Ketua MUI Cholil Ridwan pd tgl 13 Maret 2006 menyerukan agar pakaian tradisional yg ia anggap “pornoaksi” disimpan di museum saja. Bayangkan…
–> Ini berbeda dengan RUU APP. Coba Anda baca BAB Pengecualian (untuk pendidikan, adat, dan kesehatan)
Kita sedang berbicara RUU APP, bukan MUI. Tolong jangan dibawa ke debat antar agama
6. Tiap individu memang memiliki batasan moral tersendiri. Yg penting hal tsb tdk merugikan org lain. Berpakaian sensual kan tdk merugikan siapa2.
–> Merugikan. Saya merasa dirugikan dan malu.> Bagaimana infiltrasi budaya barat begitu merajalela menimpa kita. Bahkan kita sendiri tidak mampu menyaringnya> Mana kebaya? Songket?, Ulos? Lenyap ditelan tank-top
7. Justru RUU APP ini kontraproduktif. Seandainya hanya mengatur distribusi agar tdk dikonsumsi anak di bawah umur, pastilah tlh disahkan dg lancar skrg. Sayangnya, ada pihak2 yg menyusupkan kepentingan primordialnya shg menimbulkan penolakan yg meluas, & distribusi pornografi malah terbengkelai
–> Pihak yang mana Sdr.radit? Tolong objektif.. Saya pikir setiap RUU pasti mengundang pro-kontra> Bila saya mau subjektif, saya akan menuduh mereka yang tidak setuju RUU APP adalah pebisnis pakaian-pakaian minim. Tapi tidak, saya mencoba lebih objektif dan membahas RUU APP saja.
wirapramana Says:
Lagian Pendukung RUU APP ini udah baca secara cermat belon Pasal-pasal RUU APP yang ortodoks itu. Kalo udah baca baru kasih pendapat, jangan karena anti pornografi lalu dukung. Kita yang nolak bukan pendukung pornografi tapi yang kami tolak adalah RUU APP yang sangat kuno dan menyuruh kita hidup di padang pasir.
–> Sudah baca mas wira. Mas sudah? Kok saya tidak menemukan kata “padang pasir” =) Ayo ah, jangan menuduh suatu entitas tertentu. Kita fokus pada RUU saja
beny Says:
menurut saya yang mesti diundangkan terlebih dahulu itu adalah UU anti sogok-menyogok, soalnya udah menjadi budaya umum di negara ini untuk dapat memperoleh sesuatu itu harus nyogok, seperti jadi pejabat, PNS, anggota DPR, karyawan swasta, dapet tender dll. jadi udah RUU APP ini distop dulu dah, dan kita konsentrasi membabat pejabat yang korup dan konglomerat yang maling
–> Sepakat itu juga PENTING! Tapi mohon diingat, bukankah ada bagian2 lain dari pemerintah yang membuat UU lain itu? Ini menjadi “teramat penting” karena kita berada di blog yang isinya full mengupas RUU APP. Coba deh pergi kemilis2 diskusi yang mengupas RUU tenaga kerja misalnya, maka kita akan merasa kok yang diurusin RUU Tenaga kerjaaaa saja. Jadi semua ada bagiannya. Dan sudah saya sampaikan sbelumnya, memerintah republik ini adalah hal yang sulit. Mana dulu yang mau dibenerin : ekonomi, politik atau moral? Saya prefer semuanya =)
Salam hangat!
Yang saya maksud padang pasir itu adalah negara timur tengah dimana aurat wanitanya tertutup rapat dan wanita tidak bisa berbuat banyak karena mereka didorong untuk tinggal di rumah. Dan ini ada persamaan dengan tujuan RUU APP ini, hal ini bisa dilihat dari hampir sebagian besar pasal-pasal RUU APP ini mengarah kepada aurat perempuan dan pembatasan perempuan.
[Di seluruh pantai di dunia mungkin anga perkosaan kecil. Tapi angka free-sex tinggi. Dan Anda sepakat dengan budaya itu?]
saya tidak ingin menilai budaya ini lebih tinggi/baik daripada budaya itu. kalo tidak merugikan orang lain dan dilakukan secara aman, itu urusan mereka sendiri. saya tidak suka menghakimi orang lain selama mereka tidak mengganggu saya. itu adalah keputusan mereka sendiri. walaupun saya tidak mengikutinya (dan mungkin tidak setuju) saya menghargai pilihan mereka. itu urusan mereka sendiri dengan Tuhannya
[Tapi semangat keluarnya RUU ini harus dihargai]
semangat pembatasan dan pengaturan distribusi pornografi yang harus dihargai. dan untuk itu, UU lain dah ada kan? pertegas penegakannya
[Dan peraturan pembatasan mobil mewah (atau boros BBM ya?) adalah dengan menaikkan harga BBM. Atau baru2 ini mau diluncurkan pembatasan penggunaan BBM. Nah, bagaimana dengan pakaian sensual? Sepakat juga itu hak pemakai. Tapi ketika efeknya (perkosaan, pencabulan, dll) menimpa orang lain. Maka itu tidak mutlak menjadi haknya.]
kalo ada wanita berpakaian sensual, apa dia merugikan orang lain? kalo ada yang terangsang, bisa disalurkan dengan cara lain kan? (onani ato bekerja keras sampe lupa, whatever) kenapa dia malah menginvasi tubuh orang lain?
pemerkosaan? itu karena kultur patriarkis juga saya setuju. kalo ada orang terangsang karena baju sensual, apa dia otomatis berhak memperkosa?
saya percaya tiap individu punya hak utuh atas dirinya. dan kalo ada pelaku pemerkosaan, itu artinya dia tidak bisa menghargai hak orang lain. invasi itu harus dihukum.
kenapa orang bisa memperkosa daripada menyalurkannya dengan jalan yang lebih aman? karena mereka tidak terdidik mungkin. tidak diajarkan menghargai tubuh dan hak orang lain. penegakan hukum kurang tegas. karena itu, pendidikan adalah hal yang teramat penting! juga penegakan hukum
RUU APP macam ini, menimpakan semua kesalahan pada wanita. bahwa tubuh wanita adalah haram, penyebab nafsu, harus ditutupi, bukannya mengajarkan bahwa hak tiap manusia atas tubuhnya harus dihargai
[Kita sedang berbicara RUU APP, bukan MUI. Tolong jangan dibawa ke debat antar agama]
itu adalah tanggapan ketua MUI mengenai pornoaksi. karena itu, juga terkait dengan RUU APP
[Merugikan. Saya merasa dirugikan dan malu.> Bagaimana infiltrasi budaya barat begitu merajalela menimpa kita. Bahkan kita sendiri tidak mampu menyaringnya> Mana kebaya? Songket?, Ulos? Lenyap ditelan tank-top]
kalau anda merasa dirugikan, ya jangan pakai tank-top nya. tetaplah dengan busana tradisional. saya hargai dan hormati itu. anda berhak atas tubuh anda, sama seperti saya berhak akan tubuh saya sendiri. anda bebas menentukan cara berpakaian anda, saya juga bebas, selama kita tidak saling mengganggu. kebebasanmu dibatasi dengan kebebasanku. jangan karena anda merasa keberatan dengan pakaian barat, anda melarang semua pihak memakai pakaian barat. coba hargai pilihan setiap orang, walaupun anda tidak setuju
btw kebaya juga pakaian yang menunjukkan sensualitas wanita indonesia, menunjukkan lekuk tubuh, dilarang gak ya ama RUU APP?
wah wah… rame banget di sini yah…
untuk mas joko yang mendoakan Bali kena tsunami…
jahat banget sie…
kok dendam banget ya sama Bali?
jadi sedih neh…
kok cuma gara2 RUU, trus du pendapat antara pro-kontra
ujung2nya malah ngedoain yang ngga2..
lagian bali kan ga ikut2 nyumbang pendapat.. kok dicaci maki sie?
tentang RUU APP..
kalo disahkan ga asik banget..
soalnya gua ga biasa n ga akan pernah mau berenang pake pakaian lengkap..
trus gua punya kebun, kalo gua lg kerja gua ga pake baju biar ga kena getah…
berarti tar gua dihukum donk?
trus nenek gua di kampung tu sekarang da ga pernah make baju lagi kalo hari2 biasa.. berarti tar nenek gua dipenjara donk?
saran : RUU APP ini riber banget kalo mau disahkan.. karena mau mengatur sesuatu yan gsangat kompleks..
kalo memang mau disetujui berarti kayaknya bagian pengecualiannya bakal puannjaaaaannngggg… banget….
karena setiap undang2 membutuhkan kejelasan agar tidak terjadi multi tafsir.. n yang harus dikecualiin tu banyak banget… so.. harus bener2 diperbaiki dulu kalo mau diresmiin..
untuk saat ini saya masih belum setuju dengan isinya..
@ “gitu aja kok repot”
Tapi angka free-sex tinggi. Dan Anda sepakat dengan budaya itu? Lagipula, ada fakta yang tidak bisa dielakkan; bagaimana seseorang (dari mulai anak
kecil hingga dewasa) nekat memperkosa orang lain setelah menonton VCD2 porno yang menggambarkan perempuan2 berpakaian minim. Ini adalah hubungan sebab
akibat, dan salah satu sebabnya adalah terangsang dengan melihat film2 tadi. Bagaimana kalau melihat yang asli? Lantas bagaimana dengan penyebab pelecehan
tadi?
UU ini tidak membedaan antar laki dan perempuan, oleh sebab itu, debat jangan dibawa ke arah pembedaan gender. Apalagi Sekali lagi RUU ini tidak ada hubungannya dengan perbedaan gender. Jadi bab budaya patriarkis saya fikir jauh relevansinya dengan RUU ini.
Buat Anda yang memakai pakaian sensual merasa wajar2 saja. Tapi buat saya yang kelak memiliki anak, saya lantas berpikir.. Apa nanti kata anak saya??
bagaimana sebagian dari kita yang lain? Basis pembuatan UU seharusnya mengakomodasi kemungkinan terburuk tadi.
Berpakaian sensual Merugikan. Saya merasa dirugikan dan malu. Infiltrasi budaya barat begitu merajalela menimpa kita. Bahkan kita sendiri tidak mampu menyaringnya Mana kebaya? Songket?, Ulos? Lenyap ditelan tank-top.
Pasal2 di RUU APP butuh pembenahan, bukan ditolak bulat2. Semangat dari RUU ini patut dihargai.
Bagaimana dengan moral beberapa penguasa yang suka korupsi? Ada peraturannya juga tho? Individu memang memegang otoritas lebih, tapi wewenang negara untuk
membatasi juga ada.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Menjadi porno bila ada bagian2 yang sengaja tidak tertutupi (lihat definisi pornografi dan pornoaksi pada bagian penjelasan RUU APP).
Definisi ini ambigu, absurd, membingungkan, apalagi pengertian pornoaksi yang tidak ada di kamus bahasa manapun sebaiknya diabaikan dan tidak digunakan sebagai pedoman.
kita seringkali lupa bahwa penyebab pemerkosaan dll tersebut adalah kebebasan berekspresi yang kelewatan, karena didasari salah persepsi tentang sexualitas
(gender) dan sering ditambah pula dengan gangguan kepribadian (mental disorder) pada diri pelaku.
Perkosaan itu disebabkan oleh budaya patriarki, yg menempatkan perempuan sbg subordinat laki2. Jk tdk percaya, coba tunjukkan satu saja pelaku perkosaan
yg tdk berjiwa patriarkis. Jadi, budaya patriarki inilah yg hrs kita atasi.
kalau anda merasa dirugikan, ya jangan pakai tank-top nya. Tetaplah dengan busana tradisional. saya hargai dan hormati itu. anda berhak atas tubuh anda, sama seperti saya berhak akan tubuh saya sendiri. anda bebas menentukan cara berpakaian anda, saya juga bebas, selama kita tidak saling mengganggu. kebebasanmu dibatasi dengan kebebasanku. Saling menghargai.
Jangan karena anda merasa keberatan dengan pakaian barat, anda melarang semua pihak memakai pakaian barat. coba hargai pilihan setiap orang, walaupun anda
tidak setuju.
Hukum yg dibuat oleh negara hrs memperhitungkan kepentingan semua pihak dengan semangatnya yang menghargai hak asazi.
seandainya yg dibuat adlh ruu distribusi pornografi (hanya mengatur agar pornografi tdk dikonsumsi anak di bawah umur) atau peraturan pemerintah berdasarkan berbagai uu yg sdh ada, pastilah tdk ada yg menentang & sdh disahkan dg lancar.
intinya adalah menghargai hak asazi orang lain. Kalo hal ini menjadi budaya di masyarakat kita, saya yakin tak perlu bikin UUAPP. UU anti korupsi tidak sama dengan UUAPP ini, UU anti korupsi dibuat untuk memberantas korupsi bukan mengaturnya.
Jadi sebaiknya dibuatlah UUD yang berdasarkan semangat untuk menghargai hak asazi yang sifatnya universal. Salah satunya dengan membuat UU yang dapat meningkatkan pendidikan masyarakat (misalnya pendidikan sex agar generasi muda mampu menghargai sexualitasnya dan menghargai orang lain).
kalo membuat UU berdasar agama (keTuhanan) maka akan timbul pro-kontra sebab pengertian setiap agama berbeda dalam hal porno dan semua pasti merasa benar.
Negara kita bukan negara agama tetapi negara berketuhanan yang menghargai semua agama.
Hmmm, jadi pemimpin bangsa ini memang sulit. Karena banyak masalah, maka sebaiknya yang duduk sebagai pengambil keputusan harus orang terdidik dan
bijaksana, ini pengalaman pahit bahwa kita telah salah memilih anggota DPR yang ternyata tidak kompeten, seharusnya yang merumuskan masalah moral adalah
ahli etika Moralis bukan ahli agama, dan pemain orkes dangdut. ketidakmampuan dalam menyusun tampak nyata, Coba Anda baca BAB Pengecualian (untuk pendidikan,
adat, dan kesehatan). Bab ini terasa janggal, benarkah porno diijinkan untuk lingkup tersebut? mari kita renungkan.
yup, mas oko mendoakan yg engga2.
apa tsunami diaceh karena masyarakat aceh banyak dosa, enggak kan?
soal pemerkosaan, silahkan tanya psikolog apa pemerkosaan ada lah masalah sex? bukan kalau masalah sex pelaku ga perlu memerkosa. lagi pula berapa ga semua korban perkosaan perempuan laki2 juga banyak kok? anak kecil (laki2) juga banya mengalami tindakan kekerasan seksual. apa mereka berpakaian seksi? engga kan?
bandingan juga berapa banyak pelaku pemerkosaan dibandig pelaku tindak kekerasan berbau rasis dan rasa benci (walau ini bukan hanya soal kuantitas)?
sampai saat ini saya belum menemukan alasan yang logis dari pihak2 yang mendukung RUU APP. debat yg saya lakukan juga selalu berakhir dengan gebrak meja, ancaman, dan makian dari pihak yg pro. (tidak berbudaya sama sekali)
rasanya Undang-undang “Hate Crime” seperti di singapore lebih dibutuhkan untuk mendidik bangsa ini biar lebih santun dan lebih toleransi.
BUAT SALAH SATU POSTER DIATAS YANG MENGATAKAN BAHWA INI ADALAH MASALAH RUU APP BUKAN MASALAH AGAMA,
GUA MO TANYA LHO YANG MEMBAWA2 AGAMA DALAM HAL INI SIAPA? BUKANNYA TUH SI FPI, FBR, DE EL EL..
LIAT AJA JUGA KOMENTAR DARI SI INNEKE KOSHERAWATI, SI RHOMA IRAMA YANG BILANG KALO YANG MAYORITAS YANG AKAN MENANG..LAH MAKSUDNYA MAYORITAS TUH APA KALO YANG DIMAKSUDKAN ADALAH DARI SISI AGAMA. BELUM LAGI KOMENTAR DARI YANG MULIA KETUA MUI SOAL BAJU NASIONAL YANG MASUK MUSEUM
LAH TRUS MAU NYA YANG MULIA KETUA MUI TUH BAJU NASIONAL KITA DIGANTI BURQA, BAJU KURUNGNYA ORANG AFGHAN ? MAU NYA YANG MULIA KETUA MUI ITU LHO APA ? DALIH PEMERKOSAAN APALAGI…NGGAK USAH DEH MUNAFIK, LIAT AJA TKW, PEMBANTU, BABU BABU KITA DIARAB SAUDI, YANG DIPERKOSA, MENDING KALO DIPERKOSA DOANG, DIBUNUH TRUS UDAH GITU KELUARGA NYA (MUNGKIN JUGA PEJABAT) DIKASI DUIT MENTANG2 MEREKA ARAB TAJIR JADI NGGAK AKAN DITUNTUT DIBERITAKAN MACAM MACAM. JADI NGGAK USAH BAWA2 AGAMA DARI PENILAIAN DIRI SENDIRI ATAU SEKELOMPOK ORANG MENGENAI APA YANG HARUS DILAKUKAN DAN APA YANG HARUS DIPAKAI.
DAN BUAT MAS YANG MENDOAKAN BAHWA SUPAYA BALI TERKENA TSUNAMI…COBA DEH LIAT MAS BUKTINYA ITU YANG KENA TSUNAMI PALING PARAH LHO SIAPA…
BAHKAN THAILAND YANG IBARATNYA SURGA DUNIA PUN YANG MATI NGGAK ADA SEPERLIMANYA TSUNAMI DI SERAMBI YANG KATANYA SUCI…
MBOK YA KALO SUDAH KAYAK GITU RETROSPEKSI BUKAN MALAH MENDOAKAN YANG LAEN KENA JUGA…
BEGINI DEH KOMENTAR ORANG SIRIK DAN NGGAK MAKAN SEKOLAHAN. BISANYA CUMA BISA ANARKIS, MAKI2, DAN KOMENTAR YANG SAMA SEKALI UN-EDUCATED…
Buat mas wiraprama : mohon maaf, bisa tunjukkan kalau RUU ini memang mangatur penutupan rapat tubuh wanita? Saya bolak-balik pasalnya kok ga ada ya. Kalo yang dimaksud adalah bagian tubuh tertentu yang sensual (penjelasan pasal 4) itu mengarah pada wanita, ya saya juga sepakat bila diberlakukan untuk pria juga.
To Crescent shadow (mas/ mbak ya?) :
1. saya menganggap free-sex juga merugikan saya secara tidak langsung. Coba pikirkan kalo yang berbuat itu saudara Anda atau anak Anda yang meniru orang lain. Bagaimana? kan repot? Lagipula bukankah kita sebagai manusia juga diberi tanggungjawab oleh Tuhan untuk mengingatkan? Kalo saya tidak bisa cuek saja
2.Distribusi pornografi? Pornografi saja saya tidak sepakat. Alasan: sama seperti nomor 1
3. Bukan masalah pelampiasan rangsangan; ini masalah aksi-reaksi. Aksi dimulai ketika ada seseorang baik wanita atau pun pria (kalo pria bisa liat contoh iklan L-Men, bgmn ada bagaian tbh tertentu yang menarik bg wanita juga) berpakaian minim yang sesuai definisi pornoaksi RUU ini. Nah, timbul reaksi dari lawan jenisnya. Ini selayaknya diminimalisir dengan berpakaian layak. Kalo masalah pembinaan, coba tengok penjelasan pasal 51 ayat 1 tentang tugas BAPPN
4. RUU APP menimpakan pada wanita? Kalo saya anggap tidak. Tapi kalau memang Anda anggap begitu, ya berarti rumusan psalnya yg harus diperbaiki tho? bukan ditolak
5. Masalah tanggapan MUI, saya juga pernah baca tanggapan WALUBI (tapi lupa, maap). Kenapa yang dicantumkan cuma MUI? Jangan memojokkan salah satu agama. Itu saya tidak sepakat ketika pembahasan RUU ini mendiskreditkan agama. Masih segar dalam ingatan saya seorang pendeta bersahaja juga memprotes terbitnya playboy dalam dialog antara FPI-Playboy yang disiarkan live oleh SCTV. Jadi klaim anti pornografi bukan cuma dari satu agama. Kalo mau memberitakan pernyataan pemuka agama, tolong proporsional.
6. Sekalilagi untuk pernyataan tanktop ,kebaya dll. Saya merasa dirugikan dengan pakaian2 kekurangan bahann yang merupakan infiltrasi budaya barat. Dan sewajarnya negara membuat filternya. Btw, kebaya engga masuk pornografi. Baca pasal 36 ayat 1
To pi_ping_ton, begini :
1). menurut saya memang masih ambigu, tapi tidak absurd. Harus diperjelas batasan pornoaksi. Bagian2 tubuh wanita sajakah? Atau pria juga? Termasuk pertanyaan bagaimana bila ada anggota keluarga yang biasa mencium bibir sebagai tanda asayang? Nah itu yg harus diperjelas. Bukan ditolak RUU-nya
2) RUU ini menurut saya juga memberantas pornografi kok. Sama seperti UU korupsi d el el. Coba baca bagian pelarangan peredaran barang2 pornografi dan jasa pornoaksi
To ANTHONY :
1) Anda juga harus Calm-Down kalo mau disebut well-educated. jangan menghina-hina orang lain.
2). Sekali lagi, menurut saya yang mayoritas itu bukan golongan agama tertentu. Tapi memang mayoritas menyetujui RUU ini. Coba lihat petisi yang menyetujui. Btw, anda kok melebar sih diskusinya pake bawa2 FPI dan FBR segala?
3) kok anda senang sekali ya mengkait-kaitkan masalah ini dengan agama. Coba, saya jadi pingin tahu, anda menggunakan apa sih untuk menilai “apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dipakai” ? Jangan2 pake emosi lagi =) piss…
Salam!
Kalo beranggapan bahwa RUU APP hanya bawa ajaran Islam coba baca kutipan berikut:
Pornografi
oleh: Romo William P. Saunders *
Pasangan saya kecanduan pornografi, tetapi ia menyangkalnya sebagai dosa. Saya ingin memahami masalah ini dengan lebih baik. Mohon tanggapan.
~ seorang pembaca Arlington Catholic Herald
Katekismus Gereja Katolik memberikan tiga alasan mengapa pornografi adalah salah dan dosa. PERTAMA, pornografi melanggar keutamaan kemurnian. Setiap umat Kristiani dipanggil untuk hidup murni, sebab itu ia wajib menghormati kekudusan seksualitas kemanusiaannya sendiri, yang meliputi integrasi jasmani dan rohani dari keberadaannya. Ia juga wajib menghormati kekudusan perkawinan. Dalam menanggapi pertanyaan kaum Farisi mengenai perceraian, Tuhan kita mengajarkan, “Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan? Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu” (Mat 19:4-6). Sebab itu, cinta kasih suami isteri yang mencerminkan ikatan sakramental antara mereka, dan pengucapan janji perkawinan juga sakral. Ungkapan cinta kasih suami isteri haruslah mencerminkan cinta kasih yang setia, permanen, eksklusif, saling memberi diri dan saling menghidupi antara suami dan isteri.
Namun demikian, hormat terhadap perkawinan dan cinta kasih suami isteri tidak hanya terbatas pada ungkapan secara jasmani. Rasa hormat itu juga meliputi dimensi rohani. Yesus mengajarkan, “Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.” (Mat 5:27-28). Sebab itu patutlah, “kemurnian menjamin sekaligus keutuhan pribadi dan kesempurnaan penyerahan diri” (Katekismus Gereja Katolik, No 2337). Sebaliknya, pornografi merupakan tindak perzinahan batin yang menghantar pada ketidakutuhan rohani orang dan dapat menghantar pada perzinahan fisik atau tindak seksual yang tidak sah lainnya.
KEDUA, pornografi sangat merusak martabat semua mereka yang ikut berperan (para aktor, pedagang dan penonton). Masing-masing dari mereka mengeksploitasi diri atau mengeksploitasi yang lain dengan suatu cara demi kenikmatan atau keuntungan pribadi. Secara keseluruhan, martabat manusia – baik ia yang berpose, ia yang memproduksi, ia yang memperdagangkan, ataupun ia yang menikmatinya – direndahkan.
KETIGA, mereka yang terlibat dalam pornografi membenamkan diri dalam suatu dunia semu, dunia khayalan, lepas dari dunia nyata. Cinta kasih sejati senantiasa menyangkut memberikan diri demi kebaikan yang lain, sedangkan pornografi menarik orang untuk masuk ke dalam suatu dunia semu yang menyesatkan dan egois, yang kemudian dapat dilakukan dalam dunia nyata hingga mencelakakan diri sendiri dan orang lain. Masalah pornografi telah meningkat drastis sejak internet menyajikan hubungan seksual “virtual reality”.
Dosa pornografi tidak sekedar menyangkut “suatu tindakan pada suatu saat”, melainkan dapat menjadi semacam kanker rohani yang merusak manusia.
Dr Victor Cline (1996) mengemukakan empat dampak progresif dari pornografi: (1) kecanduan, di mana hasrat untuk menikmati tayangan-tayangan pornografi membuat orang kehilangan penguasaan diri; (2) meningkatnya nafsu liar, di mana orang menjadi kurang puas dengan hubungan seksual yang normal dan masuk ke dalam pornografi yang semakin dan semakin brutal, biasanya guna memperoleh tingkat sensasi dan gairah yang sama; (3) hilangnya kepekaan moral, di mana ia tidak lagi memiliki kepekaan moral terhadap tayangan-tayangan yang tidak wajar, yang tidak sah, yang menjijikkan, yang menyesatkan, yang amoral, melainkan menikmatinya sebagai tayangan yang dapat diterima dan mulai memandang orang lain sebagai obyek; (4) pelampiasan, di mana khayalan diwujudkan dalam tindakan nyata yang jahat.
Jelas dan nyata, pornografi menimbulkan dampak buruk yang merusak segenap masyarakat, teristimewa perempuan dan anak-anak. Pornografi mengajarkan bahwa perempuan menikmati “dipaksa” dan menikmati aktivitas seksual yang brutal; pornografi mendukung pelacuran, mendukung orang mempertontonkan aurat, mendukung voyeurism (= perilaku di mana orang mendapatkan kenikmatan dengan melihat secara tersembunyi orang lain menanggalkan busana atau melakukan hubungan seksual), dan menganggap semua itu sebagai perilaku yang wajar; pornografi menganggap perempuan sebagai obyek seks belaka yang dipakai guna mendatangkan kenikmatan diri. Pada sebagian pria, secara rutin menikmati tayangan pornografi membuat mereka menganggap normal serangan terhadap perempuan dalam hal seksual maupun dalam interaksi lainnya; pornografi meningkatkan toleransi atas serangan yang demikian terhadap perempuan dalam budaya yang lebih luas (Surrette, 1992). Yang sangat menyedihkan, dampak terburuk pornografi mungkin terjadi atas diri anak-anak, khususnya anak-anak lelaki berusia antara 12 hingga 17 tahun, oleh sebab pornografi menggambarkan aktivitas seksual di luar pernikahan sebagai hal yang wajar dan dapat diterima, tanpa menghiraukan ancaman AIDS atau penyakit-penyakit kelamin lainnya yang mengerikan, dan tanpa menghiraukan beban tanggung jawab terhadap kemungkinan hadirnya kehidupan manusia baru.
Sementara sebagian orang berusaha membenarkan penggunaan pornografi demi meningkatkan keintiman dalam hidup perkawinan mereka, sebagian besar dari orang-orang ini lebih mengkhayalkan aktor-aktor dan adegan-adegan dalam tayangan-tayangan pornografi tersebut daripada pasangan mereka. Keadaan yang demikian memerosotkan kesakralan cinta kasih suami isteri menjadi suatu tindak perzinahan – yang satu mempergunakan tubuh yang lain sebagai sumber kenikmatan seksual sementara “bersetubuh” dengan suatu figur khayalan. Dr Cline melaporkan, “Pasangan mereka hampir selalu mengeluh merasa dikhianati, dilecehkan, ditipu, diacuhkan, dianiaya dan tak mampu bersaing dengan khayalan.” Tak heran Asosiasi Psikiater Amerika mendapati bahwa 20% dari pecandu pornografi bercerai atau berpisah karena kecanduan mereka.
Pernyataan mengenai dampak buruk pornografi didukung pula oleh bukti-bukti kriminal. Terdapat bukti akan adanya hubungan langsung antara kasus-kasus pemerkosaan, pelacuran, penganiayaan anak dan penyiksaan fisik terhadap pasangan, dengan maraknya sajian / tayangan pornografi dan gaya hidup mesum dan bisnis yang berorientasi pada seksualitas dalam suatu komunitas (Uniform Crime Report, 1990). Beberapa contoh: Pada tahun 1991, Departemen Kepolisian Los Angeles mendapati bahwa dalam periode sepuluh tahun, pornografi terlibat dalam duapertiga dari seluruh kasus pelecehan terhadap anak-anak. Satu dari enam orang di penjara-penjara negara adalah pelaku kejahatan seks; kejahatan seks berada di urutan kedua setelah kejahatan obat-obatan terlarang. Pada tahun 1988, Federal Bureau of Investigation melaporkan bahwa 81 persen dari para pelaku kekerasan seksual secara rutin membaca atau menyaksikan tayangan kekerasan pornografi.
Sebagai umat Kristiani, haruslah kita waspada terhadap pornografi, bukan hanya menghindari penggunaannya saja, melainkan juga menolak gambar, bayangan atau pemikiran apapun yang muncul secara tak sengaja, seperti misalnya ketika secara kebetulan menyaksikannya saat menonton film. Haruslah kita bertindak amat bijaksana dalam memilah-milah apa yang hendak kita saksikan ataupun apa yang hendak kita dengarkan. Kita patut menentang segala sumber pornografi yang mencemarkan serta merendahkan masyarakat kita. Di samping itu, dalam doa-doa kita, patutlah kita mohon keutamaan kemurnian, mohon pada Tuhan rahmat agar kita senantiasa murni dan menghormati martabat setiap pribadi, teristimewa dari kalangan lawan jenis. Apabila kita jatuh, dan dengan sengaja kita ikut ambil bagian dalam suatu bentuk pornografi atau menerima suatu gambar, bayangan atau pemikiran pornografi yang tidak dengan sengaja dicari, namun demikian kita terima, kita patut bertobat, mengaku dosa dan menerima absolusi. Katekismus Gereja Katolik mengajarkan bahwa pornografi merupakan “satu pelanggaran berat,” artinya secara obyektif merupakan dosa berat. Jangan pernah kita menganggap remeh dosa ini dan membiarkannya berakar dalam hidup kita.
* Fr. Saunders pastor of Our Lady of Hope Parish in Potomac Falls.
sumber : “Straight Answers: Dealing with Addictions to Pornography” by Fr. William P. Saunders; Arlington Catholic Herald, Inc; Copyright ©2004 Arlington Catholic Herald. All rights reserved; http://www.catholicherald.com
Diperkenankan mengutip / menyebarluaskan artikel di atas dengan mencantumkan: “diterjemahkan oleh YESAYA: http://www.indocell.net/yesaya atas ijin The Arlington Catholic Herald.”
Kristen juga gakj setuju Pronografi/Pornoaksi.
Kalo nolak pasalnya tolong tunjuk pasalnya dan apa solusinya, seharusnya pasa itu berbunyi apa.
Kalo cuma bisa nolak berarti setuju Pornoaksi/pronografi.
Satu lagi tambahan, di RUU tsb tidak disebutkan wanita, tidak wanita tapi adalah orang dewasa dan anak2.
SAYA YAKIN SEYAKIN YAKINNYA TSUNAMI CUKUP SEKALI DI INDONESIA YAITU DI PULAU YANG PALING “MUNAFIK” ….. MANA TUH ? ……. PINTAR!
SAYA YAKIN SEYAKIN YAKINNYA SIDANG DPR YANG PALING “MUNAFIK” …… YAITU MERANCANG RUU? ……PINTAR!
kalo kita hanya berpedoman kepada teks RUU APP ini jelas tidak ada, namun dalam subtansi dari RUU APP ini jelas mengandung keinginan kesana, yaitu para wanita indonesia harus berpakaian yang serba tertutup, karena dalam Pasal 25 serta Penjelasan Pasal 4 RUU APP ini, bagian tubuh sensual disebutkan dengan kata “antara lain” yang berarti masih ada bagian tubuh yang dianggap sensual selain dari yang terdapat dalam teks penjelasan Pasal 4, nah ini berarti maka wanita indonesia agar tidak dikategorikan melanggar RUU APP ini otomatis harus berpakaian serba tertutup karena bingung menentukan bagian tubuh yang sensual itu yang mana. Lagian persepsi dari setiap orang mengenai tubuh yang sensual itu pasti berbeda. Jika kita ke desa yang masih tradisional, maka kita akan banyak menemukan wanita -wanita tua yang hanya pake kutang to! apa mereka mengundang syahwat?kan tidak.trus kalo ada seorang ibu yang sedang menyusui anaknya di tempat umum dan kelihatan payudaranya, apa ia bisa dikategorikan pelanggar RUU APP? kan bingung jadinya.
Selain itu RUU APP ini jelas berbenturan dengan UU lainnya. Contoh Pasal 1 point 17 yang menyatakan orang dewasa itu adalah orang yang berumur 12 tahun, (bayangin anak SD kena juga oleh RUU APP Ini).Padahal semua produk UU menyatakan bahwa orang dewasa itu adalah orang yang sudah berumur diatas 17 tahun (lihat UU PERKAWINAN, KUHPERDATA) . jadi kesimpulannya yang membuat RUU APP Ini tidak memperhatikan segala aspek yang hidup dalam masyarakat Serta gegabah dalam menyelesaikan masalah, tujuan Pembuat RUU APP ini dianalogikan adalah orang yang ingin membunuh seekor tikus yang ada dalam lumbung padi lalu untuk membunuh tikus itu, dia membakar lumbung padi tersebut.
mas , bukannya saya selalu membawa2 agama, tapi melihat mereka yang mengatakan dirinya mendukung RUU APP ini selalu mengeluarkan statement dari sudut pandang moral yang ujung2nya juga membawa nama agama, maka mau tidak mau kita juga harus dapat mengeluarkan ‘bantahan’ dari sudut pandang moral dan agama juga dong..dan masalah FPI dan FBR, saya tidak mempermasalahkan mereka mau ngapain, yang jelas JANGAN MERUSAK dan ANARKIS.
tentu saja saya selain menggunakan emosi, juga menggunakan LOGIKA dan AKAL SEHAT dalam menentukan apa yang akan/harus saya lakukan, saya pakai, saya lihat, yang tentunya berbeda standar antara saya, mas-gitu-aja-kok-repot, rhoma irama, contohnya saja dalam goyang inul.. nurut saya itu goyangnya goyang orang maen hulahop. menurut bang rhoma itu goyangnya goyang syahwat. jadi ini lah yang jadi perbedaan pendapat bahwa urusan akhlak dan moral merupakan area pribadi dan individu, karena itu negara ngak berhak menentukan apa yang bermoral apa yang nggak bermoral. masuk neraka ato surga toh inul juga yang nanti ngerasain..(dan mereka yang ngeliat & nikmatin)
TOLAK RUU APP
Regardless of religion, this is a joke!
Gambaran saya tentang mengatur pornografi kan mengatur distribusi konten/media pornografi. Atur distribusi pronografi boleh, setuju. Playboy jangan dijual bebas saya setuju. Bisa beli DVD bokep resmi dengan pamer KTP/SIM dulu juga ok. Tetapi kalau mengatur cara berpakaian… ya itu dia membunuh tikus di lumbung dengan membakar lumbungnya.
Want it or not, sex is here. People do sex. Banyak dari anda yang mungkin tidak setuju free-sex, tetapi tidak banyak pula yang menyetujui, for equally good reasons as well! (Yang pasti akan ditolak mentah-mentah sama yang menolak).
Mengenai aksi reaksi… Bagaimana dengan mobil yang terparkir di pinggir jalan (yang tidak dilarang parkir tentunya) yang kaca spionnya ‘merangsang’ para pencuri. Larang mobil parkir atau hukum pencurinya?
Sekali lagi. Bagaimana dengan orang-orang di jalanan umum yang menggoda tukang copet karena membawa dompet tebal. Larang bawa dompet atau hukum pencopetnya?
mmmmmmmmmmm…. dua pendapat yang berbeda yang pada akhirnya nanti akan menghasilkan suatu keputusan yang baik, memang beginilah seharusnya proses demokrasi itu berjalan, saling mengemukakan pendapat agar nantinya bisa ketemu penyelesaiannya…
temen2 sekalian udah pada mikir baik2 kenapa memutuskan utk dukung ato nolak RUU APP?? sebetulnya klo qta urutin ke bawah apa yang menjadi masalah tentang moral qta adalah kurangnya pendidikan di negara qta yang tercinta Indonesia, betul ga?? coba mari qta tengok negara tetangga qta yang mayoritas beragama muslim, Malaysia, mereka tidak mempunyai undang2 yang mengatur masalah moral mereka, tapi yang jelas tiap pengelola pusat hiburan mengingatkan bahwa untuk kaum muslim dilarang masuk ke tempat2 hiburan mereka, tapi kalau juga misalnya memang mereka masuk ya itu kan kembali lagi kepada masalah pribadi orang itu sendiri, ya kan??
kemudian mari qta pikir lagi sama2, apakah teman2 semua bisa menjalankan dengan baik RUU APP apabila nanti memang RUU itu sudah disahkan?? (mohon maaf) kenyataan yang terjadi di negara qta ini adalah qta sebagai masyarakat Indonesia tidak terbiasa dengan mematuhi peraturan. sebagai contoh (sekali lagi mohon maaf), FPI atau FBR, atao ormas2 yang lain yang terlibat pernah melakukan tindakan2 anarkis atau pengancaman dimana seharusnya tindakan2 anarkis dan pengancaman2 tersebut melanggar undan2 yang berlaku, betul tidak?? kembali lagi sebab ini terjadi adalah karena masalah pendidikan.
gue yakin di hati nurani manusia pada dasarnya menganggap bahwasanya hal2 yang berbau porno itu adalah tidak baik. mengapa tidak kita asah saja pikiran2 tersebut agar menjadi landasan pemikiran masyarakat qta bahwa porno itu bukanlah hal yang baik, betul??
bukan gue ga dukung RUU APP tapi bukan juga gw ngedukung RUU APP, tapi menurut gue cara penanganannya aja yang kurang bijak, apa gunanya qta mengatasi masalah ranting atau dahan atau daun apabila supply makanan untuk akarnya saja tidak baik?? mari demi kemajuan bangsa ini, qta sebagai pelajar, mahasiswa, karyawan, pemimpin2 bangsa dan semua yang termasuk dalam keluarga besar NKRI, qta sama2 membangun bangsa dalam bidang pendidikan utk masa depan negara qta…
amin, semoga teman2 yang membaca bisa tergugah dan bisa sama2 membangun negara ini.
terima kasih banyak
Ass. Wr.Wb.
Aye sih setuju banget kalo ntuh RUU APP diresmiin.. Yah itung2 buat ngurangin kebobrokan bangsa… Kali aje kalo ntar diresmiin, bangse kite jadi maju… Insya Allah..
Hoho… Kalo ada kebijakan baru, pasti ada yang pro and kontra.. Kalo saya adalah pihak yang pro. Dengan diresmikannya RUU APP ini, mentalitas bangsa kita yang menurun dapat kita tingkatkan lagi sehingga kita dapat mencapai tujuan nasional bangsa seperti yang telah ditekankan sejak kita duduk di sekolah dasar. Saya yakin bukan tanpa alasan kalau pemerintah kita ingin meresmikan RUU tersebut. Sebaiknya kita dukung saja kalau itu demi kebaikan kita bersama.
such a stupid rule. sama aja dengan nyuruh semua cewek indonesia jadi muslim, maksa pake jilbab jadi ketutp rapi semua. yang bikin gak punya otak. mau pake baju rapat ato gak kalo dah kemasukan setan tetep aja bisa diperkosa. meningkatkan mentalitas bukan dengan ruu konyol begini tapi dengan pendidikan. tingkatin mutu pendidikan maka moral bangsa bakalan lebih baik. banyak sekolah bobrok gak diurusin, yang konyol beginian malah diributin
liat aja nti, kalo samapai ruu ini jadi, kita pasti balik ke taun 60an, semuanya dipasung dengan alasan moralitas. mestinya yang diperbaiki itu moral anggota dpr dulu. baru ngurusin moral rakyat. moral dpr aja masih bejad tapi sok2an ngrurusin moral rakyat.
dasar dpr tolol gak punya otak. jelas aja gak punya otak, soalnya otaknya dipake tidur doank apalagi pas rapat. otak udang!!!!
such a stupid rule. sama aja dengan nyuruh semua cewek indonesia jadi muslim, maksa pake jilbab jadi ketutp rapi semua. yang bikin gak punya otak. mau pake baju rapat ato gak kalo dah kemasukan setan tetep aja bisa diperkosa.
>> ini mau bilang kalo jilbab juga such a stupid rule yah…??!!
SEKALI LAGI..!!!
SIAPA YANG SEBENARNYA BAWA ISU INI JADI ISU SARA..???!!
ada juga yang pake’ alasan..bangsa kita berbhineka…apa sih artinya bhineka tunggal Ika…apa juga maksudnya…walaupun ada koruptor, ada bandar narkoba, ada pemerkosa wanita, kita tetap saudara dan ndak ada yang perlu diatur…???
UPS..!!! Sorry…salah kasih komentar yah…
ya..namanya juga bhinneka tunggal Ika…
biar gw beda…kan tetap saudara….
jangan tersinggung yeee…
@ “gitu aja kok repot”, Mushashi
Kalo beranggapan bahwa RUU APP hanya bawa ajaran Islam coba baca kutipan
berikut: Pornografi oleh: Romo William P. Saunders *
Pasangan saya kecanduan pornografi, tetapi ia menyangkalnya sebagai dosa…
>>>>>>>>>>>>>>>>>
Saya sudah pernah membaca tulisan diatas, pandangannya tentang porno adalah pandangannya secara pribadi sebagai orang katolik, Saya tidak tahu persis yang dimaksud pasangan adalah isterinya atau sejawatnya karena seorang romo /pastor tidak beristeri. Andaikata itu memang isterinya berarti dia gagal memahami sexualitas perempuan. Ia mengira isterinya memandang sex sama seperti seorang laki-laki (dirinya). Kalo anda pria coba tanyakan pada isteri atau pacar anda benarkah mereka akan terangsang libidonya dengan melihat tubuh seorang pria yang sedang telanjang? (baca juga referensi: Man are form Mars women are form Venus oleh:John gray, PhD). ini juga untuk menjawab pertanyaan tentang “batasan pornoaksi. Bagian2 tubuh wanita sajakah? Atau pria juga? bisa tunjukkan kalau RUU ini memang mangatur penutupan rapat tubuh wanita?
Saya bolak-balik pasalnya kok ga ada ya. Kalo yang dimaksud adalah bagian tubuh tertentu yang sensual (penjelasan pasal 4) itu mengarah pada wanita, ya saya juga sepakat bila diberlakukan untuk pria juga(????)”.
“Bukan masalah pelampiasan rangsangan; ini masalah aksi-reaksi. Aksi dimulai ketika ada seseorang baik wanita atau pun pria (kalo pria bisa liat contoh
iklan L-Men, bgmn ada bagaian tbh tertentu yang menarik bg wanita juga) berpakaian minim yang sesuai definisi pornoaksi RUU ini.) Nah, timbul reaksi dari lawan jenisnya. Ini selayaknya diminimalisir dengan berpakaian layak”. Reaksi perempuan berbeda dengan laki-laki yang melihat tubuh lawan jenisnya telanjang.
Saya melihat Saunders kurang bijaksana pemikirannya dalam memandang masalah sexualitas dan perkawinan. Dapat dibaca dari pernyataannya bahwa “Pornografi
merupakan tindak perzinahan batin yang menghantar pada ketidakutuhan rohani orang dan dapat menghantar pada perzinahan fisik atau tindak seksual yang tidak sah lainnya”. hormat terhadap perkawinan dan cinta kasih suami isteri tidak hanya terbatas pada ungkapan secara jasmani. Rasa hormat itu juga meliputi dimensi rohani. Ia menunjuk kambing hitam atas kegagalan menciptakan
suatu relasi perkawinan yang harmonis. Kegagalan suatu perkawinan tidak disebabkan semata persoalan sex, malah lebih banyak karena ketidakmampuan untuk memahami pasangannya. Sebenarnya Pornografi lebih merupakan pelarian dari kegagalan itu. Tulisan itu juga menunjukan bahwa Saunders melihat perkawinan hanya sebatas tentang sex.
Bila relasi suami isteri dalam perkawinan cukup baik maka tidak mungkin akan terjadi perselingkuhan. Semakin seseorang merasa dekat dan di(me)kasihi orang yang dicintainya semakin sulit menyalahgunakan sexualitasnya. Dengan kata lain bila seseorang mulai memikirkan hal lain selain orang yang dikasihinya maka berarti ada sesuatu terjadi dengan relasi mereka.
Kutipan Saunders tentang “kemurnian menjamin sekaligus keutuhan pribadi dan kesempurnaan penyerahan diri (Katekismus Gereja Katolik, No 2337) sebenarnya
lebih tepat mengenai cara hidup tidak kawin (selibat). Kemurnian = keperawanan = keutuhan = penyerahan Total.
Demikian juga saya melihat jauh ke makna yang lebih mendalam bahwa RUUAPP dirancang berdasarkan cara pandang pria “yang tidak mampu menahan diri”.
ini menegaskan keyakinan para penolak RUUAPP bahwa wanitalah yang akan menjadi sasaran UUAPP. Kalo anda tidak bisa menemukan hal ini berarti anda masih harus mempelajari lagi RUUAPPnya, juga tentang SEXUALITAS dan Perkawinan.
Hemat saya pornografi tidak perlu diberantas cukup diatur karena merupakan bagian hidup manusia, berbeda dengan Korupsi yang merupakan pelanggaran hak asazi dan pasti merugikan orang banyak harus diberantas dan dimusnahkan.
Menganggap free-sex juga merugikan secara tidak langsung. kalo yang berbuat itu saudara atau anak yang meniru orang lain. Masalah ini serupa dengan cara
pandang Saunders. Persoalan ini adalah tanggung jawab manusia itu sendiri jangan mencari kambing hitam.
Lagipula bukankah kita sebagai manusia juga diberi tanggungjawab oleh Tuhan untuk mengingatkan? Sekali lagi hanya mengingatkan bukan melarang /memaksakan
kemauan kita.
@gitu aja kok repot:
[saya menganggap free-sex juga merugikan saya secara tidak langsung. Coba pikirkan kalo yang berbuat itu saudara Anda atau anak Anda yang meniru orang lain. Bagaimana? kan repot? Lagipula bukankah kita sebagai manusia juga diberi tanggungjawab oleh Tuhan untuk mengingatkan? Kalo saya tidak bisa cuek saja]
mengingatkan boleh, bukan pemaksaan. anda takut anak/saudara anda terpengaruh free-sex? didik mereka dengan sex education. beri pengertian tentang seksualitas. bukan dengan larangan. anda tidak berhak mengatur hidup mereka. mereka sendiri yang berhak atas hidup mereka
[Bukan masalah pelampiasan rangsangan; ini masalah aksi-reaksi. Aksi dimulai ketika ada seseorang baik wanita atau pun pria (kalo pria bisa liat contoh iklan L-Men, bgmn ada bagaian tbh tertentu yang menarik bg wanita juga) berpakaian minim yang sesuai definisi pornoaksi RUU ini]
bagaimana mungkin ini bukan masalah pelampiasan rangsangan? justru pelampiasan rangsangan itu yang harus diatur
saya tidak menyangkal ada reaksi ketika seorang pria melihat wanita seksi (lebih ke pria, wanita umumnya tidak begitu terangsang melihat tubuh pria topless, paling hanya mengagumi saja) tapi apakah itu menjadi pembenaran terhadap reaksi berlebihan seperti pemerkosaan?
seperti yang sudah sering kali disebut diatas, andaikata ada orang kaya yang sangat amat menyebalkan dan hobi pamer mobil super mewah. anda kesal, ya. anda cemburu, mungkin ya juga. boleh saja. tapi apa anda otomatis punya hak merampoknya?
melarang orang kaya beli mobil mewah? yang benar saja. itu uangnya sendiri, dia punya otoritas penuh tentang bagaimana ia menggunakan uangnya
sama seperti itu, akui dan hargai sepenuhnya hak seseorang untuk berpakaian sesuai pilihannya sendiri
[Sekalilagi untuk pernyataan tanktop ,kebaya dll. Saya merasa dirugikan dengan pakaian2 kekurangan bahann yang merupakan infiltrasi budaya barat. Dan sewajarnya negara membuat filternya.]
tiap manusia itu unik. ia menyimpan keunikan tersebut di dalam jiwanya. dan tidak seorang pun berhak menyamaratakan setiap insan itu
katakanlah saya adalah pejabat tingkat tinggi dan saya akan memaksa anda menanggalkan kebaya dan mengenakan tanktop dan rok makro mini. apa anda mau? saya kira tidak. itu bukan anda yang ingin melestarikan budaya lagi. bukan anda yang anti tanktop lagi
sama saja, bagaimana perasaan wanita yang biasa mengenakan tanktop dan sekarang dipaksa menanggalkan tanktopnya? ini tidak lucu lagi, penyerobotan jiwa.
infiltrasi budaya barat tidak otomatis memberikan anda hak untuk mengatur gaya busana seseorang. anda bisa mengingatkan, memberikan penyuluhan, bergabung dengan LSM yang aktif berkampanye tentang indahnya busana nasional, tapi sekali lagi saya ingatkan, anda adalah manusia juga yang kedudukan nya setara, dan setiap individu adalah unik. hargai mereka seperti mereka. anda tidak berhak melakukan penguasaan, mewarnai orang lain dengan warna diri anda sendiri!
[RUU APP menimpakan pada wanita? Kalo saya anggap tidak. Tapi kalau memang Anda anggap begitu, ya berarti rumusan psalnya yg harus diperbaiki tho? bukan ditolak]
saya menolak keras pemaksaan cara berpakaian, baik kepada pria ataupun wanita, karena ini jelas2 salah arah. yang saya terima hanyalah pengaturan pornografi
[Masalah tanggapan MUI, saya juga pernah baca tanggapan WALUBI (tapi lupa, maap). Kenapa yang dicantumkan cuma MUI? Jangan memojokkan salah satu agama.]
saya diatas hanya menjelaskan tulisan oleh salah satu poster diatas tentang mengapa nama MUI relevan dengan topik ini. kebetulan yang ditulis MUI
@Sumeragi Hikaru n Alluca
apa anda pikir pengaturan dan pemaksaan yang salah arah bisa memperbaiki negara ini? menurut hemat saya, salah besar. yang perlu diperbaiki itu mental, dan karena itu perlu pendidikan, bukan penutupan tubuh. tubuh mao ditutup seperti apa pun, masih banyak orang yang bisa mempersepsikan macam2 dan pada akhirnya melakukan tindakan pelecehan
@caesar8t
[>> ini mau bilang kalo jilbab juga such a stupid rule yah…??!!]
pemakaian jilbab tidak lebih daripada sebuah stupid rule jika dipaksakan ke seseorang yang tidak ingin memakainya
@pi_ping_ton
can’t agree more!
[ini menegaskan keyakinan para penolak RUUAPP bahwa wanitalah yang akan menjadi sasaran UUAPP. Kalo anda tidak bisa menemukan hal ini berarti anda masih harus mempelajari lagi RUUAPPnya, juga tentang SEXUALITAS dan Perkawinan.]
betul sekali. mari kita pelajari seksualitas. bukan seksualitas yang dipenuhi ketakutan akan seksualitas itu sendiri sehingga menghasilkan pandangan yang hitam-putih. apalagi seksualitas yang sangat bias pandangan patriarkis
kpd sdr/i gitu aja kok repot,
1. Mari kita simak secara jernih. Pertama, tentang penyebab perkosaan. Ada pornografi dan pakaian sensual yang tidak menyebabkan perkosaan (contoh: di masyarakat liberal). Sebaliknya, tanpa pornografi dan pakaian sensual, perkosaan juga bisa terjadi (contoh: TKW di timur tengah). Di lain pihak, tidak ada pemerkosa yang tidak patriarkis. Jadi, silakan renungkan apa sebenarnya penyebab perkosaan: pornografi/pakaian sensual atau budaya patriarki?
Kedua, tentang free-sex. Jika definisi yang anda maksudkan adalah seks di luar nikah, saya tidak sepenuhnya tidak setuju. Kita harus melihat konteksnya dulu. Ada pasangan yang “terpaksa” seks di luar nikah, karena pernikahan resmi terhalang (misalnya: gara-gara larangan nikah beda agama). Bagi saya pribadi, pelaku seks di luar nikah yang setia dan dilandasi cinta masih lebih mulia daripada pelaku poligami (tanpa izin istri) atau yang menikah demi harta.
2. Saya jadi ingat maraknya pelarangan jilbab di akhir dekade 1980-an. Ketika itu, banyak orang tidak suka melihat orang lain memakai jilbab. Saya sendiri tidak setuju jika kebebasan berpakaian-termasuk memakai jilbab-dikekang. Ironisnya, di saat pemakaian jilbab sudah cukup bebas seperti sekarang, sebagian pemakai jilbab justru hendak mengekang hak berpakaian orang lain.
3. Mengenakan pakaian sensual itu tidak merugikan siapa-siapa. Sebaliknya, melakukan pelecehan seksual, mendiskriminasi wanita, dan melakukan kekerasan jelas-jelas merugikan orang lain. Nah, mana yang lebih layak untuk diregulasi?
4. Pihak-pihak seperti anda yang anti-”Barat” dan bernafsu memaksa orang lain untuk menganut nilai seperti yang anda anut.
5. Saya kok tidak pernah dengar ada pendukung RUU APP mengecam pernyataan si Cholil Ridwan ini. Padahal MUI merupakan salah satu elemen kunci RUU APP.
Jika anda menghindari isu agama dalam RUU APP, coba jelaskan kenapa tidak ada organisasi agama selain Islam yang mendukung RUU APP (konfirmasi: Walubi TIDAK mendukung RUU APP)? Kenapa demonstran perempuan pro-RUU APP selalu mengenakan jilbab?
6. Terserah jika anda anti-”Barat”. Anda ingin hidup dengan budaya apapun-termasuk budaya impor dari Timur Tengah-silakan saja. Tapi hormati juga orang lain yang tidak anti-”Barat”. Negara Indonesia ini milik kita bersama, bukan hanya milik penganut budaya tertentu.
7. Pihak yang ingin mendiktekan selera berpakaiannya kepada orang-orang lain. Atau dengan kata lain: para pembenci pakaian sensual. Mereka mendomplengkan ambisi ini dalam konsep regulasi pornografi.
Anda paham apa beda antara saya dan anda? Saya menghormati apapun cara hidup anda, dan ingin kita bisa hidup berdampingan dengan cara masing-masing. Sebaliknya, anda tidak menghormati cara hidup saya, dan ingin memaksa saya mengikuti cara hidup anda. Siapa yang egois, coba?
melani Says:
March 13th, 2006 at 8:09 pm
Mana boleh RUU APP dibiarkan lulus,it’s serius,pikirkanlah:
modal asing/investor akan kabur
org indo sendiri yg bukan muslim terutama akan lebih suka memilih pindah keluar negeri.
Dan biasanya kalau udah begini(maksudnya udah jd negara islam..bener kan tujuan RUU ini biar indonesia jd negara islamkan?) biasanya getol melindungi para teroris,
melani goblok,
jangan samakan islam dengan teroris.
picik banget….
kalo tolol jangan tulis-tulis di beginian..
di rumah aja loh… tidur!!
Penentang RUU APP:
Meski seandainya saya tdk suka pakaian yg anda kenakan, saya akan tetap menghormati hak anda utk mengenakannya.
Pendukung RUU APP:
Karena aku tdk suka pakaian yg kamu kenakan, aku akan mendesak pemerintah agar melarang kamu mengenakannya.
Beginilah perbedaan pola pikir antara penentang & pendukung RUU APP. Siapa yg EGOIS, coba?
Ketika mendengar peristiwa Bom bali aku marah dan sedih sekali. lebih sedih lagi mendengar tindakan sekelompok orang yang menutup rumah ibadah, menuduh aliran sesat kepada orang bersembahyang dengan cara yang berbeda. Dan sekarang ini mereka ribut masalah RUUAPP dan majalah playboy.
Di suatu malam aku merenung dan mencoba untuk mengerti mengapa mereka bersikap dan bertindak demikian. Aku heran hampir di seluruh dunia kelompok ini berpikiran serupa, penanpilannya senantiasa pemarah, mudah tersinggung dan lain-lain. Aku yakin pasti ada sebabnya.
Aku mencoba membayangkan seandainya aku pada posisi mereka. Meskipun sulit kubayangkan kemarahan mereka saat Nabi junjungannya dihina, tak mudah untuk dapat merasakan kekecewaan ketika melihat saudara seiman ditindas, dan di zolimi oleh para antek zionis. Tapi sedikit demi sedikit aku mulai memahaminya…
Sekarang aku mengerti seandainya aku adalah mereka, pasti aku akan berbuat hal yang sama persis seperti yang mereka lakukan. Karena konsep dan cara pandang iman yang sama sumbernya. Kupikir orang-orang itu hanya ingin melakukan apa yang sesuai dengan ajaran agamanya dan tidak bermaksud jahat.
Aku bersyukur bahwa sekarang ini aku bukan salah satu dari mereka.
Maka biarlah terjadi apa yang memang mesti terjadi di dunia ini.
saya heran ya yang mendukung RUU APP ini selalu bilang bahwa yang menolak tuh jangan membawa2 nama agama dan sara dan moralitas.
padahal ITS ABSOLUTELY CLEAR bahwa yang namanya RUU APP ini banyak yang menyangkut soal MORALITAS, menyinggung soal penyeragaman SARA, yang diukur dari sudut pandang dan cara berpikir segolongan orang. udah jelas2 juga masih berkelit ini demi moral bangsa..moral siapa bung dpr yang dipikirkan, elu kok mikir cewe pake tanktop and rok mini, itu TKW kita elu pikirin, gimana tuh yang diperkosa..(tar kalo gua ngomong yang diperkosa 90% di arab saudi dibilang SARA lage…) HA – HA – HA what a joke this sad country become..
[Sekarang aku mengerti seandainya aku adalah mereka, pasti aku akan berbuat hal yang sama persis seperti yang mereka lakukan. Karena konsep dan cara pandang iman yang sama sumbernya. Kupikir orang-orang itu hanya ingin melakukan apa yang sesuai dengan ajaran agamanya dan tidak bermaksud jahat.]
ironis
saya akan balik bertanya, apa agama mengajarkan untuk meledakkan bom, membunuh sesama, dan memakai cara-cara kekerasan?
[Maka biarlah terjadi apa yang memang mesti terjadi di dunia ini.]
jadi di dunia ini mesti terjadi pembunuhan dan peledakan bom?
pemaksaan/intimidasi dari suatu pihak dengan alasan agama?
mengenaskan bila semua orang di dunia ini berpikir seperti itu
dengan pola pikir seperti itu bagaimana mungkin dunia yang lebih baik akan tercipta?
[saya akan balik bertanya, apa agama mengajarkan untuk meledakkan bom, membunuh sesama, dan memakai cara-cara kekerasan? Jadi di dunia ini mesti terjadi pembunuhan dan peledakan bom? Pemaksaan/intimidasi dari suatu pihak dengan alasan agama?]]
Saya juga balik tanya,… mengapa hampir di seluruh dunia kelompok ini menggunakan cara berfikir dan tindakan yang sama?. Siapa (agama apa)yang mengajarkan demikian?…
Saya yakin setiap orang punya hati nurani untuk menilai mana yang baik dan buruk. tetapi kadang doktrin yang diajarkan oleh manusia yang menggunakan landasan ajaran agama membuat orang melakukan hal yang tidak baik. Salah satu contohnya seperti yang digambarkan Anthony…ITS ABSOLUTELY CLEAR bahwa yang namanya RUU APP ini banyak yang menyangkut soal MORALITAS, menyinggung soal penyeragaman SARA, yang diukur dari sudut pandang dan cara berpikir segolongan orang. Norma agama digunakan untuk mendoktrin, mengakibatkan orang melakukan tindakan intimidasi, anarkis, dll.
Seharusnya hal itu tak perlu terjadi seandainya orang lebih mendengarkan hati nuraninya. Sebab Suara hati nurani adalah suara Tuhan yang selalu berkata baik. Rupanya doktrin(agama)telah membunuh hati nurani…
Saya yakin semua ini akan berakhir… Barangkali saat ini hukum karma tengah berbicara… Namun kebaikan pasti akan menang atas kejahatan.
Memang kita tidak boleh berhenti berjuang dan teruslah teguh berusaha demi dunia yang lebih baik… tapi kita tidak tahu apa rencana Tuhan atas dunia ini. Maka biarlah terjadi apa yang memang mesti terjadi di dunia ini.
[Saya yakin setiap orang punya hati nurani untuk menilai mana yang baik dan buruk. tetapi kadang doktrin yang diajarkan oleh manusia yang menggunakan landasan ajaran agama membuat orang melakukan hal yang tidak baik.]
itu mah bukan agamanya yang busuk, tapi orang2 yang menyebarkan tafsir yang salah
celakanya orang2 banyak yang terlalu bodoh untuk menerima saja doktrin ngaco, memang dalam hal ini doktrin agama lebih kuat dari hati nuraninya
buktinya, gak semua penganut ajaran agama yang bersangkutan adalah perusuh, pengebom, pembunuh dan hobi memaksakan pendapat
makanya yang penting adalah pendidikan, agar setiap orang bisa memfilter sendiri ajaran2 yang disampaikan padanya
2 wiraprama :
Sepakat bahwa RUU ini mengharuskan pakaian tertutup (bukan berjilbab, ini koreksi buat mereka yg berpendapat bhw RUU ini memaksakan jilbab). Anything wrong dengan tertutup? Saya pikir penjelasan pasal 4 sudah cukup jelas bila “antara lain” dihilangkan (ini maksud saya dengan koreksi RUU APP, bukan tolak!). Untuk wanita desa, itu pengecualian, silahkan baca pasal 36 ayat 1 butir a.
Mas, saya sepakat dengan batasan umur. Seharusnya direvisi.
2 ANTHONY :
Urusan moral urusan individu HANYA JIKA tidak merugikan orang lain. Jika merugikan orang lain, maka negara sebagai penyelenggara kehidupan bernegara dapat mengaturnya.
Bung, TKW juga dipikirin sama komisi DPR yang lain lagi. Kalo Anda kesal TKW kaga diurus2 coba lihat situs Depnakertrans. Wilayah RUU APP berbeda dengan wilayah TKI. Saya sudah bilang, ada bagian masing2.
2 ak :
Sex is here? free sex is here?? Jadi kita diam saja?? Bagaimana kalo AIDS is here? Ebola is here?? Masih mau diam saja??Ayolah…
Masalah analogi mobil, saya pikir itu irrelevan.
Kalau analogi dompet yang dipamerkan, menurut Anda bagaimana? Sebaiknya orangnya dilarang pamer tidak? Kalo jawaban Anda YA, maka demikian pula halnya dengan “pamer paha, perut, dll”..
2 Man in Black :
Sepakat dengan pendidikan. Itu jangka panjang, ada di RUU pasal 42 butir e. Tapi harus ada pengaturan sebelum mekanisme pendidikan berjalan. Itulah fungsi RUU APP
2 caroline :
Oh ya, bisa buktikan ke saya adanya pasal yang mengahruskan jilbab?? FYI, setan juga bisa berawal dari melihat bagian2 tertentu wanita tadi. Ndak percaya? udah lihat kan gimana ada orang memeprkosa setelah nonton Inul??
2 pi ping ton :
Pornografi dan pornoaksi juga berujung pada pelanggaran HAM. Dengan menonton pornografi atau melihat pornoaksi, orang dapat memperkosa orang lain (sudah banyak bukti) dan ini JELAS2 melanggaR HAM orang lain. Preventif lebih baik daripada kuratif..
2 Crescent Shadow
Anda SALAH besar. Benar anak saya punya hak atas hidupnya. Tapi, ketika belum bisa “berdiri sendiri” maka tanggungjawab ada di orang tua. Pemaksaan? justru saya (dan beberapa orang yang saya kenal) merasa dipaksa untuk melihat paha, payudara, dll dipamerkan, baik kepada lelaki dewasa atau pun anak2.
Free-sex bisa diatasi TIDAK hanya dengan sex-education. Tapi juga dengan memberi contoh yang baik. Dan itulah yang Anda tentang.
Saya mengahrgai hak berpakaian orang sepenuhnya, tapi jika itu mengakibatkan penindasan hak asasi orang lain (pemerkosaan akibat melihat gambar porno, dll) maaf saja. Itu bukan domain individu lagi.
Btw, saya kecewa dengan 2 postingan Anda terakhir. Benar mendiskreditkan agama tertentu :
[ironis
saya akan balik bertanya, apa agama mengajarkan untuk meledakkan bom, membunuh sesama, dan memakai cara-cara kekerasan?]
Jelas TIDAK ADA. Kalau yang anda maksud Agama ISlam, jelas tidak. Kami diajarkan untuk saling mencintai sesama MANUSIA. Tapi kami juga diajarkan untuk lebih mencintai Tuhan kami. Meledakkan bom?? Dalam konteks indonesia saya tidak setuju. Dalam konteks Timur Tengah, itu beda soal. Masyarakat di sana dijajah habis2an, Dan tiada lagi yg bsa digunakan untuk melawan.
[itu mah bukan agamanya yang busuk, tapi orang2 yang menyebarkan tafsir yang salah
celakanya orang2 banyak yang terlalu bodoh untuk menerima saja doktrin ngaco, memang dalam hal ini doktrin agama lebih kuat dari hati nuraninya]
Doktrin ngaco yang mana?? Hmm, watchout your mouth.. Jangan menggeser diskusi ini ke topik SARA.
Saya hanya berniat menjawab semua tudingan dan JANGAN bawa diskusi ini ke arah penghinaan suatu agama pun.
buat mas gitu-aja-kok-repot
lho mas, ukurannya merugikan orang lain itu yang dipakai ukurannya siapa ? ukuran anda ? ukuran saya ? ukuran bang rhoma ? ukuran mayoritas ? ato ukuran minoritas ? ukuran si A, ato si B ? ukuran merugikan menguntungkan itu sangat subyektif sifatnya. sebagai contoh aja, uang seratus ribu tuh buat sebagian orang sangat banyak nilainya, buat sebagian lagi mah cuma buat sekali makan aja. ini bukan soal rugi untung dan bermoral ato bejat. ini soal PENYERAGAMAN DAN PENILAIAN STANDARD MORAL SESEORANG DIUKUR DARI STANDARD PANDANGAN SEBAGIAN ORANG LAIN. mau contoh lagi ya goyang inul itu aja. menurut saya itu SAMA SEKALI TIDAK MERUGIKAN BAGI SAYA, tapi menurut ahli senam mungkin itu merugikan karena goyang inul salah geraknya jadi malah merugikan kesehatan. dari sini aja udah jelas bahwa standard yang dipakai berbeda. tentunya ada hal2 yang jelas batasannya. misalnya pake bikini doang ke mall. lah gak usah bang rhoma yang koar2, orang laen juga pada ngeliatin, ini kan sudah jelas. yang dipermasalahkan sekali lagi adalah PENGGUNAAN STANDARD MORAL SEKELOMPOK ORANG TERTENTU yang digunakan untuk menilai apakah seni ini porno, apakah goyang ini goyang syahwat.
dan soal TKW, ini siapa bilang ada wilayahnya masing2 TKW ini juga perempuan, kalo emang soal RUU APP ini melindungi hak2 perempuan, harusnya mereka juga kan juga terlindungi, lah nyatanya ? RUU APP ini kan lebih membahas cara berpakaian. kalo emang katanya mau melindungi hak2 perempuan seyogianya mereka2 TKW “pahlawan devisa” juga dilindungi. dan ini juga gak cuma kerjaan depnaker aja mas. ini kan sudah tidak menyangkut masalah pekerjaan, ini lebih dari itu. ini sudah menyangkut masalah PEMERKOSAAN & PEMBUNUHAN !
TOLAK RUU APP
Wah, sdr gitu-aja-kok-repot kok kembali mengaitkan pakaian sensual dg perkosaan. Pdhal saya tlh membantah hubungan keduanya dlm posting tgl 8 Mei, & ia sendiri tlh membenarkan argumen saya tsb keesokan harinya.
Jadi: perkosaan disebabkan oleh budaya patriarki & ringannya sanksi bagi pemerkosa, bukan disebabkan oleh pakaian sensual. Krn itu, mengenakan pakaian sensual tdk melanggar hak asasi, & tdk boleh dilarang oleh UU.
apa seh esensi atau substansi dari pembuatan UU APP itu? Menjadikan bangsa ini sebagai bangsa yang bermoral atau bangsa yang tidak mengerti moral? Atau menjadikan negara ini sebagai negara agama?
silakan renungkan…
Sebaiknya orangnya dilarang pamer tidak?
Ya jelas tidak dong. Memangnya orang kalau sudah kaya (atas usaha sendiri apalagi) tidak mau sedikit saja beli Hanphone yang mahalan atau mobil yang lebih baru atau rumah yang lebih besar. Lantas, kalau mobil ini dibaretin orang? Atau handphone anda dicopet karena kelihatan? Salah anda yang kebetulan jalan-jalan dengan mobil model baru dan bawa-bawa handphone modern? Mau dibuat aturan sekalian untuk dilarang bawa mobil mewah dan handphone modern? Sekalian saja seluruh orang Indonesia diwajibkan pakai mobil dan handphone merek tertentu biar tidak ada yang ‘napsuan’. Loh kok terkesan komunisme yah?
Kutipan berita di Seputar Indonesia Senin, 22 Mei 2006
Jusuf Kalla mengatakan mendukung RUU APP, tetapi juga mengatakan “untuk kepentingan sendiri sekali-kali bolehlah” . Lebih lengkapnya baca aja koran Sindo tgl itu. Dari sini ketahuan kan klo tujuan utama ruu app bukan benar-benar memberantas pornografi, tp memaksakan ajaran syariat Islam untuk seluruh indonesia, hal ini tentu sangat berbahaya bagi umat Muslim yang tak setuju penerapan syariat dan juga bagi agama lain. Justru bahaya terbesar bukan bagi penikmat pornografi, karena Jusuf Kalla sendiri mengatakan “sekali-kali tak apa-apa”. Karena itu ruu app harus ditolak, karena tidak menyelesaikan masalah pornografi. Bagi yang membaca perkataan Jusuf Kalla tersebut, lekas sebarkan biar jadi senjata makan tuan buat orang-orang munafik pendukung ruu app, hidup Indonesia.
@Crescent Shadow
Mohon maaf sebesar-besarnya kalo tulisan telah memancing Crescent Shadow bicara menyinggung soal SARA, saya hanya ingin berusaha memahami cara berpikir saudara kita terhadap saudara kita lainnya yang berbeda iman, ternyata jelas bahwa mereka sebenarnya mencintai kita yang sebangsa dan setanah air. Seperti pernyataan sdr “gitu-aja-kok-repot”[Kami diajarkan untuk saling mencintai sesama MANUSIA. Tapi kami juga diajarkan untuk lebih mencintai Tuhan kami. Meledakkan bom?? Dalam konteks indonesia saya tidak setuju.]tetapi untuk bangsa lain tidak perlu ada kata cinta [Dalam konteks Timur Tengah, itu beda soal. Masyarakat di sana dijajah habis2an, Dan tiada lagi yg bsa digunakan untuk melawan.] Sebab mereka bukan sesama manusia tetapi iblis(musuh Tuhan), jadi boleh diledakkan. Doktrin ini tidak ngaco,… tapi dari sumber yang sah dan berdasarkan pada kecintaan pada Tuhan…..
@gitu-aja-kok-repot
[Pornografi dan pornoaksi juga berujung pada pelanggaran HAM. Dengan menonton pornografi atau melihat pornoaksi, orang dapat memperkosa orang lain (sudah banyak bukti) dan ini JELAS2 melanggaR HAM orang lain. Preventif lebih baik daripada kuratif.]
Yang JELAS2 melanggar HAM adalah tindakan memperkosa orang lain, bukan Pornografi(aksi). Baca deh tulisan sdr Anton diatas pada March 25th, 2006 at 10:13 pm.
Penyebab kejahatan sex sangat komplex. Usaha mencegahnya dengan RUUAPP sama dengan menangkap ekor ular.
BTW, pernahkan sdr mencoba berusaha mengerti mengapa orang bali menolak RUUAPP??.
coba renungkan perumpamaan ini:
Pada suatu hari aku sedang asyik menikmati pemandangan pantai yang indah, Tiba-tiba sebongkah batu melayang mengenai kepalaku.
Kaget bercampur bingung dan sakit, aku mencari siapa pelemparnya. ketika kutahu pelakunya saudaraku sendiri aku tercengang dan hanya merintih tanpa tahu harus bersikap bagaimana.
Luka dikepala belum lagi sembuh tiba-tiba batu yang lain menghantam luka yang sama…… aku hanya meringis menahan sakit karena kuyakin saudaraku tak bermaksud jahat kepadaku. Meski tak kusangkal hatiku dongkol saat memikirkan kelakuannya.
Sebentar kemudian ia datang lagi, kali ini tidak ada batu. Ia berusaha menyentuh dahiku sambil berkata cuci mukamu,… jorok!!
Nah menurut sdr bagaimana seharusnya sikapku kepadanya ??
Maaf saudaraku dari bali kalo perumpamaanku ini kurang tepat,… Memang tidak sesederhana itu, tapi ini hanya salah satu usahaku untuk mengerti kenapa orang bali sangat menolak RUUAPP.
mengenai pernyataan jusuf kalla..terus terang saya prihatin, kecewa, sakit hati…dsb… bagaimana seorang pemimpin bangsa nomer 2 di negeri ini bisa berkomentar seperti itu..”SEKALI KALI JUGA TIDAK APA-APA” ini sudah menjelaskan yg termaksud secara implisit didalam pembuatan RUU APP ini. belum juga lupa komentar sok-pede dia barusan yang mengatakan kalo ngak suka sama pemerintahan sekarang ya nggak usah dipilih, padahal dulu kampanye gembar gembor ini itu… dari semenjak semula saya udah punya feeling bahwa jusuf kalla ini orangnya sama sekali tidak bisa mengayomi, tidak bisa memberi wejangan layaknya seorang pemimpin kepada rakyat, perkataannya yg keluar selalu aja pedes2, kayak aburizal bakrie.. :(:(
[FYI, setan juga bisa berawal dari melihat bagian2 tertentu wanita tadi.]
ada perbedaan mendasar antara cara pandang anda dan saya. anda beranggapan bahwa tubuh adalah pemicu setan, saya beranggapan tubuh adalah anugerah yang diserahkan Tuhan kepada pemiliknya
ada kebudayaan yang terbuka membicarakan seksualitas (contoh: masyarakat bali?) sehingga secara natural mereka tidak takut akan seksualitas. ada pula kebudayaan yang “takut” akan seksualitas, mereka terbiasa menutupi tubuh dan menganggap seksualitas adalah porno
ketika seorang wanita berpakaian terbuka berdiri ditengah 2 tipe komunitas ini, orang yang terbiasa dengan seksualitas hanya akan tertawa dan menganggap biasa. sementara yang lain merasa shock karena takut akan seksualitas, tidak terbiasa, terangsang, dan endingnya akan marah2 karena menganggap tindakan wanita tersebut porno
dari contoh tersebut, anda paham? dari pakaian yang sama, ada 2 tanggapan yang berbeda. karena itu jelas pakaian BUKAN faktor pemicu pelecehan! akarnya ada di PIKIRAN!
saya hanya memakai jeans dan kaos tidak ketat plus sandal butut nyaris setiap hari. setiap hari itu pula ketika saya pulang naik bus dari kampus, saya menerima pelecehan seksual di jalanan. mulai dari suitan, panggilan tidak sopan, bahkan colekan. sekarang setelah saya memakai pakaian tertutup, saya tetap mengalami pelecehan, apa anda yang selalu berkata pakaian terbuka adalah pemicu pelecehan mau bertanggung jawab atas pelecehan yang saya alami?
teman wanita saya, berpakaian lengkap jeans, kaus, plus jaket olahraga yang longgar, plus sepatu kets butut, pulang ke kos nya dari kampus. di jalanan ia selalu menerima pelecehan dari para kuli yang sedang membangun rumah di dekat kos nya. ia sangat ketakutan sehingga terpaksa membawa cutter di kantongnya setiap hari. sekali lagi. anda berani bertanggung jawab atas pelecehan yang ia alami? ingat, ia tidak memakai pakaian terbuka! yang kelihatan dari dirinya hanyalah muka dan rambut dan telapak tangan! bukankah anda secara implisit mengatakan bahwa perempuan berpakaian tertutup lebih aman dari pelecehan?
sudahkah anda lihat fakta di lapangan waktu anda menyatakan pendapat itu? atau hanya logika dangkal bahwa “wanita berpakaian minim lebih menantang dari wanita berpakaian tertutup”? tolong lihat fakta di lapangan sebelum menyuarakan pendapat anda. saya sebagai wanita sangat mengetahui fakta ini!
anda sudah baca tulisan saudara Anton diatas? jika belum, tolong baca. jika sudah, tolong baca ulang
menurut saya pendapat pornografi adalah penyebab pemerkosaan adalah pandangan yang datang dari orang yang tidak mau mencari akar permasalahannya. ya, orang bisa terangsang karena pornografi. tapi KENAPA ia lantas memperkosa wanita? ia bisa saja masturbasi. penyebab utamanya adalah ia tidak mampu menahan nafsu dan menghormati orang lain. ini bukan sekedar masalah libido, ini adalah masalah penguasaan mental! jangan hanya sebatas mendengar pernyataan seorang kriminal. ia dan orang2 lain mudah saja mencari kambing hitam untuk menutupi ketidakmampuannya mengendalikan diri dan menghormati orang. masih ada fakta psikologi lain yang melarbelakangi kejahatan seksual
[Kalau analogi dompet yang dipamerkan, menurut Anda bagaimana? Sebaiknya orangnya dilarang pamer tidak? Kalo jawaban Anda YA, maka demikian pula halnya dengan “pamer paha, perut, dll”..]
kalau anda pikir bahwa logika anda adalah yang paling tepat, bahwa dompet dilarang dipamerkan, lantas mengapa diseluruh dunia ini tidak ada larangan yang menyatakan bahwa membawa dompet tebal itu dilarang?
sebaliknya, hukum diseluruh dunia memaksa orang lain untuk menghormati hak untuk membawa dompet tebal, dengan menyatakan dilarang mencuri, dilarang merampok, dll
diantara teman2 kampus, saya termasuk yang paling miskin. laptop tak punya padahal kuliah di jurusan komputer, pulang naik bus. teman2 saya? handphone dan laptop mahal, mobil 1 orang per anggota keluarga. berdasarkan teori anda, kecenderungan saya adalah berpikir bahwa mereka pantas dirampok, yang dengan lantang berani saya katakan bahwa tidak demikian adanya
dengan prihatin saya sarankan kepada anda2 yang berpikiran demikian, mintalah pertolongan psikiater segera. kesuksesan dan kekayaan orang lain jelas bukan alasan untuk merampok. jika ada orang yang tidak bisa melihat hal ini, level penguasaan mental anda mungkin sudah sangat parah. begitu kuatnya kah dorongan untuk berkuasa dan lebih dari orang lain–bahkan dengan cara yang negatif?
[Anda SALAH besar. Benar anak saya punya hak atas hidupnya. Tapi, ketika belum bisa “berdiri sendiri” maka tanggungjawab ada di orang tua. Pemaksaan? justru saya (dan beberapa orang yang saya kenal) merasa dipaksa untuk melihat paha, payudara, dll dipamerkan, baik kepada lelaki dewasa atau pun anak2.
Free-sex bisa diatasi TIDAK hanya dengan sex-education. Tapi juga dengan memberi contoh yang baik. Dan itulah yang Anda tentang.
Saya mengahrgai hak berpakaian orang sepenuhnya, tapi jika itu mengakibatkan penindasan hak asasi orang lain (pemerkosaan akibat melihat gambar porno, dll) maaf saja. Itu bukan domain individu lagi.]
anak kecil yang belum mandiri dibimbing oleh orang tuanya, bukan dipaksa. membimbing dan memaksa itu adalah 2 hal yang berbeda
anda bisa membimbing anak anda dengan mengatakan “iya nak, dia memang berpakaian terbuka. menurut ayah sih tidak baik kaerna bla-bla-bla-bla. tapi apa boleh buat nak, itu hak dia untuk berpakaian sesuai keinginannya. dan kamu jangan menjadikan pakaiannya sebagai alasan untuk mengganggunya. kamu jangan ikut2an aja”. itulah tugas orang tua
saya akan lebih memilih cara ini daripada memaksa orang yang selera berpakaiannya tidak sama dengan sama dengan saya untuk ditutupi. saya ingin anak saya belajar menghormati hak orang lain, dan menghargai perbedaan, dan saya tidak ingin menjadi contoh tukang paksa bagi anak saya
dan percayalah pak gitu-aja-kok-repot, membuktikan bahwa saya salah besar adalah hal yang sulit
teman2 wanita saya di kampus begitu beragam, mulai dari yang pakai rok mini sampai yang pakai jilbab semua berbaur secara biasa saja. teman2 pria saya, hampir semuanya mengkonsumsi porn. berdasarkan teori anda, teman2 pria saya ini punya kecenderungan untuk melecehkan wanita berpakaian minim. jelas saya tampik pernyataan semacam itu! mereka sangat menghormati wanita. bahkan di tengah keterbukaan tentang seksualitas diantara kami, dengan tegas teman2 saya mengatakan tidak akan free-sex
oho, bagi anda itu hal yang mustahil bukan? tidak ada contoh yang baik disekeliling mereka. tapi tidak demikian adanya pak. inilah fakta. mereka mampu menguasai pemikiran mereka dan berdiri diatas pandangan mereka sendiri
saya mendidik adik saya dengan sangat terbuka. saya tau terkadang teman2 nya mengajaknya nonton porn. tak apa, saya anggap sangat wajar bagi pria. tapi apa lantas ia jadi peleceh wanita? sebaliknya. secara gamblang ia mengatakan tidak akan melakukan free-sex. melihat wanita berpakaian minim? sudah biasa karena banyak penampakannya di sekitar tempat tinggal kami. boro2 mao melecehkan, saya dan dia sering berdiskusi dengan semangat mengenai itu dan kami akan mengacungkan jempol kepada wanita yang cantik dan berpakaian serasi (walaupun minim) karena kami hormat dan salut kepada pilihan mereka
dari contoh2 tersebut jelas, penghormatan dan mental yang baik tidak bersumber dari penutupan tubuh!
mengenai 2 post terakhir saya: tolong baca dengan pikiran jernih
sdr pi_ping_ton mengusulkan bahwa kekerasan adalah warisan ajaran agama tertentu. saya katakan itu ironis, karena saya percaya tidak demikian adanya. di post berikutnya saya tegaskan lagi, bukan agamanya yang salah, tapi ada doktrin2 salah yang berkembang. yang mana? ah, anda sudah mengatakan tidak setuju dengan berbagai peledakan bom di indonesia. bukankah mereka meledakkan bom dengan pandangan agama bahwa mereka mendapat pahala jika melakukan itu? anda tidak setuju dengan hal ini tapi tidak mengakui itu doktrin yang salah? saya jadi bingung sendiri
kita tinggalkan pengeboman yang OT dengan topik kita. anda bilang agama anda mengajarkan kedamaian dan kasih sayang. tentu saja, saya setuju sepenuhnya. tapi mas, diluar sana ada yang membawa panji agama dan melakukan pembakaran, perusakan, pelemparan, bahkan mengusir seseorang keluar dari jakarta padahal orang tersebut secara hukum sah tinggal disini. semuanya berdasar alasan “antipornografi dan pornoaksi”. mereka jgua meneriaki orang yang kontra RUU dengan sebutan “maksiat! cabul!” padahal kami semua punya alasan kuat kenapa kami harus menentangnya. saya hanya tahu agama mengajarkan cara2 damai, tapi kenapa penampilan mereka begitu beringas dan melanggar hukum? apa saya melewatkan sesuatu?
mas gitu-aja-kok-repot yang baik, saya adalah warga negara hukum Indonesia. bukan negara Islam Indonesia, atau negara Kristen Indonesia, atau negara Hindu Indonesia. saya berpegang pada hukum Indonesia. mereka pun seharusnya begitu karena mereka warga negara Indonesia. terlepas dari agama yang (misalkan) membenarkan hal2 tersebut, mereka tetap tidak berhak melakukannya kaerna dilarang hukum Indonesia. kita tidak hidup di negara agama
tentang peringatan anda untuk tidak membawa diskusi ini ke arah yang menyinggung SARA
mas, di dekat kampus saya di Senayan, terpampang spanduk MUI yang bertuliskan “sahkan UU APP sesuai fatwa MUI” lho? setahu saya fatwa MUI hanya berlaku untuk pemeluk agama tertentu. kok mau disahkan jadi hukum negara?
anda tau Hizbut Tahrir Indonesia? ya, salah satu elemen kunci pendesak RUU APP agar segera disahkan. anda pernah cek website mereka? [http://hizbut-tahrir.or.id] anda baca disana, bagaimana berkali2 mereka menyebutkan bahwa Syariat Islam harus diberlakukan di indonesia. bahwa indonesia ditimpa berbagai kemunduran adalah karena tidak menerapkan Syariah
polling di site mereka meminta pendapat pengunjung apakah RUU APP sudah sesuai Syariat Islam. mereka juga mempunyai halaman yang mendaftar semua kekurangan RUU APP, tentu saja standarnya adalah Syariat Islam
[http://hizbut-tahrir.or.id/main.php?page=opini&id=69]
[Maraknya pornografi dan pornoaksi berikut segala dampaknya hanya merupakan salah satu bentuk kebobrokan yang dihasilkan dari sistem Kapitalisme sekular yang rusak, yang diterapkan di tengah-tengah masyarakat saat ini. Karena itu, memberangusnya hanya mungkin diawali dengan mencampakkan sistem ini, dan menggantinya dengan sistem Islam yang diterapkan secara utuh dan menyeluruh. Artinya, pemberlakuan UU APP saja sebenarnya belum bisa menjamin penyelesaian persoalan pornografi dan pornoaksi. -- http://hizbut-tahrir.or.id/main.php?page=alwaie&id=210
jika mereka hanya mengemukakannya sebagai masukan, saya sih tidak masalah. sekedar sumbang saran kan? yang kemudian didiskusikan lagi bagaimana pengaplikasiannya untuk seluruh negeri. tapi kenyataannya tidak begitu. mereka menginginkan hukum Islam mutlak diterapkan penuh di indonesia
sudah anda lihat sendiri? inilah cita2 mereka yang juga berdemo dalam acara aksi sejuta umat kemarin. mereka tidak akan berhenti sebelum Syariat Islam diberlakukan di indonesia
ketika masalahnya hanya sampai disitu, yaitu jika Syariat diberlakukan hanya kepada umat muslim, mungkin saya tak akan terlalu banyak mengemukakan pendapat karena saya bukan bagian dari komunitas itu. tapi anda baca koran bung? bagaimana alot nya pembahasan RUU Pemerintahan Aceh. berapa banyak orang yang menginginkan penerapan Syariah secara penuh bahkan kepada non-muslim? bagaimana jika inilah yang akan terjadi juga secara umum di indonesia?
anda paham sekarang mengapa begitu banyak pihak yang khawatir RUU APP adalah agenda islamisasi indonesia? memang begitulah kenyataannya pak gitu-aja-kok-repot yang terhormat. buletin al-Islam edisi 304 pun tidak menolaknya
[Pada saat yang sama, beberapa bulan terakhir ini ada keinginan yang kuat dari mayoritas umat Islam agar DPR segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang Anti-Pornografi dan Pornoaksi (RUU APP). Keinginan ini, oleh sebagian kalangan, dianggap sebagai cerminan dari keinginan kalangan yang pro syariah. --http://hizbut-tahrir.or.id/main.php?page=alislam&id=304]
sekali lagi. saya tinggal di negara hukum indonesia. negara kesatuan indonesia. dan indonesia BUKAN negara agama. saya tidak terima jika hukum satu agama diterapkan untuk suatu negara, bahkan jika hukum yang dipakai berasal dari agama saya sendiri
ketika anda memperingatkan orang untuk tidak membawa2 unsur agama dalam diskusi ini, sudahkah anda melihat fakta2 ini? siapa coba yang mulai? kami disini hanya terseret dalam masalah ini, bukan kami yang memulai! kami hanya bisa membela diri karena kami tidak setuju. dan untuk itu, kami harus dimarahi pihak2 lain dengan kata2 “jangan coba2 bawa agama dalam diskusi ini!”?
to Crescent Shadow :
i am 10000% totally agree with you.
this is what its all about..
hati-hatilah (sangat berhati-hatilah) wahai para wakil rakyat di DPR
sekali anda salah menentukan langkah, akibat yang ditimbulkan benar2 tidak bisa dibayangkan..
saya jadi mikir nih paradoks soal tubuh wanita
bagi sebagian orang…
VAGINA adalah tempat esek esek dan memuaskan hasrat belaka
PAYUDARA adalah sesuatu yang sangat menggoda, semakin gede semakin enak untuk diremas-remas..
bagi sebagian orang…
VAGINA adalah tempat dimana sebuah benih kehidupan memulai garis takdirnya ke dunia fana, a magical place that gives birth to a being
PAYUDARA adalah tempat dimana air susu ibu tercurah for that newly human being, a food that gives the brain a knowledge, an emotional thing that bonds a mother and her son…
once again,
TOLAK RUU APP
Bagi anda yg belum tau mengapa masayarakat Bali ini adalah sedikit dari berbagai alasan mengapa kami masyarakat Bali menolak RUU APP :
1. Bahwa kami mempunyai budaya sendiri,cara pandang sendiri mengenai hal pornografi.Manakala ada penyeragaman cara pandang tsb jelas kami menolaknya. Di Bali hampir semua penari wanita tidak memakai pakaian ala ninja dlm menari dan pria2 Bali tidak terangsang melihatnya.Apakah itu kemudian dilarang ? dan kami sama sekali tidak melihatnya sebagai sesuatu yg porno.
2. Ada yang mengatakan bahwa Bali menolak RUU APP karena semata2 pariwisata itu memang benar tapi itu adalah salah satu alasan dari berbagai alasan kenapa masrakat Bali menolak RUU APP.Kami tinggal di negara NKRI,leluhur dan para pejuang Bali dengan gigih membela negara ini semata2 karena Indonesia adalah negara yg mengakui keanekaragaman budaya..manakala sekarang ada maksud dari kelompok tertentu yg akan membawa negara ini dalam penyeragaman jelas kami bilang “TIDAK” atau kami akan “KELUAR”.
Sekedar anda tau ..di Bali yang wanitanya tidak memakai pakaian tertutup spt yg diinginkan sebagian orang,tidak seperti kota – kota lainnya..seberapa sering anda melihat ada korban perkosaan di Bali, bahkan kriminalpun yg memenuhi penjara di Bali hampir 80% adalah orang non Bali. Di Bali tidak ada komplek pelacuran yg resmi dan hampir 99 % wanita penghibur di Bali adalah orang Non Bali…maka kalau ada yg beranggapan kalau Bali adalah sumber ketidakbermoralan ..saya sarankan yg mengatakan itu berkaca dulu.Jangan2 maling teriak maling.
Kami mengahargai semua Agama,semua keyakinan, semua budaya…dan walaupun menolak RUU APP tetap kami salurkan dengan cara2 yg beradab,tidak merusak,tidak merugikan orang lain apalagi sampai MengeBOM.
Jelasnya tidak ada kata mendukung untuk RUU APP.
Bali Perantauan
Kalo emang buat kebaikan anak-anak gue nantinya dimasa depan kenapa enggak?! biarlah kita-kita yang udah pada ancur sekarang yang terlalu bebas tanpa tendeng aling-aling…. toh RUU APP juga kalo jelas ada alasannya tidak melarang. BTW yuk baca dulu sama-sama draftnya biar ngerti kenapa kita nerima maupun nolak.
Inget, semua bencana yang melanda negeri kita ini selain emang nature rules the world, yang pasti Tuhan udah kasi peringatan buat kita… Kalo kita udah terlaluuuu banyak dosaaaaaaaaaaaaaa…… Smoga Tuhan memaafkan kita dan menyelamatkan kita dunia akherat.
Pornografi n pornoaksi memang seharusnya dihilamhkan dari dunia ini. Namun yan perlu di ingat bahwa dalam penyusunan suatu aturan tentunya harus dilihat bagaimana komunitas yang ada dalam lingkup pemberlakuan aturan.
Yang saya cermati dalam RUU APP ini ada kecenderungan untuk memaksakan ajaran (salah satu agama-islam, dg syariat islamnya) dalam pengaturan bangsa indonesia. Padahal Indonesia bukan negara Islam!.
Jika kita mencermati demo-demo pendukung RUU APP di Jakarta atau kota-kota lain, maka orang yang ada pasti mengenakan jilbab (wanita) dan baju koko (pria) dengan jenggot yg lebat dan celana cingkrang (org kena banjir).
Dari sini terlihat bahwa dukungan untuk RUU APP ini hanya untuk mengakomodasi kepentingan salah satu pihak (muslim). Tanpa adanya RUU APP ini pun, kelompok-kelompok yang mengatasnamakan agama (islam) seperti FPI, dll sudah mulai menjadi polisi syariat di Indonesia, dengan massanya yang cukup banyak, mengintimidasi orang-orang di sekitarnya yang dianggap kafir (non islam).
RUU APP sekarang tidak hanya menjadi masalah hukum, tapi sudah ke arah politisasi untuk kepentingan sebagian golongan. Indonesia memang negara dengan pemeluk agama islam terbesar, tapi lihatlah sejarah bangsa ini, agama yang lain sudah masuk lebih dulu. Saya yakin islam tidak pernah mengajarkan kekerasan, tapi mengapa orang-orang yang ada di dalamnya sangat identik dengan kekerasan?? Bagaikan tiada hari tanpa intimidasi dan jihad.
Saya sempat membaca blog pendukung RUU APP, mereka juga banyak yang kecewa dengan RUU APP, tapi kecewanya karena dirasa masih kurang mengikat/mengekang. malah mereka ingin merapatkan barisan untuk mengubah pancasila kembali ke piagam jakarta, dimana butir 1 menekankan bangsa indonesia menggunakan syariat islam sebagai dasar.
Benar-benar ini adalah UU yang sangat tidak perlu. DPR seharusnya memikirkan hal-hal yang harus segera dipulihkan secepatnya. masih sangat banyak kekacauan di negeri ini. belum di sahkan saja sudah sering terjadi kekacauan, bagaimana kalau sudah disahkan. apa dengan UU ini bangsa indonesia bisa maju? Ini adalah sebagian kecil masalah moral manusia yang sangat susah untuk diatur bila dengan hukum.
TOLAK RUU APP!!
TOLAK PEMBENTUKAN NEGARA ISLAM INDONESIA!!
SYARIAT ISLAM HANYA UNTUK ACEH SAJA!!
TAPI… TOLAK PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI
Assalamu’alaikum Wr.Wb
Mari bulatkan tekad, tegakkan Syariat Islam di Indonesia
Tidak perlu di tawar-tawar lagi..
Usir dan singkirkan orang-orang kafir dari bangsa ini..
Wassalam
Kpd sdr Abdi,
Jk anda mengaitkan bencana dg Tuhan, saya pernah dengar “hipotesa” yg lain lagi. Konon tsunami Aceh merupakan peringatan Tuhan krn Aceh menerapkan syariat Islam yg melanggar HAM. Sdgkan gempa Jogja disebabkan oleh usulan RUU APP yg juga tdk direstui Tuhan krn melanggar HAM.
Menurut saya sih, “hipotesa” anda & “hipotesa” di atas ini sama konyolnya. Tsunami & gempa adlh peristiwa alam biasa yg tlh berlangsung selama ratusan juta tahun. Tugas kita manusia adlh mempelajarinya & berusaha mengatasi akibatnya demo kemanusiaan.
Kpd sdr “Hamba Allah”,
Alangkah teganya anda. Indonesia ini kan milik kita bersama: milik warga yg hidup berdasarkan agama, hidup berdasarkan tradisi leluhur, atau hidup berdasarkan “budaya Barat”. Semua punya hak eksis di negeri ini.
Org2 picik spt anda–yg banyak mendukung RUU APP–semakin memperkuat keyakinan saya bhw RUU APP punya agenda tersembunyi yg membahayakan kehidupan berbangsa & bernegara, shg HARUS DITOLAK.
Kenapa banyak yang berfikiran bahwa RUU ini adalah untuk menjadikan negara tercinta ini menjadi negara Islam, Talibanisasi, atau afganistaisasi atau sasi sasi yang lain yang menydutkan keprcayaan lain terutama agama yang saya anut yaitu Islam. Terutama ejekan ejekan tentang kalau RUU disahkan para wanita harus pakai baju tertutup kayak diarab dll, kenapa selalu dilebih lebih kan?? sementara sahabat sahabat saya yang Non Muslim yang mendukung RUU APP gak pernah didengar, gak pernah di munculkan, gak pernah dibahas, gak pernah dijadikan referensi sebagai pertimbangan bahwa RUU ini bukan RUU punya ISLAM saja.
Kenapa berfikir bahwa yang saudara saudaraku yang non muslim harus hengkang dari NKRI kalau RUU jadi disahkan? padahal dalam kitabnya jelas jelas menentang yang namnaya pornography?
Andai perempuan yang bangga akan tubuh dan merasa bangga apabila dipertontonkan secara langsung ataupun tidak langsung kepada orang lain berfikir bahwa tubuh itu titipan sang pencipta yang harus di jaga dan digunakan hanya di JalanNYA
Andai lelaki yang menganggap perempuan hanya object sexualitas dan langsung berfikiran kotor berfikir bahwa perempuan itu adalah kekasihNYA yang patut dihormati dan disayangi
Andai para orang kaya yang punya duit yang memanfaatkan kebobrokan moral yang terjadi di negara tercinta ini dengan membuat tayangan TV, majalah dll berfikir bahwa Harta adalah titipan semata yang harus digunakan di JalanNYA
Andai para “yang mengaku seniman” yang menjadikan seni menjadi tameng untuk komersilisasi berfikir bahwa seni itu adalah ungkapan hati yang paling tulus dari nurani yang suci hasil karya Maha Sempurna.
Andai para orang pinter yang hanya memanfaatkan kepintarannya hanya untuk membenarkan pemikirannya sendiri saja tanpa berfikir bahwa sebuah perbedaan itu adalah sumber yang luar biasa kaya untuk dijadikan sesuatu yang baru yang bisa berguna untuk semua pihak.
Tak akan ada saling ngotot, gak akan ada saling mengina, gak ada fikiran fikiran negative tentang satu golongan, gak akan ada adu argumentasi tanpa ada penyelesian.
Namun yang satu yang akan dilakukan dan bukan cuma berandai andai. Yaitu melakuan dan mengajak Sahabat, Kawan, Saudara, untuk terus berusaha mengejewantahkan idealisme/moral/dan semua hal yang menurut kita paling bener dan sesuai dengan ajaran masing masing, langsung diterapkan MULAI DIRI SENDIRI, MULAI SAAT INI, DAN MULAI DARI HAL YANG KECIL (diakhiri oleh kata bijak dari AA GYM).
Salam – sorry kepanjangan
Genzi (yang susah banget mau bener)
Setelah difikir2x quite unfair kalo saya posting tanpa menyebutkan saya setuju atau tidak. Saya menyebutkan setuju RUU APP selama tidak ada Undang2x/pelaturan yang membuat pager bagi berkembang biaknya beribu kesempatan/media atau hal lainnya yang meng-triger orang jadi berfikir macam macam.
Sepertinya pager dalam agama gak terlalu dihiraukan karena reward dan punishmannya gak nyata (buat yang kurang beriman kepada TUHANNYA). Sehingga dibutuhkan pager yang memberikan reward dan punishmaen yang nyata.
Saya mau kasi opini saya tentang hal kecil tapi berakibat fatal (menurut saya).
seperti yang kita tau lain orang lain hati, saya ma beberapa laki laki lainnya mungkin gak (sorry- terangsang) kalau melihat cewek yang bertanktop/rok mini – krn dah biasa bnaget kali yah, tapi mungkin buat soaudara kita yang lain hal tersebut bisa membuat dia terangsang. Nah saya cmn ngebayangin pas orng itu terangsang trus lewatlah didepan mata dia ade/kakak/sahabat/ atau org yang sangat kita sayangin. Trus diperkosa (Naudzubillah). Kita semua sedih dan mengutuk perbuatan itu, sumpah serapah keluar kalau perlu mungkin utk sebgian orang di bunuh aja tuh orng yang merkosa, cmn taukah apa penyebab dibalik perkosaan itu?? HANYA MELIHAT TANG TOP DAN ROK MINI DOANG!! Apakah kita gak bisa prevent dari awal soal itu?? coba kalo perempuan itu gak berpakaian seperti itu mungkin kejadian yang saya ceritakan gak akan terjadi? (ada yang menyebutkan masalah mobil dan handphone, maaf sekali mas menurut saya itu berbeda, karena punya mobil dan HP mewah apalagi hasil usaha sendiri gak ditentang oleh agama manapun, tapi kalau masalah mempertontonkan tubuh didepan umum dengan sengaja untuk menarik perhatian orang lain terutama lawan jenis dan bangga dengan kesexsiannya, agama manapun saya kira tidak memperbolehkannya – tolong peringatkan saya kalau salah)
Kalo saja ada sebuah lembaga independent yang mau spend uang untuk:
1. Bikin komunikasi besar besaran bahayanya berpakaian sexy disembarang tempat dan efek yang akan terjadi akibat itu.
2 Komunikasi bahayanya menayangkan film/acara TV, atau acara lainnya yang mengumbar tubuh dengan tujuan komersilisasi tanpa ada unsur seni&Budaya (tolong jangan terlalu banyak berlindung atas nama seni – maaf saya banyak melihat segelintir saudaraku yang lain yang mengaku seniman dan mengatas namakan seni “hanya” demi keuntungan materi semata)
3.Komunikasi soal hukuman apabila merugikan orang lain seperti misal iklan gede gedean buat komunikasiin isi KUHP secara berkala di berbagai media komunikasi.
4. Komunikasikan ttg Habuluminanas (Hubungan antar manusia) yang sering diterlantarkan supaya yang sudah tau makin sadar, dan yang belum tahu jadi tau di mesjid2x, gereja, Vihara dan tempat ibadah lainnya. serta di media komunikasi lainnya.
5. Komunikasikan betapa mulianya menjadi seorang Perempuan, dan betapa mulianya laki laki yang menghormati perempuan.
saya kira daripada nonton sinetron yang berlatar belakang kemewahan, film yang mengakat kebobrokan moral dan akibatnya saja tanpa menonjolkan solusinya, atau melihat acara kriminal yang hanya memperlihatkan rekontruksinya saja, tanpa menonjolkan punishmentnya. Menurut opini saya mendingan memanfaatkan kefectivan media electronik atau cetak untuk mengkomunikasikan 5 hal yang saya sebutkan tadi, tentunya dikemas dengan cara yang smart dan dapat dipertanggung jawabkan. saya kira Bangsa Indonesia bukan bangsa yang berisi moral bobrok saja, tetapi juga mempunyai tangan tangan trampil yang masih mempunyai hati nurani.
Nah….mungkin saya akan lebih memilih yang lembaga ini. Sementara untuk berbicara lebih lanjut saya merasa belum cukup ilmu nya.
Hanya bisa menulis sigini, segala yang dianggap salah datangnya dari saya pribadi, segala yang dianggap benar datangnya dr Allah semata, maafkan kalo ada kata yang menyinggung.
Salam
Genzi
Setelah dipikir2x quite unfair kalo saya posting tanpa
menyebutkan saya setuju atau tidak.
Saya menyebutkan setuju RUU APP selama tidak ada
Undang2x/pelaturan yang membuat pager bagi berkembang biaknya beribu kesempatan/media atau hal lainnya yang meng-triger orang jadi berfikir macam macam.
Sepertinya pager dalam agama gak terlalu dihiraukan karena reward dan punishmannya gak nyata (buat yang kurang beriman kepada TUHANNYA). Sehingga dibutuhkan pager yang memberikan reward dan punishmaen yang nyata.
Kenapa saya setuju? karena saya pribadi sangat membutuhkan pager itu karena saya masih lemah iman dan banyak dosa dan ingin memperbaiki diri, tapi susahnya minta ampun karena hal hal yang ganggu konesentrasi banyak berkeliaran di mana mana :), Untunglah Allah masih sayang sehingga kalau mau berbuat banyak mikir akibatnya :P
Saya mau kasi opini saya tentang hal kecil tapi berakibat fatal (menurut saya).
seperti yang kita tau lain orang lain hati, saya ma beberapa laki laki lainnya mungkin gak (sorry- terangsang) kalau melihat cewek yang bertanktop/rok mini – krn dah biasa bnaget kali yah, tapi mungkin buat soaudara kita yang lain hal tersebut bisa membuat dia terangsang. Nah saya cmn ngebayangin pas orng itu
terangsang trus lewatlah didepan mata dia ade/kakak/sahabat/ atau org yang sangat kita sayangin. Trus diperkosa (Naudzubillah). Kita semua sedih dan mengutuk perbuatan itu, sumpah serapah keluar kalau perlu mungkin utk sebagian orang di bunuh aja tuh orng yang merkosa, cmn taukah apa penyebab dibalik perkosaan itu?? HANYA MELIHAT TANG TOP DAN ROK MINI
DOANG!! Apakah kita gak bisa prevent dari awal soal itu?? coba kalo perempuan itu gak berpakaian seperti itu mungkin kejadian yang saya ceritakan gak akan terjadi? (ada yang menganalogikan dengan prilaku tsb seperti memiliki mobil dan handphone, maaf sekali Pak menurut saya pribadi itu agak berbeda, karena punya mobil dan HP mewah apalagi hasil usaha sendiri dengan halal gak ditentang oleh agama manapun, tapi kalau masalah mempertontonkan tubuh didepan umum dengan sengaja untuk menarik perhatian orang lain terutama
lawan jenis dan bangga dengan ke-sexy-annya, agama manapun saya kira tidak memperbolehkannya – tolong peringatkan saya kalau salah)
Kalo saja ada sebuah lembaga independent yang mau spend waktu, tenaga dan materi untuk membuat propaganda untuk men-switch- fikiran masyarakat akan sebuah prestise, keindahan, punishment, law dll seperti :
1.Bikin komunikasi besar besaran bahayanya berpakaian sexy disembarang tempat dan efek yang akan terjadi akibat itu.(gak usah didenda deh)
2. Buat Komunikasi betapa mulianya menjadi seorang Perempuan sehingga harus menjaga tubuh dan kehormatannya,Dan betapa kurang terhormatnya mempertontonkan tubuh yang seharusnya ditutupi buat menarik perhatian orang lain tanpa mengenal tempat & waktu demi mencapai kebanggan semata.
3. Komunikasikan betapa mulianya, terpuji dan terhormatnya seorang laki laki apabila menghormati perempuan seperti menghormati dirinya sendiri, dan/atau seperti menghormati Ibunya sendiri.
4.Bikin Komunikasi bahayanya menayangkan film/acara TV, atau cara lainnya yang mengumbar tubuh dengan tujuan komersilisasi tanpa ada unsur cultur dan kebinekaan di negara tercinta ini (Dalam hal ini mohon tidak berlindung atas nama seni – maaf saya banyak melihat segelintir saudaraku yang lain yang mengaku seniman dan mengatas namakan seni “hanya” demi keuntungan materi semata)
5.Bikin Komunikasi soal HUKUMAN apabila merugikan orang lain seperti misal komunikasi gede gedean buat menjabarkan isi KUHP secara berkala di berbagai media komunikasi, sehingga semua lapisan masyarakat melek akan hukum dan tidak dibodohi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
6.Komunikasikan ttg Habuluminanas (Hubungan antar manusia) yang sering diterlantarkan (karena terlalu banyak doktrin sebatas Ketuhanan saja) supaya yang sudah tau makin sadar, dan yang belum tahu jadi tau, di tempat ibadah serta di media komunikasi lainnya.Sementara pupuk Habluminallah (hubungan dengan Tuhan) di tempat ibadah dan di acara acara keagamaan untuk meningkatkan Ukuwah.
7. Buat komunikasi soal esensi dari HAM, supaya tidak salah presepsi dalam menterjemahkan HAK AZASI MANUSIA itu, serta mengurangi niat saudara kita yang suka berlindung dibawah HAM untuk membenarkan tindakannya.
Dengan melakukan hal hal tsb, (mungkin) akan mengurangi demand orang untuk mengkonsumsi/menikmati hal hal yang bisa membuat dosa semakin bertambah, dan secara otomatis Insya Allah suply pun akan berkurang.
saya kira daripada nonton sinetron yang berlatar belakang kemewahan semata dengan segala atribut yang didasari pembenaran yang tidak berlogika, film yang mengakat kebobrokan moral tanpa menonjolkan akibatnya dan solusinya, atau melihat acara kriminal yang hanya memperlihatkan rekontruksinya saja, tanpa menonjolkan punishmentnya
Menurut opini saya mendingan memanfaatkan kefectivan media electronik atau cetak tsb untuk mengkomunikasikan hal hal yang saya sebutkan tadi, tentunya dikemas dengan cara yang smart dan dapat dipertanggung jawabkan.
saya pikir Bangsa Indonesia bukan bangsa yang berisi moral bobrok saja, tetapi juga mempunyai tangan tangan trampil yang masih mempunyai hati nurani.
Nah….mungkin saya pribadi akan lebih memilih lembaga ini. Tetapi karena tidak adanya lembaga ini, saya setuju dengan disahkannya UU APP ini.
Dengan setujunya saya dengan disahkannya UU APP ini bukan berarti saya setuju dengan Negara Islam atau diterapkannya Syariat Islam di negri ini, kenapa? karena belum ada yang pantas dan bisa untuk memimpin bangsa yang sangat multidimensi ini, seperti halnya Nabi Besar kami Muhammad SAW, yang sangat menghargai perbedaan, sehingga beliau di hormatin bukan hanya
kaum Islam saja tetapi juga bangsa Nasarani, Yahudi dan lainnya pada masa itu.
Nantinya bukannya maslahat tetapi mungkin lebih ancur lagi kalau tidak ditangani dengan benar. Menjalankan syariat Islam cukup dengan dicerminkan dengan prilaku pribadi kita masing masing serta berdakwah tanpa menghasut dan merugikan orang lain saya kira sudah cukup untuk menjadikan saya menjadi orang yang bersyukur (mohon maaf jika opini saya tidak disetujui- peace!!).
Sementara untuk berbicara lebih lanjut saya merasa belum cukup ilmu nya, belum sampe belajar ke negri China :).
Tuhan menciptakan mahluknya dengan sangat sempurna, dan Tuhan menciptakan Syaitan untuk merusak kesempurnaan itu dan juga untuk menguji keimanan kita, sehingga kemunafikan, kebobrokan dan dosa dosa lainnya akan tetap langgeng sampai hari akhir, sehingga diperlukan kesadaran pribadi untuk melaksanakan ajaran/kepercayaan/agama apapun yang ada didunia ini untuk melaksanakannya mulai dari diri sendiri, saat ini dan hal yang paling kecil (waduh diulangi lagi hehe sorry kata bijak Fav saya soalnya).
Maaf saya hanya bisa menyumbang sedikit opini pribadi tanpa ada maksud membenarkan atau menyalahkan, segala yang dianggap salah dari tulisan ini datangnya dari saya pribadi, segala yang dianggap benar dari tulisan ini atas ridha dr Allah semata, maafkan kalo ada kata yang menyinggung.
Salam
Genzi
kok 2 kali? sorry…
saya hanya akan mengomentari beberapa hal mendasar pada postingan saudara Genzi diatas
1. CMIIW, tapi sepertinya anda penganut doktrin seksualitas a la kaum patriarkat. bahwa seksualitas laki2 adalah seksualitas aktif, sedangkan seksualitas wanita adalah seksualitas pasif, sehingga wanitalah yang bertanggung jawab untuk mencegah “semburan” seksualitas aktif (menyerang) pria dengan cara menutupi tubuh mereka. hal ini saya ambil dari pandangan anda:
[Kenapa saya setuju? karena saya pribadi sangat membutuhkan pager itu karena saya masih lemah iman dan banyak dosa dan ingin memperbaiki diri, tapi susahnya minta ampun karena hal hal yang ganggu konesentrasi banyak berkeliaran di mana mana :)]
doktrin ini adalah salah. kenapa ikatan dokter seksologi indonesia menolak APP? karena mereka berpendapat pijakan teori seksualitas semacam ini adalah salah. ya, karena seksualitas pria dan wanita adalah sejajar! doktrin semacam ini dibuat penganut paham patriarkis demi kepentingannya sendiri imho. pria tidak bisa menahan diri, kenapa wanita yang harus menahankannya?
dengan paham ini, wanita sangat dirugikan. wanita yang adalah korban, dijadikan terhukum dan dipaksa bertanggung jawab atas kebobrokan moral masyarakat!
ketika terjadi pemerkosaan, ada anggapan “ah salah sendiri wanita itu mengundang”. akibatnya, muncul budaya permisif bahwa pemerkosaan/pelecehan seksual adalah salah wanita. akibatnya? tentu saja kondisi seperti ini sungguh tidak kondusif untuk penghapusan pelecehan/kekerasan terhadap wanita. sampai2 sekarang ini banyak sekali wanita berpakaian sopan yang juga dilecehkan di jalanan, gara2 doktrin penindas wanita itu! pokoknya toh semua salah wanita, ya ndak?
pertanyaan sama seperti yang pernah saya lontarkan diatas: apa anda yang selalu menyatakan wanita berpakaian terbuka sebagai penyebab pelecehan, berani bertanggung jawab atas pelecehan terhadap wanita2 berpakaian sopan??
RUU APP yang menyandang doktrin seperti ini, jelas merugikan wanita. dan dikatakan RUU ini untuk melindungan wanita? logikanya saja sudah salah, gimana mau melindungi?
2. anda melompati masalah. urutan masalah adalah:
terangsang => wanita seksi => tidak bisa mengendalikan diri => pelecehan
anda hanya menyalahkan wanita. tidak bukan itu penyebabnya. ADA penyebab pelecehan setelah itu, yaitu ketidakmampuan pelaku pelecehan untuk menahan diri, sehingga harus menyerang/merugikan wanita. harusnya hal inilah yang dihukum! sekali lagi, ini bukan masalah libido. kenapa pelaku tidak masturbasi malah menyerang wanita?
apapun, penyerangan terhadap kedaulatan tubuh seseorang adalah patut dihukum secara keras!
tolong baca post saudara Anton diatas. pelecehan/pemerkosaan itu terkait mental, bukan baju seksi
3. pakaian seksi ataupun dompet tebal sama saja menurut hemat saya. semuanya adalah hak tiap individu berdasarkan kemampuannya masing2. anda menganggap keduanya sama mungkin karena anda bisa mengendalikan diri untuk tidak tergoda oleh dompet tebal, tapi tidak ketika berhadapan dengan wanita seksi
terkait hal ini, maka penguasaan diri anda yang tidak sejajar. perbandingan pakaian seksi maupun dompet tetap sejajar dan relevan
soal kebebasan berpakaian seksi, menurut saya hal itu termasuk dalam kebebasan berekspresi, yang seharusnya dijamin oleh pemerintah
Gagasan utama tentang kebebasan manusia dari Pernyataan Umum tentang Hak-hak Asasi Manusia (PBB, 10 Desember 1948). pasal 1:
[Semua orang dilahirkan merdeka dan memunyai martabat dan hak-hak yang sama. Mereka dikaruniai akal dan hati nurani dan hendaknya bergaul satu sama lain dalam semangat persaudaraan.]
negara wajib menjamin dan melindungi semua hak warga negara, termasuk didalamnya kebebasan berekspresi, and hence, kebebasan berpakaian. dan rasanya saya tidak melihat pernyataan bahwa wanita tidak punya hak berpakaian sebebas pria. sebaliknya, negara harus mampu melindungi kebebasan berekspresi kaum wanita, sama seperti kebebasan yang dimiliki pria
pasal 30:
[Tidak satu pun hal di dalam Pernyataan ini yang boleh ditafsirkan sebagai pemberian hak kepada Negara, kelompok ataupun seseorang, untuk terlibat di dalam kegiatan apa pun atau melakukan perbuatan yang bertujuan untuk merusak hak-hak dan kebebasan-kebebasan yang termaktub di dalam Pernyataan ini.]
jelas, tidak seorang pun boleh menghalangi hak dan kebebasan seseorang, termasuk hak berekspresi seni maupun berpakaian. tidak pula DPR-RI. tidak pula negara
to nyoman:
i deeply sympatize and fully support YOU AND YOUR FELLOW NATIVES, you have a SACRED, BEAUTIFUL CULTURE, and dont let these STUPIDS that called themselves moral polices ruin it..
to gasana:
if you cannot control your own penis, then DONT BLAME women who wears tank top and mini skirt. instead of abandon them, why dont you ABANDON YOUR EYES AND MIND, it clearly shows that you cannot control your sex-driven thought. you look on women as the ones that CAUSED you to do a sinful thing. THIS IS PATHETIC.
baju seksi tidak menyebabkan pemerkosaan, yang menyebabkan pemerkosaan adalah ketidak mampuan mengendalikan syahwat.. im not sure that even all the girls are covered up you can control your penis…i am a GUY, i LOVE to see SEXY BEAUTIFUL GIRLS, but i CAN CONTROL MY OWN THOUGHTS AND PENIS.
saya tidak ingin membawa2 agama didalam hal ini, tetapi saya ingat salah satu kisah a great man dalam sebuah agama, this great man was on His medidation, and a beautiful woman appears and seduces Him, but He who controls His mind cannot be seduced, even tho how beautiful the woman is..
its all A STATE OF MIND !
buat Hamba Allah…
i feel so sorry for you, so sad for you, you consider yourself a Gods Servant, but the way you talk (and perhaps the way you act) tells that youre a barbarian, a hater, doesnt God should be LOVE ? ..from the way you react tho us who mind about this RUU, it CLEARLY SHOWS that deep down inside this RUU theres a hidden mission that your group try to put on….A RADICAL ISLAMIC-COUNTRY..
TOLAK RUU APP
NO TO HATE
NO TO ANARCHY
Crescent Shadow
Terima kasih atas tanggapannya, penuturan anda sangat educative dan informative sekali, terima kasih saya banyak belajar dari hal tersebut.
Cuman mungkin ada beberapa hal yang perlu diluruskan
Hal No 1 yg Bapak/Ibu komentarin. Hal tersebut adalah murni pemikiran saya pribadi tanpa ada unsur unsur yang dimaksud oleh Anda, kalau dalam konteks kesejajaran dalam hal seksualitas, kebetulan saya tidak menulisnya disini (maaf atas ketidak sempurnaannya), tapi saya pernh menulis hal itu, dan kurang lebih mungkin sama seperti yg bapak ungkapkan (tulisan itu hanya sebuah pendapat saya pribadi- kalau Anda memerlukannya untuk melihat opini saya terhadap hal itu, saya akan memberikan alamat web nya)
Hal No 2 dst. soal Hak.
Saya pribadi sedang mempelajari (hmm tepatnya merenungkan kembali) tentang sebuah pergeseran Pelaturan yg tidak tertulis , yaitu Pelaturan yang ada pada adat dan kebudayaan Timur yang selalu kita bangga banggakan, bahkan ada yang menjadikannya tagline untuk tujuan pariwisata.
Kebiasaan yang terus berulang tanpa ada pembatas/pelaturan, maka akan menimbulkan dampak bergesernya norma tak tertulis dimasyarakat. Dalih akan kebebasan yang tidak berdasarkan KeTUHANAN salah satunya akan dijadikan sebagai landasan justifikasi terhadap hal hal yang tadinya dianggap salah, baik secara norma kebudayaan maupun Norma Agama, menjadi sebuah hal yang benar.
Tentang HAM (PBB…) disebutkan “Martabat serta akal dan nurani” penafsiran akan hal ini berbeda beda (mungkin Anda bisa menyebutkan adakah penjelasan lebih lanjut soal itu?).
Kalau menurut opini pribadi saya ketika melihat itu adalah: Martabat dan Hati Nurani terbentuk oleh sebuah landasan/keyakinan, tanpa itu maka hati dan nurani teromabng ambing tanpa tujuan, karena tidak ada pegangan. Maka mungkin penafsirannya adalah “[Semua orang dilahirkan merdeka dan memunyai martabat dan hak-hak yang sama yang sesuai dengan pegangan yang diyakininya. Mereka dikaruniai akal dan hati nurani dan hendaknya bergaul satu sama lain dalam semangat persaudaraan sesuai dengan landasan yang diyakininya.]
Saya berfikir bahwa semua keyakinan dinegara tercinta ini adalah benar, tidak ada satupun yang mengajarkan hal hal yang dapat merugikan orang lain, kalaupun itu terjadi, saya yakin itu adalah salah penafsiran atau pun ada hal lainnya yang tetap saja tidak dibenarkan!!
Berawal dari hal itulah, maka saya memberanikan pendapat saya yang Anda komentarin.
Mungkin saya perlu memberikan beberapa contoh:
1. Masalah pakaian Sexy. Kita bisa dengan jelas melihat evolusinya. Dahulu tidak ada/sedikit yang berani berpakaian sexy, katakanlah ketika saya SMA biar menjadi saksi hidup , yaitu sekitar tahun 90an (serasa baru kemarin) kenapa? karena adanya BUDAYA MALU, malu untuk melakukan hal hal diluar batas agama dan pagar norma kebudayaan, yang menganggap pelanggran terhadap agama itu sesuatu yang memalukan bahkan sekian puluh tahun setelah adanya HAM-pun budaya Malu masih ada di Indonesia tercinta ini. Namun dengan adanya komunikasi/publikasi masalah kebebasan yg disalah artikan, ditambah lagi dengan tidak adanya pelaturan yang berlaku untuk itu, sehingga kebiasaan 2x tersebut mengaburkan/bahkan mengubur norma norma budaya yang sudah tertanam sekian lamanya. Begitu juga dengan kelakuan yang tidak senonoh dijalanan, Begitu juga dengan tayangan tayangan yang buat sebagian orng memalukan. Dan apa jadinnya nanti dalam hal berpakaian 10 tahun yg akan datang, apakah sang kebebasan akan menjadi tameng bagi orng orng yang tanpa busana lenggang kangkung dijalanan? free sex sudah menjadi budaya, bahkan malu kalau tidak melakukannya sbeleum nikah??, lalu dimana agama kita? dimana nilai nilai kebudayaan kita yang snagat luhur, sungguh sangat menyakitkan..apabila hal itu benar benar terjadi, lalu kepada siapa kami harus mengadu?? kepada siapa kami harus melapor?? yang ada mungki kita sebgaai pelapor akan dituntut oleh KOMNAS HAM karena mengekang kebebasan orang lain, maaf Pak/Bu saya terlalu emosional, saya hanya tidak setu adanya HAM yang tidak berlandaskan keTUHANAN yang selalu dijadikan tameng bagi sebagian saudara saudara kita, untuk membenarkan tindakannya.
Akan begitu mudahnya norma agama telanggar apabila norma di masyarakat tidak mendukung, karena sangat tidak mungkin kita hidup tanpa bermasyarakat. Apakah dengan bertameng pada sebuah kebebasan, sebuah agama bisa dikubur hidup hidup?? saya menjawab BISA!, apabila norma masyarakat yang begitu homogen tidak mendukung sebuah kebenaran YANG MUTLAK yaitu kebenaran yang berasal dari kitab suci umat beragama.
Dan satu yang saya yakini. Kebebasan apapun didunia ini akan dikatakan sesuai buat manusia yang berTUHAN, apabila berlandaskan pada aturan yang dimiliki oleh keyakinan apapun. Dan saya sekali lagi meyakini bahwa walau semua agama berbeda satu sama lainnya, namun tetap mempunyai satu tujuan, yaitu menuju sesuatu yang lebih baik dengan jalan yang benar.
Apakah kita akan membiarkan berputarnya roda zaman akan mengubur norma agama, kesusilaan, dan nilai nilai budaya kita,hanya demi mengejar sebuah kebebasan yang tidak berdasarkan keyakinan?
Naudzubillah Semoga Tuhan tidak meridhoinya.
(mohon dimaafkan apabila ada kata yang salah tempat/tidak bekenana, semua karena keterbatasan saya.
dan semoga saya salah mengartikan kebebasan yang Bapak/Ibu Maksud, sehingga saya menjadi emosi)
Wassalam, Salam
Genzie
To Pak Anthony
Thx Pak, saya juga berfikir bapak orang yang berpendidikan, salah satunya adalah bahasa Inggrisnya bagus, namun kalau boleh saya minta tolong, tolong baca sekali lagi kata2x dibawah ini, yg saya copy paste dari postingan yg bapak komentarin.
“Kenapa saya setuju? karena saya pribadi sangat membutuhkan pager itu karena saya masih lemah iman dan banyak dosa dan ingin memperbaiki diri, tapi susahnya minta ampun karena hal hal yang ganggu konesentrasi banyak berkeliaran di mana mana :), Untunglah Allah masih sayang sehingga kalau mau berbuat banyak mikir akibatnya :P”
setelah membaca, mungkin:
1. Bapak “merasa” keliru menafasirkan sehingga bapak menulis komentar seprti itu untuk postingan saya. Gpp Pak gak ada orang yang selalu bener.
2. Kalau cara tafsirnya salah, saya perjelas, bahwa arti kata “Untunglah” dalam konteks tulisan tsb artinya saya bersyukur- tentu nya kita bersyukur kalau mendapat hal yg baik baik khan Pak?. Kata “Allah” disitu adalah adalah TUHAN saya Pak -Alhamdulillah utk itu- (oh iyah Alhamdulillah juga artinya bersyukur juga pak)
3 Atau bapak penasaran mau bertanya sebenarnya apa artinya? dengan senang hati saya akan menjawabnya dengan segala kemampuan yg saya miliki tentunya.
4. Atau Bapak tetap berpegang teguh bahwa penafsiran tentang kata kata saya seperti itu. Silahkan Pak gpp. Kebetulan gak ada yang dirugikan, dan sepertinya bapak gak merasa diuntungkan juga.
Salam
Genzie
Setelah membaca lagi Komentar Bpk Anthony, maaf saya membawa agama kedalam diskusi ini, karena saya tidak mempunyai pegangan apa apa selain agama, serta beberapa hal yang saya ketahui ketika saya sekolah. Dan bukannya sok suci atau salah doktrin namun semua tujuan hidup serta semua kehidupan didalamnya yang saya jalani hanya berdasarkan agama yang saya yakini dan pelaturan pelaturan yang ada di negri tercinta ini yang sesuai dengan agama saya.
sekali lagi mohon maaf atas keterbatasan ini. Terlalu banyak dosa yang sudah diperbuat srta terlalu sedikit ilmu dlm keagamaan maupun sosial kemasyarakatan yg saya ketahui sehingga sering salah bicara dan terus terusan berbicara berlandaskan apa yg saya yakini.
(maklum masih belajar)
Dan satu hal yang SANGAT PENTING untuk bapak pertimbangkan kembali yaitu kalimat: “it CLEARLY SHOWS that deep down inside this RUU theres a hidden mission that your group try to put on….A RADICAL ISLAMIC-COUNTRY ”
Bahasa Inggris saya ancur ancuran, namun tolong koreksi apabila inti dari kata kata yang akan saya tuliskan salah.
Dengan adanya postingan dari Saudara “Hamba Allah”
maka semakin yakinlah bapak atas pemikiran bapak, bahwa dibalik RUU APP itu ada misi tersembunyi dari kelompoknya “Hamba Allah” untuk menjadikan negara ini negara ISLAM yang Radikal.
Berikut Komentar saya.
1.Saya tidak berani menafsirkan kata kata tersebut lebih jauh, karena saya sendiri belum yakin atas kata2x “Kelompok Kamu” itu. Kalau “kelompok kamu” itu ditujukan hanya pada kelompok “Hamba Allah saja”: Melihat dari content postingannya, Mungkin kelompok “Hamba Allah” memang betul menginginkan Negara ISLAM (tanpa radikal) itu pun masi perlu bukti si sebenernya. Namun perlu ditegaskan (TIDAK SEMUA MUSLIM MENGINGINKAN NEGARA TERCINTA INI MENJADI NEGARA ISLAM) muslim – orang yang memeluk agama Islam – termasuk saya!.
2. “Negara Islam Radical” pun saya masih belum yakin artinya, Apakah Negara Islam Yang radikal (artinya masih ada negara islam yang tidak radical), ataukah
Semua negara Islam radikal?
Wallahualam. Yang pasti, apapun komentar Bapak atas point ke dua tersebut, saya hanya bisa menyarankan untuk melihat lebih detail tentang tentang sebuah negara, tentang Islam, dan tentang fakta fakta yang terjadi saat ini, dari semua sudut pandang yang ada (mohon jangan melihat dari propaganda dari satu pihak saja).
Tidak terlalu bijaksana kelihatannya mengungkapkan hal apalagi hal yang sangat rapuh dan rentan untuk di patahkan seperti tujuan kalimat Bapak,karena tanpa ada bukti yang jelas dari semua pihak yang terkait, serta tanpa adanya pemahaman terhadap bukti bukti tersebut sehingga keliru mengartikannya, peryataan Bapak bisa menjadi boomerang buat bapak sendiri.
3. Hal terakhir adalah sebuah pertanyaan.
Apakah Bapak akan tetap berpendapat tentang tujuan RUU APP ini seperti komentar bapak tersebut pada point 2 di postingan saya ini, kalau saya pelihatkan bukti nyata dan dan tentunya masih HIDUP dan bisa menjelaskan langsung kepada bapak, bahwa bukan cuma umat Islam saja yang mendukung RUU APP? hampir semua perwakilan dari umat beragama dan keyakinan yang ada di negara tercinta ini, juga ada yang mendukung. Dan mereka berlandaskan kepada Kitab Suci mereka masing masing juga, apakah masih beranggapan seperti itu pak?
Itu saja mungkin Pak.
Apabila ada kata yg salah itu kesalahan saya mohon dimaafkan, apabila ada yang dianggap benar itu atas ridha Tuhan saya.
salam
Nzie.
kpd sdr genzi,
saya memahami bhw anda menjadikan agama sbg satu2nya pedoman hidup anda. itu kebebasan anda, hak asasi anda.
tapi anda jangan lupa bhw masyarakat indonesia sangat plural. ada yg hidup berdasarkan agama, ada yg hidup berdasarkan tradisi leluhur , & ada pula yg hidup berdasarkan “budaya barat”. semua punya hak eksis di negeri ini.
tdk ada pihak yg berhak memaksakan prinsip hidupnya kpd pihak lain. jk anda ingin hidup berdasarkan agama, saya hormati hak tsb. silakan saja. tapi tolong jangan jadikan agama anda sbg bagian dari hukum yg akan mengikat org lain. krn anda juga pasti tdk suka jk prinsip hidup org lain dipaksakan kpd anda.
akhir kata, saya berharap kasus ruu app ini menjadi pelajaran bagi kita semua utk belajar hidup berdampingan scr damai tanpa saling merugikan, saling memaksa, atau saling merendahkan.
salam,
radix – seorg liberal-sekuler
Kpd sdr Radix WP.
Terimakasih atas ketulusan kata kata yang menjadikannya sarat dengan pesan yang indah.
semoga diberikan kemudahan untuk terus mencoba mengaplikasikannya kedalam kehidupan sehari hari, termasuk dalam menyikapi kasus ini.
Terus berjuang Pak.
Salam
Nzie
Tanpa bermaksud menjual ayat atau apalah hal lainnya yang negative, hanya usaha saya pribadi untuk berbagi Ilmu.
Islam mendukung keaneka ragaman
“Dikutip dari komentar anonymous di sebuah blog dan setelah saya chek memang benar adanya”
“Bagaimana cara Al-Qura’an mengakui pluralisme? Pertama, Al-Quran memandang keragaman (pluralitas) sebagai given: kehendak Allah (masyi’atullah) Allah mengakui keragaman jenis kelamin, bangsa dan puak (sya’b wa cavila) (Al-Hujarat [49]:13) untuk slaing mengenal dan belajar. Allah menyebut keragaman lain seperti keragaman bahasa-bahasa (al-sinah) dan ras (al-alwan) yang disamakan seperti penciptaan langit dan bumi (Al-Rum [30]:22)”
Mudah mudahan terbuka bahwa dasar dari pemahaman Islam sendiri bukan radikal, memaksakan kehendak, anarkis dll. Hanya sebagian golongan saja yang berlaku seperti itu. Manusia tidak ada yang sempurna untuk itulah kita hidup dikehidupan yang penuh pembelajaran ini untuk bisa berkembang menuju yang lebih baik.
Salam
Nzie
Tolak pornografi dengan akal sehat :)
Inilah yang terjadi kalau negara terlalu campur tangan dengan urusan agama,
Apalagi ngurusi moralitas, saya mau muntah kalau sudah ngomong ke arah sana, semua merasa berhak menilai moral, menstandarkan moral, apalagi membawa-bawa nama Tuhan, lihatlah sekarang semua orang dengan mudahnya menyebut nama Tuhan. Pada akhirnya semua orang hanya menyebut “Tuhan” sebagai kesatuan huruf T-U-H-A-N, makanya biarpun semua orang pakai jubah putih, tiap hari sembayang, tiap hari bilang Tuhan aku mencintai-Mu, Tuhan Engkau Maha Besar, tetap saja negara kita tidak pernah kekurangan pembunuh, koruptor, orang berpedang sok suci, karena ya itu tadi, Tuhan itu adalah T-U-H-A-N, sudah STOP, sampai situ saja.
@Nzie Gasana (gensi)
Hai… Gasana (gensi) jumpa lagi di alam yang berbeda…
Nzie… Saya sependapat dengan Crescent Shadow bahwa anda telah melompati urutan masalah.
Wanita sexy -> terangsang -> tak bisa mengendalikan diri -> pelecehan sexual (pemerkosaan).
Saya jadi teringat respon si “cantik“ Kirei
“Between stimulus and response, there is a space.
In that space lies our freedom and power to choose our response.
In our response lies our growth and freedom.”
juga kata bijak dari AA GYM.
“MULAI DIRI SENDIRI, MULAI SAAT INI, DAN MULAI DARI HAL YANG KECIL.“
Selamat merenungkan kata bijak diatas… yach
to sdr Gazana/Genzie:
saya menafsirkan dan mengomentari postingan diatas sesuai dengan konteks yang ada, dimana si poster mengatakan bahwa dia “pribadi membutuhkan pager (dalam hal ini adalah RUU APP yang mengharuskan bahwa setiap wantia harus berpakaian tertutup) karena masih belum kuat iman dan belum bisa menahan ‘godaan2′ yang berkeliaran (godaan apa? tentunya anda tau sendiri kan maksudnya)..
yang saya maksudkan disini ialah bahwa sebenarnya tanpa “pager2an” macam RUU APP ini, hal2 seperti itu semua tergantung dari sudut pandang kita sendiri. kenapa kok kita melarang wanita memperlihatkan lengan, betis, memakai kebaya, rok mini, tank top hanya karena kita kaum adam merasa tergoda iman, dan akhirnya terjerumus ke dalam dosa seksual..salah siapakah sebenarnya ini ? ini adalah salah kita sendiri yang tidak bisa mengekang hawa nafsu dan pikiran kita ! BUKAN SALAHG WANITA yang mengenakan tank top tersebut. saya pribadi SUKA melihat wanita seksi, tapi saya tidak mengganggap mereka sebagai sumber godaan, sumber dosa, de el el..saya melihat mereka sebagai pribadi yang indah, dan indah itu adalah berkah dari yang diatas, dan mereka sebagai wanita BERHAK atas keindahan tersebut. thats why people who respects art, they respects women, we dont see them as the objects of sexual desire, we see them as the objects of BEAUTY.
you know what the differences now.
mengenai komentar saya tentang negara islam radikal,tidak bisa dipungkiri bahwa hendaknya anda juga melihat pada kenyataannya banyak sekumpulan orang2 (golongan islam radikal/fundamental)yang menggunakan tameng RUU APP ini sebagai alat sementara untuk menyusupkan ideologi2 mereka..lihat contoh FPI, PKS dengan massa sejuta umat (untuk lebih jelasnya lihat postingan sdr Crescent Shadow)..dan saya sangat2 yakin itulah yang terjadi pada si Hamba Allah..apakah saudara sudah membaca postingan dari si Hamba Allah itu? coba anda cari dan kalau anda sudah membaca tentunya sekali lagi anda akan mengerti yang saya maksud. melihat postingan2 terakhir anda, saya bisa merasa sedikit lega bahwa anda sepertinya adalah seorang moderat, bukan seorang radikal seperti anggota FPI, si Hamba Allah dan juga ketua MUI..
salam
TOLAK RUU APP
NO TO HATE
NO TO ANARCHY
satu lagi nih, soal negara islam atau bukan, bisa ambigu artinya…kita bisa menyebut suatu negara adalah negara islam, apabila negara tersebut sebagian besar mayoritas adalah memeluk agama islam, sedangkan yang kedua (dimana saya lebih cenderung ke pengertian berikut),
dimana negara islam secara garis besar adalah negara yang menggunakan hukum2 agama didalam peraturan perundang2annya, baik secara harafiah (jelas2 hanya mengakui dan menggunakan hukum agama) maupun secara sangat implisit (sebagian mungkin masih berdasarkan hukum agama, namun ada juga yang sudah menganut prinsip demokrasi-walaupun mungkin tidak total), walaupun selain dari landasan hukum, indikator yang bisa dijadikan patokan juga mungkin dari seberapa besar peranan wanita di negara tersebut (dalam hal politik,rumah tangga,media, de el el) ….mungkin anda butuh contoh sehingga bisa mendapatkan gambaran seperti apa yang disebut RADIKAL dan MODERAT….
negara (islam) radikal misalnya Afghanistan dan Iran
negara (islam) radikal-moderat misalnya Pakistan, Saudi Arabia, Syria, Lybia, Qatar, Oman, Bahrain
negara (islam) moderat misalnya Jordania, Kuwait, Mesir, Malaysia, Lebanon, Uni-Emirat-Arab, Tunisia, Turki,…dan mudah2an Indonesia masih termasuk didalamnya
maaf saya bukan orang yang mendalami politik, tapi paling tidak saya bisa membedakan mana yang RADIKAL dan mana yang MODERAT
dan mungkin pembahasan soal negara agama sekiranya cukup sampai disini, karena sekali lagi INDONESIA adalah NEGARA REPUBLIK, YANG BERASASKAN PANCASILA DALAM SEMANGAT BHINNEKA TUNGGAL IKA..bukan ideologi agama, komunis, atau apapun yang lain. titik.
once again
TOLAK RUU APP
NO TO HATE
NO TO ANARCHY
Saya setuju dengan RUU APP
Kalo yang kalian permasalahkan itu soal pakaian
nda usah takut, RUU ini ga menyuruh para wanita pakai
karung goni yang tebel, nda disuruh pake cadar, nda di suruh pake jilbab ato yang lainnya. apa cuma itu yang ada di benak kalian semua, saya lihat banyak pakaian yang bagus yang cuma nda separo dada tapi full sampai leher, banyak celana/rok yg lebih indah untuk di pakai yang nda ngliatin bentuk badan, soal seni apakah mereka yang jago gambar cuma pinter di nggambar cewek/cowok telanjang aja? apakah para fotografer model baju minim nda bisa moto yang lain? SPESIALIST…aaah itu cuma alasan, klo dia mau bisa aja foto yang lainnya. takut ya pemasukan berkurang??? nda ada yang menyebutkan agama di RUU ini, Pansus ini pun saya yakin terdiri dari agama2 yang ada di indonesia *ALL RELIGY*,saya berharap anda para penolak RUU bersedia berfikir ulang menurut saya malah alasan kalian yang dibuat-buat, di ungkapkan dengan menunjukkan bahwa anda memang “ngeres” trus “takut rugi”, “mata pencaharian utama emang berhubungan dengan Porn dkk”, “takut hobi keganggu”,”takut dikira kuno”,dan alasan lainnya. mengenai wanita yang jadi objek di RUU ini…mari kita fikirkan…:
-wanita seperti apa yang menikmati di pandangi payudara/setengah payudaranya oleh laki2 selain suaminya?
-saat turun dari angkutan umum, ABG megangin belakang t-shirt ngetatnya atau depan bajunya takut miliknya kelihata? “naluri wanita” malu kalo kelihatan..!
-bali lagi bali lagi, knapa siih bali? mereka pada ga pake baju untuk pariwisata, pariwisata apa seeh? semoga bukan pariwisata S*X…!
-Agama…ini memang ga bisa lepas dari hidup seorang, norma masyarakat terbentuk dari ini mau kristen (pendeta pake beskab, biarawan pake pakaian tertutup up till down), islam (jilbab), hindu (kebaya+jarik), Budha (pundak till kaki tertutup), kong hu cu (bajunya rumbai2 berlapis2, shinto (kimononya bo…). ada agama lain. nda ada ajaran yang mengajarkan telanjang itu benar kecuali ajaran setan.
- Masyarakat adat..Dani/asmat/pedalaman dll, mereka itu emang habitatnya seperti itu, mereka nda berhak tersentuh RUU ini,kalo emang kalian mau kaya gitu ya ke sana aja sama mereka, telanjang pake koteka…mau???
pake kain seadanya buat cewek..itu kan yang kalian inginkan??
-buat apa wanita pake baju yang pendek/ngetat/obral body dll? seni hah? keindahan hah? bull shit, bukannya biar mata cowok melotot semua..bangga bisa bikin mereka melotot, bangga dadanya gede, bangga pinggang kaya biola, nggak penting banget seeh…….!!!
makasih, RUU APP kau harus terealisasi.
-
buat sodara voldemort positive:
kayaknya mungkin anda deh yang ngeres (seandainya anda cowok) sampai2 kata “dada” keluar berkali2….
ato anda iri kali ya kalo melihat cewek yang berbodi bagus kayak biola (seandainya anda cewek)
kok yang sewot anda, kan itu bodi mereka toh…
by the way, sumpah komentar dan argumen anda basi banget deh…
you know, so blah.
TOLAK RUU APP
NO TO HATE
NO TO ANARCHY
Kpd sdr voldemort positive,
Jk anda punya selera berpakaian yg tdk sensual, silakan saja. Itu hak anda. Tapi jk anda mendukung suatu rancangan regulasi yg akan mengekang kebebasan berpakaian org lain, berarti anda egois.
Ttg agama, itu urusan pribadi tiap manusia dg Tuhan. Sama sekali bukan urusan negara, Pansus DPR, Rhoma Irama, atau siapapun. Indonesia ini milik kita bersama, termasuk milik kaum sekuler juga.
saya setuju dengan RUU APP
terus terang, saya sendiri heran melihat orang yang menolak RUU APP ini dengan alasan dapat menghambat majunya budaya bangsa…..
menurut saya budaya bangsa kita ini adalah budaya ketimuran yang berbanding terbalik dengan budaya barat.
Budaya kita identik dengan kesopanan…
salah satunya dalam hal berpakaian, budaya berpakaian bangsa kita tentu jauh berbeda dengan apa yang biasa dipakai oleh muda-mudi zaman sekarang yang lebih suka meniru cara berpakaian orang barat.
kemudian saya juga tidak setuju gengan sikap insan seni yang mengatakan bahwa RUU APP dapat menghambat seseorang mengekspresikan diri.
Sejak kapan budaya timur berbanding terbalik dengan budaya barat? Siapa yang bilang? Siapa bilang pakaian orang barat itu tidak sopan?
Semua itu baik selama diletakkan dalam konteks yang benar. Tolak pornografi dengan akal sehat.
orang barat…
orang timur..
orang timur tengah…
cara berpakaian situ jelek
cara berpakaian yang ini bagus
budaya situ ga sopan
budaya ini paling baik dan suci
kasian ya manusia, mau hidup aja pake dibeda-bedain…
lagi lagi soal sopan tidak sopan, bermoral tidak bermoral, ujung2nya pasti deh ke soal “akhlak”, soal “agama”, kalo udah gitu semua sudah AMBIGU, dan semua berhak untuk menilai ini pantas ato tidak, ini berakhlak ato tidak, ini bermoral ato tidak…(termasuk saya dong ya berhak untuk menilai)
lama2 saya kok jadi muak ngeliat mereka yang menilai orang laen, apalagi berdasarkan keyakinannya sendiri..TIDAK ADA YANG BERHAK MENGHAKIMI ORANG LAEN MENURUT PANDANGANNYA SENDIRI, and vice versa.
sopan tidak sopan itu tergantung pandangan masing2…
pake bikini ke mall apa sopan ? ya jelas tidak, apakan mas leo pernah ke “barat” , kalo iya, apakah anda liat “budaya” cewek2 disitu kalo ke mall pake bikini or maybe nude ? tentu saja tidak ! they know how to dress, at the right place, and at the right time..
kok ngomongin soal “budaya” timur, itu lho, kebaya dan koteka mau dimuseumkan karena katanya tidak sesuai dengan budaya timur, menunjukkan lekak lekuk tubuh !
kalo gitu Ibu Kartini termasuk “perempuan setan” dong ya, karena pake kebaya yang seksi dan mengikuti lekak lekuk tubuh…(mengutip pernyataan Mr.Rizieq pas ngomentarin karnaval budaya…)
masing2 orang mempunyai “budaya”, pendapat, prinsip, cara pandang, dan the way of living sendiri-sendiri, dan TIDAK ADA YANG BERHAK untuk memaksakan kehendaknya itu.
kalo prinsip saya , saya paksakan kepada anda yang tidak setuju tentu juga akan ditolak.
TOLAK RUU APP
NO TO HATE
NO TO ANARCHY
Hahaha,RUU APP ini penghancur bangsa,lihatkah kalian FPI dan Garda Bangsa? Gara-gara RUU APP,mereka jadi bentrok.Oh ya.Lelaki yang dukung RUU APP pada homoseksual sm ua yah?? Mereka ga tau menghayati keindahan.Apalagi si mr.habib rizki(the big boss of FPI itu) Apa sih maunya? katanya membela Islam.Tapi nyatanya apa coba??? Yang ada hanya mencitrakan Islam sebagai agama penuh kekerasan,anarkisme,destruktisme,dan radikal sekali.Dan yang membuat RUU APP nih,apa sih maunya,mungkin koleksi VCD&DVD bokep bejibun di rumahnya,kan egois tuh namanya.Trus,kalo RUU APP dijalani,maka ekonomi Indonesia akan hancur.Karena devisa negara berkurang ,turis pada takut semua.Dan mungkin akan terjadi pemutusan diplomatik dari negara lain.Ntar jumlah pencabulan naik ato turun,kita tunggu aja nanti kalo setelah disahkan.
Salam
Oh yah,bagi kalian yg dukung RUU APP ga usah di Indonesia,ke Arab ajah.Udah jadi di sana.Jadi tinggal menikmati.HAHAHAHHAHAHAHAHAHAHHA
For you all(supporter RUU APP),I’ll throw you to the fiery depth OF HELL!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
@leo
[Menurut saya budaya bangsa kita ini adalah budaya ketimuran yang berbanding terbalik dengan budaya barat.]
Tepat sekali,… Mereka maju pesat ke masa depan dan kita mundur ke Zaman purba.
Mudah2mudahan cara demokratis dalam memutuskan RUUAPP segera dilaksanakan. Siap-siap untuk segera referendum.
Nggak sabar nih untuk voting.
for rieswin rachwell, apabila anda Muslim :
Semoga Allah SWT mengampuni ucapan yang keluar dari hati anda dan memberikan petunjuk kepada anda sehingga anda dapat hidup dengan benar dan selamat. Amien.
# ANTHONY Says:
June 22nd, 2006 at 6:02 pm
sopan tidak sopan itu tergantung pandangan masing2…
pake bikini ke mall apa sopan ? ya jelas tidak,
apakan mas leo pernah ke “barat” , kalo iya,
apakah anda liat “budaya” cewek2 disitu kalo ke
mall pake bikini or maybe nude ? tentu saja tidak !
they know how to dress, at the right place, and at
the right time..
kok ngomongin soal “budaya” timur, itu lho, kebaya
dan koteka mau dimuseumkan karena katanya tidak
sesuai dengan budaya timur, menunjukkan lekak lekuk
tubuh !
kalo gitu Ibu Kartini termasuk “perempuan setan”
dong ya, karena pake kebaya yang seksi dan mengikuti
lekak lekuk tubuh…(mengutip pernyataan Mr.Rizieq pas
ngomentarin karnaval budaya…)
read this :
[Kristiani] Berbusana Sopan dalam Dunia Modern
oleh: Romo William P. Saunders *
Baru-baru ini saya menghadiri suatu pernikahan di gereja; mempelai perempuan mengenakan gaun strapless dengan bagian depan dan punggungnya terbuka cukup lebar. Semasa saya masih muda, busana yang demikian tidak diperkenankan di Gereja. Adakah peraturan untuk berbusana pantas?
~ seorang pembaca di Springfield
Pertanyaan yang bagus, “Adakah peraturan untuk berbusana pantas?” Jawabnya, “Ya, yaitu yang sesuai dengan keutamaan kesopanan.” Dalam The Pocket Catholic Dictionary, 1985, Rm John Hardon, SJ mendefinisikan `kesopanan’ (= modesty) sebagai “Keutamaan yang mengendalikan segala gerakan, baik lahiriah maupun batiniah, dan penampilan seseorang menurut bakat, kepribadian, dan status sosial. Keutamaan kesopanan pada umumnya mencakup empat keutamaan: 1. kerendahan hati; 2. pengenalan; 3. kesopanan dalam berbusana, dan 4. kesopanan dalam bertingkah laku.”
Pertama, kerendahan hati adalah keutamaan di mana orang mengenali segala sifat dan bakatnya, serta menghargainya sebagai karunia dari Tuhan yang harus dipergunakan secara bijaksana demi kemuliaan-Nya. Dalam kerendahan hati, manusia – sebagai makhluk ciptaan – berjalan dengan segala kerendahan hati bersama Allah-nya. Kerendahan hati melenyapkan kesombongan. Sehubungan dengan pertanyaan di atas, seorang yang sangat menarik atau menawan secara fisik haruslah berhati-hati agar tidak “terlalu sadar diri” dan bertingkah laku begitu rupa supaya menjadi pusat perhatian.
Kedua, pengenalan adalah keutamaan di mana orang mengejar pengetahuan dalam batasan-batasan iman dan akal sehat. Keutamaan ini berlawanan dengan sikap ingin tahu, yang dalam hasratnya yang berlebihan untuk mengetahui segala sesuatu, menghantar orang menjauhi kebenaran Tuhan menuju jalan kebinasaan. Sehubungan dengan pertanyaan di atas, hendaknya seorang tidak berbusana demikian rupa hingga mengundang rasa ingin tahu orang dan memancing reaksi darinya.
Ketiga dan keempat adalah dua macam kesopanan lahiriah, yaitu: kesopanan dalam berbusana dan bertingkah laku. Kedua keutamaan ini tunduk pada prinsip tidak menyinggung perasaan orang lain dan tidak membiarkan diri menjadi peluang dosa bagi orang lain. St Agustinus mengatakan, “Dalam segala tingkah lakumu, janganlah suatupun yang cemar dalam pandangan orang lain.”
Keempat keutamaan ini, yang berkenaan dengan kesopanan, menjawab pertanyaan di atas. Seorang yang sopan akan menghormati anugerah dengan mana ia diciptakan, yakni seturut gambar dan citra Allah. Ia akan memelihara serta melindungi tubuh dan jiwanya sebaik mungkin, dan dengan demikian memelihara serta melindungi segi jasmani (termasuk seksual) dan segi rohani dari keberadaannya. Penghormatan yang demikian berarti menerima batasan-batasan tertentu yang mengendalikan hubungannya dengan orang lain. Menerima batasan-batasan ini berarti orang perlu menerapkan kesopanan, baik dalam bertingkah laku maupun dalam berbusana.
Katekismus Gereja Katolik menguraikan prinsip-prinsip ini, “Sikap yang sopan memelihara hal-hal pribadi manusia. Ia menolak membuka apa yang harus disembunyikan. Ia diarahkan kepada kemurnian yang perasaan halusnya ia nyatakan. Ia mengatur pandangan dan gerakan sesuai dengan martabat manusia dan hubungan di antara mereka. Sikap sopan melindungi rahasia pribadi dan cinta kasihnya. Ia mengundang untuk bersabar dan mengekang diri dalam hubungan cinta kasih; ia menuntut, bahwa prasyarat-prasyarat untuk ikatan definitif dan penyerahan timbal balik dari suami dan isteri dipenuhi. Dalam sikap sopan itu termasuk pula kerendahan hati. Ia mempengaruhi pemilihan busana. Di mana ia mengira bahwa ada bahaya sikap ingin tahu yang tidak sehat, di sana ia berdiam diri dan bersikap hati-hati. Ia menjaga keintiman orang lain.” (No. #2521, 2522)
Secara khusus beralih pada masalah berbusana, Molly Kelly, seorang pengajar ternama dalam pembentukan keutamaan kemurnian, menegaskan bahwa manusia berkomunikasi dengan sesamanya melalui tiga macam bahasa: bahasa lisan, bahasa tubuh dan bahasa busana. Mengatakan “tidak” pada seks, tetapi berdansa, memeluk atau mencium dengan menggoda, mengenakan busana yang minim, maka ia menyampaikan pesan yang simpang siur. Berbicara, bertingkah laku ataupun berbusana begitu rupa dengan tujuan membangkitkan gairah seksual diri sendiri ataupun orang lain adalah dosa. Melakukannya tanpa tujuan demikian, melainkan karena sikap acuh, adalah kesembronoan yang dapat mencelakakan diri sendiri. Tetapi, kesopanan melindungi semua orang.
Orang perlu bertanya, “Apa tujuan berbusana?” Tak diragukan lagi, busana ketat Britney Spears dan Christina Aguilera (yang album terbarunya berjudul “Stripped” = Telanjang) yang memperlihatkan lebih banyak kulit daripada busana yang membalutnya, dan yang menantang hukum dalam hal seberapa jauh bagian tubuh dapat dibuka, mempunyai satu tujuan: mempertontonkan tubuh dan membangkitkan hasrat seksual.
Seorang Kristiani patut bertanya, “Apa yang aku sampaikan melalui apa yang aku kenakan? Dengan kata lain, apa yang dipromosikan oleh `pembungkus’? Ke manakah aku berusaha menarik perhatian orang?” Jika tujuannya adalah untuk mempertontonkan tubuh dan membangkitkan hasrat seksual orang lain, untuk menjadikan diri pusat perhatian dan mengundang rasa ingin tahu orang, maka ia telah melanggar kesopanan, sekaligus keutamaan-keutamaan kerendahan hati, pengenalan dan kesopanan dalam berbusana dan bertingkah laku.
Sebagian orang mungkin berkata, “Bukan begitu tujuanku. Tapi, memang begini mode busana masa kini. Tak pantas orang menilaiku dari caraku berpakaian.” Baik, namun pada kenyataannya orang dinilai dari penampilannya. Jika tidak, mengapa orang mengusahakan penampilan yang terbaik pada saat wawancara pekerjaan? Mengapa pula ada etiket berbusana di sebagian besar sekolah dan perusahaan? Pada kenyataannya, busana menyampaikan suatu pesan tertentu dan mengungkapkan disposisi batin orang.
Di samping itu, entah apakah tujuan orang untuk mempertontonkan tubuh dan membangkitkan nafsu seksual atau tidak, untuk menjadikan diri pusat perhatian dan mengundang rasa ingin tahu yang lain atau tidak, seorang Kristiani patutlah berhati-hati agar tidak membiarkan diri menjadi peluang dosa bagi orang lain. Seorang Kristiani, patutlah berhati-hati untuk tidak menyampaikan pesan yang salah dan dengan demikian membahayakan keselamatan diri maupun orang lain.
Sungguh sayang, banyak anak muda yang sekedar acuh. Mereka disesatkan oleh para “bintang idola”. Industri mode juga melakukan yang terbaik guna mempromosikan busana macam ini. Sebagai contoh, baru-baru ini orangtua menunjukkan kepada saya baju “atasan” perempuan yang tampaknya cocok untuk anak berusia dua tahun, tetapi pada labelnya tertulis “Satu ukuran cocok untuk semua,” dan baju itu diperuntukkan bagi remaja puteri.
Lebih buruk lagi, sebagian orangtua bahkan menyesatkan anak-anak mereka. Suatu hari Paskah, saya berpapasan dengan seorang gadis (yang tak pernah saya lihat sebelumnya) mengenakan busana strapless dengan bagian pinggangnya terbuka setinggi enam inci. Dengan sehalus dan sesopan mungkin saya mengatakan kepadanya, “Tolong, kenakanlah busana yang pantas untuk Misa.” Karena perkataan saya ini, ayahnya kemudian datang menemui saya, memaki dan mengancam saya secara fisik. Bukannya membimbing dan melindungi puteri mereka, malahan ia dan isterinya telah mengijinkan perilaku yang dapat membahayakan tubuh dan jiwa puteri mereka.
Parahnya, banyak imam lalai untuk memberikan bimbingan yang seharusnya. Karena kita hidup dalam dunia yang amburadul, orang perlu diingatkan untuk berbusana pantas dalam rumah Tuhan, dan bahwa tidaklah pantas mengenakan busana yang minim dan yang ketat. Saya ingat dalam tugas parokial saya yang pertama, imam kepala dengan jelas memaklumkan dalam tata-tertib pernikahan bahwa “busana strapless dan backless” tidak diperkenankan.
Berbusana sopan tidak berarti berpenampilan kuno atau ketinggalan jaman. Berbusana sopan artinya tidak mempertontonkan tubuh seseorang. Busana sepatutnya membantu kita mengungkapkan siapa kita, dan bukannya memamerkan sekedar daging. Cara kita berbusana menginformasikan kepada orang lain bagaimana seharusnya memperlakukan kita, apakah dihormati sebagai seorang pribadi atau sebagai sepotong daging belaka.
salam kenal semua. saya juga heran kenapa di televisi kok banyak sekali mendukung RUU APP ini mengatasnamakan agama. ini saya dapat email dari temen. tentang somasi MMI katanya mo nyerang bali. sengaja saya kirim ke website ini biar temen2 juga pada tahu apa isinya mungkin ini yg dimaksudkan islam radikal.
subject :tanggapan Majelis Mujahidin ancam “menyerang” Bali!
Tolong luangkan waktunya sejenak untuk membacanya,
INI BARU BENAR BENAR ORANG YANG BERAGAMA ISLAM YANG BAIK
Tanggapan saya sebagai seorang muslim, atas somasi MMI terhadap Gubernur Bali & DPRD Tk 1 Bali.
Tentang RUU APP:
Muslim terpelajar, moderat dan “berakal sehat” umumnya menolak RUU APP ini karena akan menimbulkan implikasi yang luar biasa bagi kehidupan bangsa dan negara, utamanya karena Indonesia merupakan negara multi etnis, multi budaya, dan multi agama yang tidak akan sesuai untuk “diseragamkan” berdasarkan sudut pandang pemeluk agama atau pihak TERTENTU. Keberagaman inilah yang sejatinya merupakan kekayaan Indonesia. Keberagaman inilah yang sejatinya menjadi perekat NKRI, bukah malah memecah belah.
Negara ini dibentuk dengan semangat “keberagaman” bukan dengan semangat “keseragaman”
Keberagaman agama dan etnis yang dulu ditransendensikan menjadi kekuatan kebangsaan, saat ini runtuh sehingga kita berhadapan dengan persoalan krusial agama sebagai bagian kunci dari politik identitas. Dan mereka yang merasa mempunyai kekuasaan karena menjadi pihak mayoritas, ingin menggunakan negara untuk mengatur masalah privat, termasuk soal BERPAKAIAN. Hal ini sangat tidak bisa dibenarkan.
Ada batasan dalam perundang-perundangan nasional. MORAL, ADAT, dan AGAMA tidak bisa dijadikan hukum tertulis. Dalam hukum, ketiganya disebut sebagai norma otonom. Kalau diformalkan berarti negara mencampuri urusan privat kehidupan warganya.
RUU APP ini juga akan memunculkan pengkotak-kotakan baru berdasarkan cara berpakaian (khususnya perempuan) yang memaksakan penafsiran tunggal nilai-nilai dan hukum agama TERTENTU.
Keberagaman diciptakan oleh Allah agar semua mahluknya bisa hidup berdampingan dalam damai dan saling menghargai. Allah begitu banyak menciptakan keindahan melalui keanekaragaman, kenapa kita jadi membenci keindahan dan keberagaman itu sendiri dengan ingin “berseragam” dalam banyak hal.
Indonesia kaya akan musik, tarian, pakaian daerah, seni lukis, dan keindahan lainnya yang seyogyanya sekali lagi tidak “diseragamkan” berdasarkan standar agama tertentu. Penyeragaman dan pelaksanaan UU APP ini akan menghapus falsafah negara yaitu Bhineka Tunggal Ika.
Bila nantinya disahkan, tak pelak lagi akan banyak kesenian daerah, budaya daerah dll yang bersifat kekayaan lokal akan terberangus, contoh: kebaya Sunda, Jawa & Bali, baju bodo Sulawesi, yang dibuat dengan cita rasa tinggi dan merupakan kekayaan budaya akan tinggal menjadi kenangan karena mengenakan pakaian tsb bisa dikategorikan melanggar UU APP dan otomatis akan dikenai sanksi pidana. Tari2an seperti jaipong, wayang orang yg memakai kemben, reog ponorogo, tayub, dll akan dimusnahkan karena dapat dinilai tidak sesuai dengan UU APP.
Sungguh mengejutkan komentar dari Ketua MUI Cholil Ridwan yang mengatakan, bahwa pakaian adat Indonesia yang mempertontonkan aurat harus dianggap sebagai pornoaksi dan sebaiknya disimpan saja di museum. Dia mungkin lupa bahwa dia lahir dan besar di Indonesia dan pakaian adat adalah salah satu khasanah budaya Indonesia yang terletak di khatulistiwa yang alamnya subur, makmur, hijau sehingga cara berpakaiannya berbeda dengan negara-negara TimurTengah yang tandus, berpasir, banyak badai gurun, panas luar biasa di siang hari, tetapi dingin di malam hari sehingga cara berpakaiannya memang harus rapat tertutup.
Bila dia ingin melihat keseragaman berpakaian yang tidak mempertontonkan aurat (khususnya pakaian wanita), jangan dia memaksakan kehendak melalui negara dan RUU APP ini. Tetapi sebaiknya dia tinggal di negara yang hanya mengijinkan wanitanya untuk memakai 1 (satu) jenis pakaian (burga, jubah, dan jilbab) dan 1(satu) warna pakaian yaitu warna HITAM saja seperti di Iran atau Sudan.
Allah menciptakan begitu banyak keindahan di dunia ini, termasuk dalam soal warna. Pelangi indah karena berwarna warni. Pengingkaran terhadap keindahan dunia misalnya dengan menafikan banyaknya warna dan hanya memperbolehkan wanita mengenakan pakaian warna HITAM, seperti yang terjadi di Iran, sebetulnya adalah pengingkaran terhadap sifat Allah yang mencintai keindahan.
Tentang somasi MMI
Islam sejatinya adalah agama yang mengutamakan egaliterian, yaitu semangat kebersamaan, toleransi dan tidak memaksakan kehendak serta sangat menghargai keberagaman.
Islam tidak membawa pedang dan darah, Islam membawa bunga dan cinta (Dikutip dari ucapan Alm. KH Muttaqien, mantan rektor Universitas Islam Bandung saat saya mengikuti pesantren kilat tahun 1982).
Islam adalah agama damai, tidak suka kekerasan, serta mengajarkan penyerahan diri, ikhlas, tawakal, tawadu, dan sejuta kebaikan lainnya.
Ketika Islam berjaya melalui kekuasaan Bani Abbasiyah dengan imperiumnya yang terbentang dari Asia sampai Eropa (saat itu Eropa masih berada pada masa “dark ages” atau abad kegelapan) ; orang Kristen, Yahudi dan lainnya yang tidak memeluk Islam, dapat hidup dengan tenang, tidak dipaksa untuk masuk Islam, dan mereka tidak pernah diganggu baik dlm hal menjalankan ritual ibadah mereka ataupun menjalankan adat istiadat setempat.
Yang terjadi saat ini di Indonesia adalah komponen-komponen bangsa tampaknya telah kehilangan kepercayaan sosial karena kekerasan atas dasar prasangka sosial lebih dikedepankan dibandingkan dengan duduk bersama membicarakan masalah yang ada.
Munculnya teror, ancaman, bahkan somasi hukum dari kelompok yang mengatasnamakan agama Islam terhadap masyarakat atau anggota DPR yang menolak RUU APP memperlihatkan adanya polarisasi yang mengarah pada konservatisme agama. Polanya memperjuangkan “akhlak” dan menganggap pihak lain sebagai “tidak berakhlak” bahkan “disetankan”.
Sebetulnya mereka yang berteriak lantang, menunjuk dengan beringas sambil melotot menghunus pedang dan “menghakimi” orang lain atas nama Islam, seperti tertera di surat somasi di bawah ini, adalah sangat berlawanan dengan semangat Islam yang cinta damai. Tidak pernah ada pemaksaan dalam Islam.
Dapat dikatakan perilaku seperti ini, yang biasanya berujung pada pengerahan massa; adalah pemenuhan hasrat purbawi untuk menaklukkan pihak lain, hanya kali ini dilakukan dengan dalih agama.
Salam,
Irfan Prasatya
(lihat juga tanggapan/ sanggahan saya – sbg muslim yg tinggal di Bali – atas somasi sdr. Fauzan, di bawah ini)
> Subject: [mediacare] Majelis Mujahidin ancam “menyerang” Bali!
> > fauzan@indosat.net.id
> MAJELIS MUJAHIDIN > DEPARTEMEN DATA DAN INFORMASI > Jalan Jatinegara Timur III no.26 Jaktim-13350 > Tlp/Fax: 021-8517718 > > Nomor : 01/03/MM-DATIN/06 > Lamp. : – > Perihal : SOMASI > > Kepada: > 1. Gubernur Propinsi Bali > 2. Pimpinan DPRD TK I Bali Di Tempat > > Setelah memperhatikan pernyataan Gubernur Bali I > Made Dewabrata, pimpinan DPRD Tk I Bali, dan > sejumlah tokoh masyarakat Bali dalam menanggapi > rencana pengesahan RUU APP, maka kami ajukan SOMASI > dengan alasan sebagai berikut: > > 1. Logika pariwisata sebagai tulang punggung > perekonomian Bali untuk menolak RUU APP adalah > mengada-ada, karena masyarakat Bali sebelum ini > hidup tanpa pariwisata. Justru dengan mengundang > wisatawan asing, kemaksiatan merajalela, prostitusi > tumbuh subur, narkoba bersimaharajalela, sehingga > rakyat Bali menjadi budak di negerinya sendiri. Setiap kalimat pada nomor satu ini memperlihatkan kerancuan berpikir, membabi buta, tidak melihat fakta, dan tidak jernih melihat permasalahan. Apa yang dimaksud dengan sebelum ini? 10 tahun lalu, 20 tahun lalu, 30 tahun lalu? Hidup tidak berjalan ke belakang atau sebelum ini. Hidup adalah melihat hari ini dan berjalan untuk hari esok. Faktanya adalah, hari ini dan esok, seluruh sendi kehidupan Bali ditopang oleh industri pariwisata, dan hal ini telah banyak membawa kemaslahatan dan manfaat untuk rakyat Bali, dibandingkan dengan kemudaratan.
Menyalahkan banyaknya wisatawan asing untuk merajalelanya maksiat, prostitusi, narkoba dll sekali lagi memperlihatkan kepicikan sudut pandang (narrow minded) dari penulis somasi ini. Sdr. Fauzan nampaknya jarang sekali atau bahkan mungkin tidak pernah ke Bali. Dia tidak tahu sama sekali tentang kultur masyarakat Hindu Bali yang mengutamakan harmoni dengan sesama, dgn alam sekitar dll. Mungkin dia tidak tahu di Bali tidak ada lokalisasi prostitusi (bandingkan dgn di Surabaya yg sebagian besar masyarakatnya muslim – adalah salah satu kota pelacuran terbesar di Asia, bandingkan dengan Batam, daerah industri yang mempunyai banyak lokalisasi pelacuran, dan tingkat penderita HIV AIDS nya nomor tiga di Indonesia setelah Jakarta dan Papua. Jakarta, Papua, dan Batam bukanlah daerah tujuan wisata (DTW), tetapi tingkat penderita HIV AIDS nya jauh lebih banyak dari Bali yang banyak dikunjungi wisman. Dan kalau pantai2 di Bali banyak bule berbikini, bukan berarti maksiat merajalela mas. Anda tahu dimana tingkat perkosaan dan kriminalitas tertinggi di Indonesia? Selalu dipegang oleh salah satu propinsi di Sumatera atau Sulawesi. Sedangkan Bali selalu menjadi nomor terakhir dalam urusan kriminalitas dan perkosaan. Begitu banyak orang berpakaian minim di pantai2 Bali tetapi faktanya tidak pernah ada pemerkosaan di sini. Saya pernah tinggal di Bandung, Surabaya, Palembang, Medan, Bintan, Batam, dan Jakarta, dan kalau menurut Sdr. Fauzan maksiat itu adalah prostitusi, narkoba, dan kehidupan malam lainnya, maka kemaksiatan di sana, sepanjang pengamatan saya, jauh lebih dahsyat dibandingkan dengan di Bali, dan jangan lupa di tempat-tempat yang saya sebut itu, mayoritas penduduknya adalah muslim. Masyarakat Bali adalah masyarakat yang sangat menghargai alam sekitarnya dan semua ciptaanTuhan di sekelilingnya, sekaligus pencinta keindahan (bayangkan bahkan untuk menebang pohon saja harus ada ijin dari Mangku setempat. Bayangkan pula seni tarinya, seni lukisnya, seni patungnya yang luar biasa indahnya, dan carilah daerah lain di Indonesia yg bisa menyamai Bali? Jawabnya…tidak ada dan tidak akan pernah ada). Bali memiliki keunggulan komparatif sebagai DTW yang tidak akan pernah bisa disamai oleh DTW lainnya di Indonesia. Keunggulan kompetitifnya mungkin bisa disamai, tapi komparatifnya, tidak akan pernah bisa. Karenanya, Bali dan masyarakatnya menjadi sangat istimewa kedudukannya dalam NKRI.
Masyarakat Bali adalah masyarakat yang sangat religius, dimana ekspresi terima kasih serta kecintaan terhadap Sang Maha Pencipta diejawantahkan dalam berbagai upacara adat dan agama, yang tidak pernah saya saksikan di tempat lain di Indonesia. Dimana lagi di Indonesia yang masyarakatnya bisa menyamai kadar religiusitas masyarakat Bali? Di sini gotong royong tidak sebatas slogan tetapi betul-betul dilaksanakan dengan “mebanjar” dan dalam kegiatan2 lainnya. Satu lagi yang juga ingin saya tekankan, orang Bali juga santun dalam berlalulintas. Dan itu adalah IBADAH yang sebenarnya. Coba anda kunjungi Medan, Makassar, Palembang, yang mayoritas adalah muslim, dan coba anda berkendara di sana: cacian, makian, ketidaksabaran, saling serobot, ngotot, melotot, tidak mau memberi jalan, tidak berhenti untuk mempersilahkan meskipun yang menyeberang jalan adalah anak2, wanita hamil atau lansia, menerobos lampu merah; adalah pemandangan sehari-hari di sana. Dan mereka mengaku sebagai masyarakat muslim yang religius, yang rajin melakukan IBADAH “ritual”, tetapi di jalan raya perilaku mereka seperti orang yang tidak beragama; mudah emosi, mencabut pisau dan badik jika tersinggung sedikit saja. IBADAH mereka hanya berhenti sebatas pada ritual agama (shalat, puasa,dll) tetapi tidak IBADAH dalam keseharian. Sementara di Bali, nyaris tidak ada orang melotot, mencaci, cabut senjata tajam kalau tersinggung, menyerobot lampu merah, dll. Anda tidak akan pernah mengalami hal ini di Bali. Jadi mana yang lebih BERIBADAH??? Mana yang lebih religius???
Sdr. Fauzan yang terhormat, kalau pariwisata di Bali menjadi primadona dengan segala konsekwensi baik dan buruknya, bukan berarti masyarakat Bali tidak religius. Bangsa Indonesia selalu mengaku bangsa yang religius, tetapi lihat tingkat korupsinya, selalu nomor wahid di dunia. Kalau ada bangsa lain, setelah melihat tingkat korupsi di Indonesia, melihat perilaku aparatnya yang suka menilep duit negara, memeras rakyat, mengkomersilkan jabatan (hal-hal yang jarang anda temui di negara maju, yang sayangnya negara seperti ini biasanya bukan negara yang banyak penduduk muslimnya), lantas menuduh Indonesia sebagai bangsa yang bejat moral, dan tidak religius, anda pasti tersinggung kan? Faktanya di Bali, korupsi dan tingkat kriminalitas nyaris nol. Kalaupun ada yang melakukan kriminal, umumnya pendatang dari Jawa. > 2. Logika budaya untuk menolak RUU APP sama > sekali tidak berdasarkan fakta sosiologis dan > filosofis, mengingat pakaian adat Bali relatif > menutup aurat (tidak telanjang). Bahkan > patung-patung di sana pun diberi kain penutup.
Pengertian aurat seyogyanya tidak dibicarakan dalam ranah agama, melainkan harus masuk dalam ranah budaya. Bahkan dalam Islam pun 4 mahzab yaitu mahzab Imam Hambali, Ghazali, Syafei dan Maliki berbeda-beda dalam mendefinisikan batas aurat. Lantas yang dimaksud aurat ini hendak mengacu pada mahzab mana? Saya ingin tanya, mengapa Tuhan menciptakan wanita, dengan segala keindahannya, dengan payudara, pinggul, leher, pantat yang luar biasa indahnya. Mengapa Tuhan menciptakan makhluk yang begitu indah ini? Kalau lantas banyak laki-laki yang tergiur dengan keindahan itu, apakah itu salah wanita?? Sehingga harus ditutup serapat2nya dan hanya terlihat bola matanya saja. Laki-laki yang tidak dapat menahan nafsu, kenapa lantas wanita yang disalahkan.? Kalau anda bercermin, kemudian melihat muka anda buruk, ya jangan lantas cerminnya yang dirusak. Kalau anda birahi karena melihat tubuh wanita di tempat umum, ya jangan wanitanya yang disalahkan. Salahkan diri anda sendiri karena tidak dapat menahan birahi. Mengenai patung, ada baiknya anda meneliti kembali seni patung di Indonesia mulai dari jaman baheula sampai sekarang….lihat apa yang ada di sana. Lihat konsep lingga dan yoni yang banyak terdapat pada seni patung atau relief di Indonesia. Atau coba anda datang ke Bali, bermukimlah selama sebulan atau 2 bulan, pelajari kultur masyarakat Hindu Bali, dan baru anda bicara tentang fakta sosiologis dan filosopis. > > 3. Ancaman Gubernur dan masyarakat Bali untuk > memisahkan diri dari NKRI merupakan bentuk tirani > minoritas dan arogansi yang bernuansa SARA serta > ancaman perang terhadap kedaulatan NKRI, di samping melecehkan > penduduk mayoritas muslim.
Masyarakat Bali adalah masyarakat yang toleran, ramah, terbuka, tidak berprasangka buruk, santun, menjaga keseimbangan dalam keseharian antara kehidupan adat, agama, dan personal. Pariwisata dan banyaknya pendatang yang ingin mengais rejeki di “Pulau yang Diberkati” ini tidak menjadikan kultur Bali tergerus oleh semua itu. Ratusan tahun berlalu, mereka tetap teguh dan kukuh menjaga warisan budaya dan jati dirinya serta dalam menjalankan ritual adat dan agamanya. Sementara di daerah lain, banyak yang sudah tidak mempunyai identitas dan kehilangan jati diri. Dengan segala keistimewaan yang mereka miliki, masyarakat Bali TIDAK PERNAH MEMAKSAKAN KEHENDAK pada NKRI. Mereka tidak rewel seperti Aceh atau Papua.
Sdr Fauzan salah menterjemahkan arti “tirani minoritas” di sini. Pernahkan Bali menjadi tiran? Anda tahu artinya tiran? Saddam Husein dan Partai Baathnya adalah kaum Sunni dan mereka minoritas di Irak dibandingkan dengan kaum Syiah. Syiah 65% di Irak, sementara kaum Sunni, Kristen, suku Kurdi dan lainnya hanya 35%. Tetapi Saddam yang berasal dari kaum minoritas Sunni memerintah dgn tangan besi. Itu artinya tirani minoritas. Apa yang dilakukan oleh masyarakat Bali bukanlah tirani minoritas atau bentuk arogansi. Mereka hanya mempertanyakan serta memperjuangkan hak hidup mereka dari pariwisata, karena apabila RUU ini menjadi UU dan dilaksanakan, maka habis sudah Bali. Tidak akan ada pariwisata, karena banyak hal yang dapat dilakukan oleh turis selama ini, hal yang sederhana saja; misalnya memakai bikini di pantai, akan dilarang karena bertentangan dengan UU ini. Kalau sdh begini, apakah masih ada wisman yg tertarik datang ke Bali??? Kemudian kalau tidak ada turis yg datang, siapa yang terkena dampak langsung? Orang Jakarta seperti anda atau orang Bali?? Bali merana karena bom pertama 12 Oktober 2002, kemudian bom kedua 1 Oktober 2005, dan sekarang apa yang akan terjadi bila RUU ini menjadi UU dan dipaksakan dilaksanakan di Bali?? Artinya, DPR dan Pemerintah sedang menggali kuburan untuk masyarakat Bali. Bila anda datang ke sini dan melihat efek domino dari bom Oktober 2005, mungkin anda akan berpikir dua kali untuk menulis “Jika TNI dan bla bla bla bla”, yang nadanya berisi ancaman. Dalam Islam, tidak dibenarkan untuk mengancam dan mendzalimi pihak lain. Masyarakat Bali sudah 2 kali didzalimi oleh bom yang kebetulan diledakkan oleh orang yg beragama Islam. Apakah mereka langsung menyalahka