Skip to content

Petualangan Cawan Suci

May 25, 2006

The DaVinci Code Movie Ticket

Sebenarnya sudah ingin menulis tentang topik ini sejak hari sabtu minggu lalu, selepas nonton movie The Da Vinci Code, tetapi belum ada kesempatan. Secara keseluruhan saya tidak merasa ini sebuah film yang membosankan. Tetapi pada saat bersamaan kurang menegangkan. Apa jangan-jangan enak nonton karena kursi empuk XXI Gading?

Versi film dari The Da Vinci Code mengikuti bukunya dengan setia meskipun ada beberapa perubahan kecil, misalnya hanya ada satu cryptex dan bukannya dua seperti di buku. Tampak jelas bahwa target film ini adalah orang-orang yang sudah membaca bukunya Dan Brown sebelumnya. Yang belum baca bukunya pasti akan rada pusing sedikit apalagi di sini banyak teks terjemahan yang disensor. Untung sudah diperingatkan, jadi langsung pasang telinga. HeHe. Lebih baik begini daripada dipotong 10 menit terakhir seperti di Thailand.

Dari segi visual, sungguh memikat! Adegan pemakaman Newton dan sewaktu Langdon memecahkan Cryptex. Visual effects memang selalu memikat!

Yang agak menyebalkan adalalah karena sudah membaca bukunya maka dari awal sudah tahu siapa yang jahat dan jalan cerita berikutnya dapat ditebak. Jadi unsur ketegangan benar-benar hilang. Adanya beberapa adegan mengejutkan ala Final Destination juga tidak cukup untuk menambah greget-nya The Da Vinci Code. Kurang aksi!
Di lain pihak menonton film ini kembali mengingatkan saya akan 'nilai' yang saya suka dari Da Vinci Code yaitu feminisme. Film ini mengatakan bahwa ada sisi feminin dari Yesus yaitu Maria Magdalena. Ia digambarkan sebagai tokoh yang kuat bertahan dan semangatnya berlanjut sampai ribuan tahun. Penganut Kristiani wanita mendapat teladan lain selain Maria bunda Yesus.

Kalau tidak salah pemeran Remy, pelayan Leigh, bukankah dia yang menjadi The Merovingian dalam The Matrix Reloaded/Revolution? Lucu juga karena nama Merovingian juga keluar dalam film Da Vinci Code sebagai dinasti Raja Prancis yang merupakan keturunan Yesus. Ups, Remy diperankan oleh Jean-Yves Berteloot, sedangkan The Merovingian oleh Lambert Wilson. Must be the french accent.

Apakah iman saya goyah? Tentu tidak! Kalau perlu semakin menguat. Bagaimanapun juga ini hanyalah fiksi.

Teabing: If you want to stop me you can kill us both! You can start with him.

By the way,

Tadi pagi sewaktu Misa Kebangkitan Isa Almasih ada pengumuman bahwa Gereja mengadakan pemutaran film Da Vinci Code! Ini masih gereja Katolik Roma, juga gereja dibawah KAJ. Berbeda dengan Vatikan yang menentang film ini ternyata gereja Katolik di Jakarta malah berniat memutarnya untuk umat. Memang benar kata Uskup Agung Jakarta, bahwa umat Katolik Indonesia sudah cukup dewasa untuk menyadari bahwa DaVinci Code adalah kisah yang didasarkan oleh fiksi. Saya acungkan jempol untuk umat Katolik Indonesia!

Ternyata Gereja berniat menggunakan DVD bajakan untuk pemutaran film itu. Sayangnya Gereja kita belum bisa menghargai hak cipta dan industri film.

From → TV/Movies

19 Comments
  1. hehehe ……hirarki vatikan nggak cukup kuat pengaruhnya sampai di jkt … hebat :p

    paroki mana mas?

  2. Johan: Ikut di Santo Yoseph, Matraman.
    Wah sama-sama lulusan Jl Menteng Raya yah.

  3. Sorry nitpicking. Namanya “Da Vinci”, bukan “DaVinci”. “Da” artinya “dari”; Leonardo dari Vinci.

  4. Ronny: Da Vinci Fixed! Saya tertipu movie ticket.

  5. Dedhi permalink

    Perilaku gereja di Singapore bener bener memalukan. Mereka mengirim aktivisnya untuk masuk ke movie di tengah tengah show dan ribut ribut mencari kursi sehingga mengganggu show dan keep talking in the show.
    Selain itu juga anak anak kecil digalang melakukan kegiatan mewarnai dan ditaruh di depan pintu masuk theatre untuk membuat orang yang ingin menyaksikan show direpotkan masuknya.

  6. Di Thailand gak jadi dipotong 10 menit kok…

  7. Gains permalink

    Mungkin itu cara Gereja Katolik Indonesia bales dendam, biar Dan Brown gak dapet income.

  8. anak cc ? angk brp? hehehe :p

  9. btw di iklannya gue liat juga tulisannya davinci code ya? :/ kok bisa begitu?

  10. Johan: CC 02
    Gains: Insightful!

  11. anast permalink

    daVinci code gk perlu dibesar2kan, itu kan hanya hiburan buat orang yg hobi nonton film, kita nikmati aja lah karya orang yang bagus. gk perlu ada negative thinking. Ok………

  12. jdka permalink

    bertobatlah domba-domba ku

  13. Boriest permalink

    Hoii… para pengikut Yesus!!!
    Kalian jangan mudah terkecoh ama film kayak gituan. Film khan fiksi.
    Kalo u belum percaya juga baca aja buku:
    1. craking the da vinci code

    Jadi,sensor text pada film itu ndak berguna tau.
    di kibulin ama dan brown aja mau.

  14. dikibulin? apa cuma itu pikiran yang terlintas saat melihat hasil karya orang laen
    hargai dikit dong kerja keras orang. fiksi ya fiksi, buat dinikmati. gak ada hubungannya ama iman

    yang bisa marah dan berasa dikibulin sih imannya belom mantep kali ya

  15. Yee siapa yang dikibulin? Gw gak baca buku “Cracking The Da Vinci Code” aja gak merasa ketipu. Dari dulu jg gw dah tau Da Vinci Code itu boongan. Huu~

  16. langdon permalink

    Isi novel da vinci code merupakan fakta. Siapapun orang kristen yang terdidik mengetahui fakta ini. Beberapa buku yang ditulis oleh orang di luar kristen telah banyak mengungkapkan hal ini. Yang membuat novel ini heboh adalah karena Dan Brown yang seorang kristen berbicara mengenai agamanya sendiri dari sudut yang lain.

  17. Joe permalink

    Kok pada ribut sih, Da Vinci Code itu dibuat supaya loe pde bisa berfikir jernih tentang kebenaran, percaya bagus, gak percaya ya sudah, gw percaya sama fakta2yang diungkapkan dalam Da Vinci Code

  18. Nika permalink

    knapa kalian percaya dengan yang ada di film tu?
    coba sebutkan fakta2 yang memungkinkan tuk dipercayai.nda usah komentar berlebihan yang penting kita teguh pada iman masing-masing.ok……..
    terimakasih………

  19. Kalau film itu fakta, Dan Brown akan bikin karya ilmiah dan film dokumenter bukan novel fiksi dan film action.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: