Skip to content

Empat Kaki Baik, Dua Kaki Lebih Baik

September 24, 2006

Tadi siang saya jalan-jalan di toko buku Gramedia Matraman yang lagi direnovasi (lagi?) mencari bacaan. Ada begitu banyak buku yang menarik untuk dibeli dibaca. Sewaktu bingung mau membeli buku apa, saya menemukan buku Animal Farm karya George Orwell (terjemahan Indonesia, penerbit Fresh Book). Bukunya kecil dan tipis, harganya juga tidak mecekik (Rp 25k). Kebetulan juga saya sudah cukup lama berkeinginan membaca karya George Orwell.

Animal Farm, adalah fabel satirikal yang menyindir Soviet pada masa itu (1945). Fabel ini berawal dari keinginan sekelompok binatang untuk mengusir manusia dari lahan pertanian. Ceritanya berputar pada cara para binatang mengatur kehidupan mereka sendiri.

Meski saya sendiri tidak mengetahui tentang sejarah totalitarian Soviet yang menjadi latar belakang Orwell, kisah ini tetap sangat menarik. Berawal dari ide para binatang untuk memeberontak dan hidup tanpa manusia. Dibuatlah “7 Perintah” yang mengatur dasar kehidupan mereka yang disingkat dengan slogan: “Empat kaki baik, Dua kaki buruk” (Binatang baik, manusia buruk). Mereka bersumpah untuk meninggalkan segala tata-cara kehidupan manusia yang dianggap korup.

Dalam perkembangannya para babi yang mengaku sebagai pemimpin mulai memanipulasi binatang lainnya untuk keuntungan sendiri. Peraturan dimanipulasi demi melancarkan keinginan penguasa. Pendukung pemimpin oposisi dibunuh dengan keji. Sampai pada akhirnya para babi tidak ubahnya menjadi seperti manusia yang egois. Mereka akhirnya mulai berdiri dengan dua kaki. Bahkan slogan lama mereka berubah menjadi:

Empat Kaki Baik, Dua Kaki Lebih Baik

Karakter yang paling menarik (menurut saya) dalam Animal Farm adalah Squealer, sang juru bicara. “Menteri Penerangan” babi ini dengan lihainya memanipulasi fakta serta menyebarkan kebohongan dan ketakutan demi keuntungan penguasa. Bahkan kerugian besar dari perang bisa menjadi pesta kemenangan besar.

Secara keseluruhan Animal Farm sangat menghibur dan menarik. Meski diangkat dari sejarah Soviet, sebagian besar masih topik terasa up-to-date dengan keadaan politik saat ini. Mungkin para babi memang benar:

Semua Binatang Sederajat, Tetapi Beberapa Binatang Lebih Sederajat Daripada Binatang Lainnya.

P.S. Beberapa waktu lalu saya pernah melihat Nineteen Eighty-Four (1984) versi Indonesia di Gramedia. Tetapi rasanya lebih ingin mencari versi bahasa Inggrisnya saja.

technorati tags: , , ,

From → Books

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: