Skip to content

Install Linux? Pisahkan Partisi Home

January 10, 2007

Bila anda (akan) menggunakan Linux, saya menyarankan dengan sangat untuk membuat partisi terpisah antara root (/) dan /home. Misalnya root di /dev/sda1 sedangkan /home di /dev/sda2. Mengapa begitu? Hal ini akan berguna jika suatu saat anda merasa ingin meng-install ulang distro linux anda. Format ulang saja partisi root dan jangan sentuh partisi home anda (tetapi ingat agar sewaktu install partisi tersebut di-mount ke /home).

Sebagian besar (katakanlah seluruh) setting dari desktop itu disimpan hidden di dalam home directory anda, maka saat setelah install ulang desktop anda – wallpaper pilihan ada, layout panel applet maupun layout icon di desktop – akan tampak sama persis seperti sebelumnya. Hampir tidak terasa kalau anda baru saja install ulang. Keuntungan tambahan: tidak perlu backup data :)

Saya sendiri sudah dua kali melakukan hal ini. Yang pertama sewaktu upgrade Ubuntu Hoary ke Dapper*. Yang kedua tadi siang, sewaktu mengganti instalasi SuSE 10.0 dengan Ubuntu Edgy**.

Catatan (*): Ini bukan berarti upgrade ubuntu harus melakukan install ulang. Rasanya lebih bersih aja dengan cara begitu. Meski agak merepotkan, karena harus install lagi setiap applikasi tambahan. HowToGeek menulis cara upgrade Ubuntu yang seharusnya.

(**) Gak tahann pake SuSE 10.0! Paketnya ada 4 CD, tetapi instalasi basic tidak mengikutsertakan utility penting seperti ifconfig, dhclient, mkfs ataupun fsck. RealPlayer yang disediakan juga hanya bisa memutar musik dengan patah-patah. Susunan menunya pun ribet, bertumpuk-tumpuk. Applikasi Gnome dan KDE juga dipasang campuraduk (desktopnya nggak konsisten, gak suka!).

8 Comments
  1. Koq masih openSUSE 10.0? Bukannya openSUSE 10.2 sudah ada? :)

    *just curious*

  2. SuSE minimal tanpa ifcfg ? ah masa. Dari berbagai distro yg saya coba, paling mature adalah SUSE. Di SUSE aplikasi GNOME dan KDE bisa jalan bareng dg tampilan yg sama.

    Yang menyenangkan kalau dari SUSE adalah mengadministrasinya (upgrade, konfigurasi dsb).

  3. Its a matter of habbit. Linux generasi Desktop saya pilih Ubuntu.

  4. juga berguna ketika ingin memindahkan partisi /home ke partisi baru yang lebih besar

    Salam kenal

  5. @Andi: Betul SuSE versi baru memang sudah keluar dari kapan-kapan. 10.0 memang outdated sekali. Alasan pakai itu karena: di kantor sedianya CD itu (original loh). Jadi ya pakai yang ada sajalah dulu.

    @IMW: Saya juga bingung! Kok ifcfg aja gak ada. Perasaan pas instalasi saya tidak ubah macam-macam kecuali tambahkan Gnome sebagai default desktop.

    @Wandira: Betoel!

  6. Aneh, justru aku males liat hiden file peninggalan purba :)

  7. Format ulang saja partisi root dan jangan sentuh partisi home anda (tetapi ingat agar sewaktu install partisi tersebut di-mount ke /home).

    maksudnya di-mount ke /home gimana mas caranya …. baru dilinux nih

  8. @Indra: Maksudnya sewaktu instalasi kan akan ditanya apakah mau membuat partisi baru atau menggunakan yang sudah ada. Nah pada saat itu, kita bilang saja kalau kita mau agar directory /home di-mount (diarahkan) ke partisi tersebut. Mohon maaf bila masih kurang jelas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: