Skip to content

Transjakarta, Busway Cepat, Antriway Penat

January 29, 2007

Saya udah mencicipi busway koridor IV (Pulo Gadung – Dukuh Atas) yang baru! Tadinya kirain semua busway itu semuanya pusatnya di Harmoni, eh ternyata ada yang di Dukuh Atas. Pas juga nih untuk pulang pergi kantor. Kebetulan hari minggu kemarin tugas masuk kantor, sekalian saja coba untuk pergi dengan Transjakarta. Meski dengan perasaan was-was karena dari 200-an bis baru yang direncanakan baru tersedia 32. Tetapi karena ini hari minggu, masih pagi pula, OK lah buat coba-coba. Telat pun gak apa-apa.

Ternyata setelah dihitung butuh waktu 50 menit dari halte T U Gas (dekat Pulo Gadung) sampai Ratu Plaza. Loh kok lelet! Naik metro mini-mikrolet-kopaja 3x combo aja bisa lebih cepat, apalagi di hari minggu. Gimana ini Busway? Bisnya juga menyeramkan saat ngerem karena keluar bunyi yang lumayan kencang (takut-takut remnya blong!).

Hari senin pagi, nekat naik Transjakarta lagi. Kali ini berangkat jam enam dari rumah, setengah tujuh sampai halte (kali ini motivasinya demi berhemat. Jam segini kan busway masih Rp 2.000, lumayan bisa sampai Ratu Plaza ;). Tidak jauh beda dengan pengalaman di hari sebelumnya, 50 menitan sampai di kantor. Yang penting tidak telat dan hemat.

Untuk pindah dari koridor IV ke koridor I (Blok M – Kota) harus naik skywalk di halte Dukuh Atas. Panjangnya lumayan itu! Bisa buat olahraga pagi kalau niat. Lumayan untuk menguatkan kaki dan meningkatkan pernapasan :)

Setelah dua kali naik di pagi hari, saatnya mencoba jam pulang kantor. Nekat juga, padahal jumlah armada masih minim. Benar saja, di halte dukuh atas antriannya panjang amit-amit. Jumlah penumpang membeludak. Saat bis sudah datang calon penumpang berlomba dorong-dorongan, padahal tau bisnya itu berangkat ke arah mana aja belum (Koridor IV ke Pulo Gading atau VI ke Ragunan). Emosi meninggi. Sudah bagus belum ada yang terjatuh. Total saya mengantri di halte sebanyak 45 menit lebih! Kalau saja saya pulang naik Patas AC, mungkin sudah sampai di Rawamangun.

Tetapi setelah bisnya datang, kecepatannya beda dengan di pagi hari. Cepat dan lancar, seakan mengejek kemacetan di jalur sebelah. Hanya dalam waktu 20 menit sudah sampai. Kok beda dengan yang di pagi hari yah? Saya sih menduga kalau pengemudi yang kemarin dan pagi tadi masih baru sehingga masih belum berani ngebut. Apalagi ada cukup banyak tantangan seperti penyebrang jalan, pengemis lewat, lampu merah serta motor dan mobil yang menyelinap masuk (yang biasanya ditanggapi sopir busway dengan klakson kencang*).

Kesimpulannya… saya mungkin akan naik Transjakarta di pagi hari, karena hemat dan AC. Tetapi saya tidak akan mencoba pulang dengan Transjakarta dalam waktu dekat ini. Setidaknya sampai jumlah armadanya sepadan dengan jumlah penumpangnya. Cape di ngantri doang!

Catatan (*): Menarik juga melihat betapa banyak penyebrang jalan yang tidak mendengar klakson bis yang kencang itu dan masih berjalan dengan santai! Sudah menyebrang sembarangan, tidak perhatikan kendaraan.

(**) Halte busway itu sebenarnya agak jorok yah, tidak teratur pula. Menurut saya masih bisa dibuat lebih baik, seperti dibuat pembatas agar antrian lebih teratur (dan tidak dorong-dorongan) seperti wahana di Dufan.

From → Busway, Jakarta, Personal

9 Comments
  1. hihihih, gw cuman tahan 1 tahun aja naik busway, selebihnya tetap bawa mobil sendiri atau naik bis biasa. Paling parah mah naik ojeg yang cepet pet pet.

  2. biaya proyeknya milyaran,
    tapi bikin jalur antrian penumpang aja engga..
    mentang mentang budaya kita, ‘siapa yang nyelak dia yang dapat’ ..

    :(

  3. Alexa permalink

    Yah sayang mustinya pak Adriansah terusin tuh naik kendaraan umum instead of bawa mobil sendiri setiap hari.
    Dan emang bener juga proyek milyaran tapi ga optimal nor fully effective nor very efficient. serba banyak kekurangan alias nanggung! no doubt! :(
    but if each one of us use the public transport x-amount of time per week, then we can say, no matter how small, we are contributing something to, at least, minimize the global warming…

  4. omong2 gara2 bikin busway baru kan tuh jalan2 banyak yang diaspal ulang….sekarang kerendem banjir
    apa gak rusak semua tuh?
    lagi2 kerja sia2 dong

  5. Homeboy permalink

    Percuma lah…Jakarta btr lagi da mo ancur ini……Macet ngak bakal pernah berhenti…orang Jakarta otaknya miring semua

  6. jollyjoker permalink

    pada tau ga sich Beberapa kajian mengatakan bahwa kerugian akibat kemacetan lalu lintas itu mencapai Rp 10 triliun per tahun,” di tambah lagi dengan adanya bus way yg nga effektif ulah ngurangin jalan nga berguna pula di duku atas jendral sudirman nunjuk sambil senyum sambil nunjuk liat d buat sarana dan prasarana bus way bukannya ngurangin kemacetan malah nambah heuheuhheuhuehu

  7. ayu permalink

    enak juga naek trans.dulu sebelom transjakarta lewat rawamangun,gw suka nungguin bis yang lewat tol.lama banget tapi sekarang,gw ga perlu nunggu lama2 deh

  8. Ravindo permalink

    Slamat pagi indonesia…….!!!!!!!!!, saya pengguna transjakarta sejak pertama kali transjakarta ada 2004. Tapi 2004 sama 2005, 2006, 2007, 2008 transjakarta bukan lagi sebagai moda transportasi yang diidam indamkan, dulu (2004) menunggu busway di halte hanya butuh 2-8 menit nah, sekarang bukan 10 menit ataupun 15 menit tapi bisa bisa berjam jam yaitu di halte 1. Harmoni, 2. Transit Senin, 3. Kp. Melayu, 4 Halte PGC, 5 Dukuh Atas, padahal kan jalurnya da banyak gitu..?, ko masih bisa lama gitu loh, yang salah siapa pengemudi, satpam, penumpang, ataupun pemerintah, tapi itu ga penting, selama ini saya banyak memerhatikan setiap diujung pemberhentian (halte Busway) terjadi penumpukan bis sehingga penumpang terlalu lama menunggu dihalte berikutnya, knapa ….. apa karena kita bayar hanya 2000 pada pagi hari, dan 3500 pada siang maupun malam, saya harap para penumpang jangan hanya memikirkan ritasi saja tetapi pelayanan nya itu membuat penumpan g nyaman,

Trackbacks & Pingbacks

  1. Busway Koridor IV, Masih Belum Manusiawi « solaris

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: