Skip to content

Ijin Usaha Sinar Pustaka Dicabut

April 5, 2008

Pada suatu ketika dunia Internasional dihebohkan dengan penerbitan buku Diet Express oleh Dr. Adam Smith. Di dalam bukunya Dr. Smith mengatakan bahwa kunci utama untuk menjaga kesehatan ideal sangatlah mudah. Yang perlu dilakukan hanyalah minum air putih sebanyak 16 gelas per hari, tanpa perlu memakan sayuran hijau ataupun olahraga teratur. Dalam sekejab buku tersebut laku keras dan konsumsi air minum dunia meningkat sampai tiga kali lipat.

Meski sangat populer, banyak ahli gizi yang meragukan diet Dr. Adam Smith tersebut. Menurut mereka diet tersebut sama sekali tidak memiliki dasar ilmu yang jelas dan dapat membahayakan masyatakat. Menurut mereka minum air berapa banyak pun sama sekali tidak akan membuat seseorang menjadi lebih sehat apabila tidak mengurangi konsumsi makanan berlemak dan berkolesterol tinggi.

Menyadari bahwa ilmu Diet Express hanyalah pepesan kosong, pemerintah Indonesia bergerak untuk menghentikan peredaran Diet Express dari peredaran. Buku tersebut dilarang beredar, bahkan ijin usaha sang penerbit, Sinar Pustaka, dicabut. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah peredaran buku-buku fad diet sejenis di masa mendatang.

Tindakan pemerintah tersebut ditentang habis-habisan oleh masyarakat umum maupun profesional. Masyarakat menilai bahwa pencabutan ijin usaha penerbit Sinar Pustaka sama sekali tidak berdasar prinsip kebebasan berpendapat, tindakan gegabah, tidak perlu dan kekanak-kanakan. Apalagi selama ini Sinar Pustaka selalu menjadi penerbit yang paling cepat memasukkan buku-buku terbitan internasional terbaru yang banyak dipakai oleh kalangan akademisi nasional.

Mungkin pada awalnya pemerintah melarang buku Diet Express, di masa mendatang, buku-buku politik yang tidak disetujui pemerintah juga bisa diberengus. Para ahli gizi nasional berpendapat bahwa lebih baik pemerintah mendidik masyarakat agar tahu kesalahan-kesalahan dari Diet Express. Salah satu solusi yang mungkin adalah dibuatnya acara bedah buku untuk mengupas kepalsuan Diet Express.

Seorang dosen dari universitas ternama mengatakan, “Kita tidak menanggapi sebuah karya ilmiah yang tidak kita setujui dengan menampar penulisnya, melainkan kita buat karya ilmiah tandingan yang lebih baik. Kita balas Diet Express dengan cara intelektual, bukan dengan cara yang tidak berbudaya”.

PS. Diet Express dibaca sebagai Fitna, Sinar Pustaka dibaca sebagai YouTube.
Pesan Singkat: “Don’t you dare block Wikipedia from me, Government!”

7 Comments
  1. Nashia permalink

    Gimana kalo kita kembangkan konten lokal. Seperti yang ini nih, http://veeon.com

  2. @Nashia
    Ada apa sih sebenarnya sama veeon.com??? Kok gw liat hari ini udah promosi di 10 blog yg berbeda????!!!! :O

    Soal Sinar Pustaka, kayaknya Depkominfo emang udah makin keterlaluan deh masalah bredel2an ini….tanpa sadar M.Nuh emang udah mengulang aksi koleganya di Orde baru, Harmoko. :(

  3. Fitna, I am Sorry!

  4. Yah… males deh kalo dah bredel membredel.

  5. bas permalink

    uda sepantasnya revolusi di indonesia ini bukan revormasi dek

  6. ZfGTW4 comment4 ,

  7. hmm.. update dong gan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: